Create your own banner at mybannermaker.com!

Search...

"Google Indonesia" tidak mau temukan Roy Suryo? :)

0


  1. coba buka Google.co.id
  2. lalu ketik: "temukan roy suryo"
  3. lalu klik "Saya lagi beruntung"
  4. liat hasilnya..
  5. kalo berhasil, akan muncul begini:



Maaf, Google tidak mau lagi menemukan Roy Suryo, daripada nantinya dibilang salah kutip.

Penelusuran Anda - Temukan Roy Suryo - tak cocok dengan dokumen manapun.


Saran:

· Coba kata kunci yang berbeda.

· Coba kata kunci yang lebih umum.

· Coba kurangi kata kunci.

· Cari orang lain saja.






Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

PARIS 30-05-2008: `Pasangan Ideal Menurut Pandangan Islam` oleh Ust. Dedi Martoni

0

Assalamu'alaikum Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT...

RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) mengundang rekan-rekan untuk berakhir pekan di PARIS (Pengajian Akhir Pekan RISKA) pada:

Hari / Tanggal : Jum'at / 30 Mei 2008
Waktu : Pkl 18.00 - 20.30 WIB (Sholat Maghrib & Sholat Isya berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa)
Tempat : Ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng - Jakarta
Tema :
`PASANGAN IDEAL MENURUT PANDANGAN ISLAM`

Pembicara : Ust. Dedi Martoni

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM.

Ditunggu kehadirannya & silahkan menyebarkan Informasi ini ke saudara/i kita.

Info Selengkapnya:
- Sekretariat RISKA (021) 31905839
- M. Shobrun Jamiil (021) 32227585 / 081586307454
- Muni (021) 68886012 / 08129788260

Jazakumullahu khairan katsiran.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam Hangat dari Menteng,
Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA , remaja islam yang punya gaya TM
Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 3100580, 31905839
fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa[at]gmail.com
website: www.riskaonline.org

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Harun Yahya: Kami Menerima Ancaman yang Datang dari Para Freemason

0

Keputusan pengadilan untuk menjebloskan Harun Yahya tak lepas dari keterkaitan Freemansory internasional. Inilah pengakuan beliau

ImageHidayatullah.com—Perjuangan gencar Adnan Oktar atau lebih dikenal Harun Yahya dalam membongkar kekeliruan ilmiah teori Evolusi membuat ia kembali di penjara. Memski demikian, ilmuwan Turki yang karyanya banyak menggoncang dunia itu tetap menerima dengan lapang. Di bawah ini ia memberikan pernyataan menjawab keputusan pengadilan beberapa hari lalu.

“Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.


Kami menghormati sistem keadilan. Kami menghormati keputusan pengadilan. Ada suatu kebaikan dalam segala hal. Keputusan itu telah ditakdirkan dalam pandangan Allah sebelum para orang tua hakim itu dilahirkan. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan hakim ketika saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi.


Sebagaimana dengan Nabi Yusuf AS. Ia adalah hamba yang dicintai Allah. Meskipun demikian Allah menakdirkannya dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah selama tujuh tahun. Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam Al-Quran, Allah berfirman bahwa Dia menghendaki kita mengambil mereka sebagai teladan. Dia memerintahkan kita agar menaati mereka dan menyerupai mereka. Dan kehidupan kita mungkin memiliki sisi yang mirip dengan sisi kehidupan mereka. Ayat-ayat Al-Quran berlaku bagi seluruh Muslim.


Dalam pengertian tersebut, ayat-ayat itu berlaku pula bagi saya dan sahabat-sahabat saya. Dalam ayat ke-35 Surat Yusuf, misalnya, Dia berfirman: “Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu.”


Ayat ini menyiratkan pengertian bahwa ada kebimbangan apakah akan memenjarakannya atau tidak, tapi pilihan pertama pada akhirnya mengemuka. Sungguh terdapat sebuah kemiripan di sini. Allah berfirman perihal Yusuf AS bahwa ia dikenai hukuman sedikitnya tiga tahun penjara. Al-Quran merujuk pada beberapa tahun. Ini berarti sekurang-kurangnya tiga, masa antara tiga dan sembilan. Ini adalah sebuah isyarat. Al-Quran berlaku sepanjang zaman, untuk seluruh manusia dan seluruh peristiwa, dan inilah salah satu keajaiban Al-Quran.


Tak seorang pun dapat melukai saya di mana pun dengan cara bagaimana pun; kecuali hanya hal-hal yang Pencipta saya, Allah Yang Mahakuasa, menghendaki benar-benar terjadi demikian. Saya akan hidup sesuai takdir saya. Apa pun yang ada dalam takdir saya, itulah yang akan terjadi. Saatnya akan datang ketika ruh saya diambil. Ketika saat itu datang, Dia akan mengambil ruh saya. Tapi di luar itu, tidak seorang pun mampu menyakiti saya sehelai rambut pun pada kepala saya. Tidak sesuatu pun akan terjadi pada saya. Apa pun yang ada dalam takdir saya, hal itu akan terjadi ketika saatnya tiba, di waktu yang telah ditetapkan.


Pada peristiwa-peristiwa yang terkini, sedikit tekanan yang terkini, kami menerima kabar bahwa seseorang yang tak pernah kami duga, yang kami yakini sebagai seorang yang teguh, taat beragama, ternyata adalah seorang Freemason. Kami sangat terkejut. Kami dulunya benar-benar yakin bahwa ia orang yang shaleh, beraliran kanan, dan kami menaruh kepercayaan kepadanya sebagaimana mestinya. Akan tetapi ia terbukti seorang Freemason kelas atas.


Ada delapan surat [dari Freemasonry luar negeri], yang dikirim ke sini, ke markas [Freemasonry Turki]. Surat-surat itu membicarakan tentang kami, dan tentang saya secara pribadi, dengan merujuk langsung ke buku saya, Atlas Penciptaan. Mereka merujuk kepada kemampuan saya melakukan kegiatan tanpa kesulitan. Mereka menanyakan bagaimana ini dapat terjadi, bagaimana saya dapat bebas melakukan kegiatan seperti itu.


Mereka mengatakan [buku Atlas Penciptaan] telah menimbulkan dampak dahsyat, seperti bom atom. Itulah yang mendasari adanya tekanan terhadap kami di tahun-tahun belakangan. Kami bahkan berpendapat bahwa tekanan itu dilakukan terhadap pemerintah untuk menekan kami. Saya dapat memahami mengapa tamatnya Darwinisme telah membuat mereka sangat terganggu, sebab hal ini telah benar-benar meruntuhkan keseluruhan sistem mereka. Filsafat-filsafat, cara pandang dan ideologi-ideologi mereka telah terhancurkan. Dan mereka tidak mampu menemukan jawaban atas hal ini. Segala yang dapat mereka lakukan adalah melakukan tekanan.


Kami menerima sebuah ancaman baru berkenaan dengan buku terkini saya [tentang Freemasonry] hanya kemarin, ditujukan kepada saya sendiri, agar buku tersebut tidak beredar; ancaman itu datang dari para Freemason, yang menelpon rekan saya. Mereka menyampaikan pesan bahwa kami akan mendapatkan masalah besar jika buku tersebut beredar. Namun meskipun demikian saya akan memunculkan buku itu, insya Allah. Saya telah diancam sebelumnya, ketika saya di rumah sakit jiwa. Saya diberitahu agar meninggalkan kegiatan saya. Di kala itu selain menawarkan kepada saya uang, mereka juga berkata bahwa mereka akan “membebaskan kesulitan” yang saya alami ini, dan mereka mengatur pengacara saya menyampaikan pesan itu kepada saya. Mereka menawari saya sejumlah besar uang jika saya menghentikan karya saya, dan tidak meneruskan menulis buku, menghentikan buku saya mengenai Freemasonry, dan bahwa siksaan mengerikan yang tengah saya alami akan diakhiri. Tapi saya menolak tawaran tersebut.


Izinkan saya menyatakan sekali lagi bahwa saya tidak memiliki keluhan terhadap pengadilan. Saya tidak menaruh dendam atau tuduhan balik terhadap siapa pun. Allah-lah yang menyebabkan pengadilan menandatangani putusan hakim itu. Hanya satu hal di pengadilan yang mengherankan saya dan membuat saya terdiam sejenak untuk berpikir, yakni bahwa kami memiliki tiga sahabat perempuan. Sebagaimana sahabat-sahabat saya lainnya, mereka sama sekali tidak terlibat dengan tuduhan tersebut. Namun masing-masing mereka dihukum tiga tahun penjara. Mereka ini adalah para pemudi belia yang berpendidikan baik. Hal itu sungguh mengherankan saya. Tapi sekali lagi saya tetap menghormati pengadilan, dan ada sesuatu kebaikan dalam segala hal.”

[as/harunyahya.com/cha/www.hidayatullah.com]

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Meruntuhkan Teori Evolusi, Harun Yahya Divonis Penjara

0

Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar alias Harun Yahya dipenjarakan. Inilah penindasan para ilmuwan yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi

ImageHidayatullah.com--Penindasan terhadap para ilmuwan dan intelektual yang berani mengungkap kekeliruan ilmiah teori evolusi Darwin, dan berbagai sisi gelap teori itu tidak hanya berlaku di Amerika Serikat. Untuk kesekian kalinya, Adnan Oktar, dengan nama pena Harun Yahya, diganjar pengadilan Turki 3 tahun penjara, lantaran mengemukakan kebenaran bahwa teori evolusi Darwin tidaklah ilmiah.

Sebelum ini, Harun Yahya sudah dipenjara beberapa kali. Ia pernah dikurung di rumah sakit jiwa bersama para pasien penyakit jiwa berbahaya. Di tempat itu, beliau dicoba untuk dibunuh beberapa kali.

Meski demikian, Harun Yahya tetap tidak bergeming membongkar kepalsuan teori evolusi, beserta gerakan ideologis yang mendukungnya, termasuk Freemasonry.

Pembunuhan Karakter

Sebagaimana diketahui, ilmuwan Muslim yang karyanya sudah merambah dunia itu beberapa tahun terakhir ini mengagetkan dunia. Buku besar Harun Yahya berjudul Atlas Penciptaan muncul di Eropa, dan mengagetkan pihak berwenang di negara-negara seperti Perancis, Denmark, Austria, dan Italia.

Tidak mampu menanggapi balik secara ilmiah dan intelektual, organisasi dunia setinggi Dewan Eropa mengeluarkan resolusi yang melarang buku Atlas Penciptaan dan pemikiran kritis semacamnya atas teori evolusi diajarkan di sekolah-sekolah Eropa.

Lebih dari itu, tindakan penyusupan agen rahasia Freemasonry pun dilakukan demi membungkam kegiatan Harun Yahya.

Bisa ditebak, media massa pro evolusi memanfaatkan peristiwa ini untuk melakukan pembunuhan karakter Harun Yahya untuk kesekian kalinya dengan berbagai tuduhan negatif, tak terkecuali situs rujukan seperti wikipedia.

Menjawab putusan pengadilan ini, Harun Yahya menyampaikan pernyataan penting dalam sebuah konferensi pers.

“Ini adalah sebuah kasus yang mungkin akan tercatat dalam sejarah. Saya belum pernah mendengar, melihat atau membaca kasus yang penuh tipu daya semacam ini. Namun kami masih menaruh rasa hormat yang sepatutnya.

Kami menghormati sistem keadilan. Kami menghormati keputusan pengadilan. Ada suatu kebaikan dalam segala hal. Keputusan itu telah ditakdirkan dalam pandangan Allah sebelum para orang tua hakim itu dilahirkan. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan hakim ketika saatnya tiba. Mereka mengeluarkan pernyataan putusan pengadilan yang ada dalam takdir mereka. Tak seorang pun dapat menentukan untuk dirinya sendiri, tidak pula membuat pernyataan apa pun sekehendaknya sendiri. Setiap orang membuat pernyataan yang telah ditetapkan dalam takdirnya. Mengapa ini terjadi dengan cara sedemikian itu? Sebab kebaikan akan muncul dengan takdir itu terjadi, “ ujarnya.

Harun Yahya menyebut pemenjaraan dirinya diibaratkan kasus Nabi Yusuf AS. “Insya Allah, kami juga berada pada jalan Nabi Yusuf AS. Kami berada pada jalan para nabi yang dirahmati. Kami menetapi sunnah mereka yang agung. Insya Allah kami melakukan apa yang mendatangkan kebaikan. Orang mukmin berada di jalan para nabi, dan di dalam Al-Quran,” katanya dikutip www.harunyahya.com. [as/cha/berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Survey ke Taman Wiladatika Cibubur

0

Sejak diamanahi untuk memimpin TDA Management beberapa bulan lalu, kesibukan saya bertambah. Kalau sebelumnya aktivitas saya cuma bekerja dan nyambi sedikit bisnis, sekarang juga menjadi penanggung jawab kegiatan-kegiatan yang diadakan Komunitas Tangan Diatas atau TDA (www.tangandiatas.com). Tugas TDA Management antara lain membuat rencana-rencana kegiatan baik berupa workshop/pelatihan, bedah buku, dan kegiatan lain yang dibutuhkan oleh anggota Komunitas TDA. Dalam hal ini TDA-M hampir mirip fungsinya dengan sebuag Event Organizer (EO).

Kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan adalah pada tanggal 25 May 2008 dari jam 08.00 sampai 12.00WIB yaitu Workshop Mental Block Breaker bersama Bapak Zainal Abidin (Bang Jay) dari Institut Kemandirian. Uniknya, lokasi kegiatan tersebut baru kami (TDA-M) informasikan kepada para peserta melalui SMS dan email pada hari Sabtu 24 May 2008 mulai pukul 19.00WIB.

Lokasi yang jadi pilihan kami adalah Taman Wiladatika Cibubur. Lokasi ini dipilih selain atas masukan beberapa teman, juga mempertimbangkan kemudahan transportasi bagi para peserta yang sudah diharuskan sampai di lokasi sejak pukul 07.30WIB.

Sore tadi, Tim TDA-M (saya, Kang Adang, Mas Rery, Mbak Siska, dan Mbak Hany) melakukan survey ke lokasi.

Taman Wiladatika sendiri cukup nyaman...banyak pepohonan. Kebetulan disana juga sedang ada shooting sinetron. He..he..pas-pasan dengan Alexandra Gottardo. Cuma kayaknya dia nggak ngenalin saya...lupa kali ya? :P

Rindangnya pepohonan membuat susana nyaman...hm..enak juga nih jalan-jalan diantara rerumputan. Banyak juga yang asyik pacaran..berduaan di pinggir-pinggir pohon...hei...awas nanti ketangkep hansip baru tau rasa...dikawinin paksa..

Sempat terjadi perubahan area dan melakukan beberapa perubahan skenario acara, mengingat ada beberapa hal yang tidak pas dengan setting lokasi. Akhirnya setelah berdiskusi dengan Bang Jay yang menyempatkan datang on the spot, kami pilih Ruang Jepang sebagai lokasi. Urusan administratif diselesaikan, bada maghrib Tim TDA-M pun meluncur ke Tamini Square untuk mematangkan acara dan membeli beberapa perlengkapan.

Setelah selesai membeli perlengkapan buat besok, kamipun pulang kerumah masing-masing. Motor saya membelah pekatnya malam. Urghh....cape juga badan ini..seharian keluar rumah....

Mudah-mudahan acara besok berlangsung lancar...Terima kasih buat teman-teman yang sudah kasih masukan soal lokasi ini....

Udah dulu akh...ngantuk nih...sebagai panitia harus sampai di lokasi jam 06.30WIB berarti kan mesti berangkat dari Klender paling lambat jam 05.20WIB....

Zzzzzzzzzzzz.........

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

PARIS 23-05-2008: Bedah buku `Quantum Sholat`bersama Ust. Sukeri Abdillah

0

Assalamu'alaikum Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT...

RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) mengundang rekan-rekan untuk berakhir pekan di PARIS (Pengajian Akhir Pekan RISKA) pada:

Hari / Tanggal : Jum'at / 23 Mei 2008
Waktu : Pkl 18.00 - 20.30 WIB (Sholat Maghrib & Sholat Isya berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa)
Tempat : Ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng - Jakarta
Tema : BEDAH BUKU "QUANTUM SHOLAT"




Pembicara : Ust. Sukeri Abdillah

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM.

Ditunggu kehadirannya & silahkan menyebarkan Informasi ini ke saudara/i kita.

Info Selengkapnya:
- Sekretariat RISKA (021) 31905839
- M. Shobrun Jamiil (021) 32227585 / 081586307454
- Muni (021) 68886012 / 08129788260

Jazakumullahu khairan katsiran.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.







Salam Hangat dari Menteng,
Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA , remaja islam yang punya gaya TM
Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 3100580, 31905839
fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa[at]gmail.com
website: www.riskaonline.org







Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Workshop Mental Block Breaker Bersama Bpk.Zainal Abidin

0

Assalamualaikum Wr Wb.

Dear Funtastic Member,

Success is My Right.
Secara sederhana sukses adalah tercapainya semua hal yang kita inginkan.
Semua orang tentunya hanya ingin satu hal ,yaitu :
Bahagia.
Semua manusia yang ingin sukses sadar betul bahwa selama hidupnya dia mesti bahagia.
Maka mengejar kesuksesan itu adalah harus dilakukan.

Namun seringkali kita menghadapi kendala ,yaitu :Mental Block dari diri kita sendiri,yang umumnya terkait dalam 2(dua) hal yaitu :
1.)Penderitaan yang menyakitkan dan
2.)Kenikmatan yang luar biasa nikmat.

Menjawab kebutuhan rekan-rekan Member TDA yang haus akan ilmu dan ingin mendapatkan kemampuan untuk merubah Mental Block Breaker,sebagai ajang dari kegiatan TDA-M akan mengadakan Workshop mengubah Mental Block menjadi penggabungan pada rasa sakit dan rasa senang untuk membangun Power Motivation Dahsyat.

Acara Workshop ini Insya Allah akan di selenggarakan pada :
Hari / Tanggal : Minggu / 25 Mei 2008
Waktu : 08.00 -12.00
Nara Sumber : Bpk.Zainal Abidin ( Institut Kemandirian )
Tempat : Tentative
Peserta : Terbatas hanya untuk 100 orang

Biaya :
Rp50.000/peserta untuk pembayaran sampai tanggal 19 Mei 2008
Rp75.000/peserta untuk pembayaran sampai tanggal 23 Mei 2008
(Sudah termasuk makan siang dan untuk TDA Peduli )

Mekanisme Pendaftaran Peserta Workshop Mental Block Breaker :
1.)Lakukan pembayaran sebesar Rp.50.000 untuk pembayaran sampai tanggal 19 Mei 2008 dan sebesar Rp.75.000 untuk pembayaran sampai tanggal 23 Mei 2008 , di tambah 3(tiga) angka terakhir dari nomer HP /telpon Anda.
Pembayaran di transfer ke Rekening :
BCA nomer 5020 193 885 atas nama Hany Ansyoriah
Bank Mandiri nomer 124 000 504 1562 atas nama Hany Ansyoriah
2.)Lakukan konfirmasi pembayaran ke tda_eo@yahoo. com dengan format :
Nama :
No.Telpon/HP :
3.)Pastikan nama Anda tercantum pada Daftar Peserta yang di keluarkan oleh TDA-M.
4.)Peserta yang mendaftar ke TDA-EO adalah yang telah melakukan pembayaran.

Bagi para member yang telah terdaftar dalam Workshop Mental Block Breaker,perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1.)Peserta harus datang tepat waktu.Bagi yang terlambat akan mendapatkan sangsi.
2.)Peserta yang sudah daftar tapi tidak hadir pada tanggal pelaksanaan tidak di perkenankan untuk ikut serta dalam 2(dua) kegiatan TDA-M berikutnya.
3.)Peserta yang berhalangan tidak bisa di wakilkan.

Workshop ini penting untuk Anda yang ingin mampu merubah situasi,baik individu maupun lingkungan,karena Andalah pemenangnya.
Jadi,jangan ketinggalan Workshop ini.ambil tindakan dan daftarkan diri Anda sekarang juga!

Salam Funtastic !
Tim TDA-M

------------ ----
Menuju Era Baru dengan TDA-M 2.0

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

PARIS 16-05-2008: `Sebaik-baiknya Tempat Mengadu` bersama Ust. Bobby Herwibowo, Lc

0

Assalamu'alaikum Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT...

RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) mengundang rekan-rekan untuk berakhir pekan di PARIS (Pengajian Akhir Pekan RISKA) pada:

Hari / Tanggal : Jum'at / 16 Mei 2008
Waktu : Pkl 18.00 - 20.30 WIB (Sholat Maghrib & Sholat Isya berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa)
Tempat : Ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng - Jakarta
Tema : "SEBAIK-BAIKNYA TEMPAT MENGADU"

Pembicara : Ust. Bobby Herwibowo, Lc

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM.

Ditunggu kehadirannya & silahkan menyebarkan Informasi ini ke saudara/i kita.

Info Selengkapnya:
- Sekretariat RISKA (021) 31905839
- M. Shobrun Jamiil (021) 32227585 / 081586307454
- Muni (021) 68886012 / 08129788260

Jazakumullahu khairan katsiran.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam Hangat dari Menteng,
Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA , remaja islam yang punya gaya TM
Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 3100580, 31905839
fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa[at]gmail.com
website: www.riskaonline.org

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Deskripsi Al-Quran Tentang Tampak Luar dan Tampak Dalam Janin

0

VI. QUR’AANIC DESCRIPTION OF THE INTERNAL AND EXTERNAL APPEARANCE OF THE FETUS
Bab VI
Deskripsi Al-Quran Tentang Tampak Luar dan Tampak Dalam Janin


Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.

Dokumen terjemahan dicetak dengan huruf seperti ini.


We present to you Dr. Marshall Johnson, Professor Emeritus of Anatomy and Developmental Biology at Thomas Jefferson University Philadelphia, Pennsylvania, U.S.A. There for 22 years he was Professor of Anatomy, the Chairman of the Department of Anatomy, and the Director of the Daniel Baugh Institute. He was also the President of the Teratology Society. He has authored more than 200 publications. We first met with Professor Johnson at the 7th Saudi Medical Conference, where a special committee was formed to investigate scientific signs in the Qur’an and the Sunnah.


Kami hadirkan Dr. Marshall Johnson, Profesor Anatomi dan Perkembangan Biologi dari Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, U.S.A. Di sana, selama 22 tahun dia menjabat sebagai Profesor Anatomi, Ketua Departemen Anatomi dan Direktur Institut Daniel Baugh. Dia juga adalah seorang Ketua Masyarakat Teratology. Dia menulis lebih dari 200 artikel. Kami pertama kali bertemu dengan Profesor Johnson pada Konferensi Kedokteran Saudi ke-7, di mana sebuah komite khusus dibentuk untuk menyelidiki tanda-tanda sains dalam Al-Quran dan Sunnah.


When we met together with the committee, Professor Johnson asked us what our committee was doing. We told him that the subject of our study was the relationship between what the Qur’an and Sunnah have contained 1400 years ago and what modern scientists tell us. He asked: Like what? We said: ‘For example, modern science tells us that the human prenatal development goes through several stages whereas the Qur’an mentioned these stages to us 1400 years ago.’


Ketika kami bertemu dalam satu komite, Profesor Johnson menanyakan kepada kami tentang apa yang akan dilakukan oleh komite ini. Kami memberitahu dia bahwa pokok bahasan yang dipelajari adalah hubungan antara apa yang ada dalam Al-Quran dan Sunnah yang diturunkan 1400 tahun yang lalu dengan fakta-fakta sains modern. Dia menanyakan: Contohnya? Kami menjawab: Contohnya, sains modern memberi tahu kita bahwa perkembangan janin manusia berjalan melalui beberapa tahap yang mana Al-Quran telah menyinggung tentang ini 1400 tahun yang lalu.


Professor Johnson was appalled when he heard this. He expressed his feeling by simply saying: ‘No’ no, no! What kind of talk is that?’


We understood the effect of such statements upon him. We knew he was one of the foremost scientists in the United States. He knew, of course, that after the discovery of the microscope in the 16th century, physicians throughout the 17th century believed that a human being’s origin began entirely in the male’s semen, specifically in the male’s sperm. This picture was the evidence used by scientists in the 17th century, and partly in the 18th century, to support their belief that the human being was created wholly from the male sperm, but after the discovery of the ovum was larger than the sperm of the male. In this way they ignored the role of the man in the 18th century, just as they had ignored that of the woman in the 17th century.


Profesor Johnson terkejut mendengar ini. Dia merasa heran dan mengatakan: 'Oh, tidak, jangan seperti itu, perbincangan macam apa ini?'.


Kami memahami akibat dari pernyataan ini terhadapnya. Kami mengetahui bahwa dia adalah salah satu ahli sains terkemuka di Amerika. Kami mengetahui, tentu saja, bahwa setelah penemuan mikroskop pada abad ke-16, para dokter di abad ke-17 meyakini bahwa asal mula perkembangan manusia mulai secara utuh dari air mani pihak laki-laki saja, yaitu hanya dari sperma laki-laki. Gambaran seperti ini adalah bukti yang digunakan oleh para ahli sains di abad ke-7, dan sebagian ahli di abad ke-18, untuk mendukung keyakinan mereka bahwa manusia tercipta secara utuh hanya dari sperma laki-laki. Akan tetapi setelah penemuan indung telur (ovum) yang lebih besar dari sperma laki-laki, akhirnya, mereka mengabaikan peranan (sperma) laki-laki di abad ke-18, sebagaimana mereka mengabaikan peranan (indung telur) wanita di abad ke-17.


It was not until the middle of the 19th century when the scientists began to discover that the human embryonic development took place in several successive stages. It was for this reason when Professor Johnson was told that this information has been in the Qur’an for 1400 years that he stood up and shouted: ‘No, No!’ So we in turn handed him a copy of the Qur’an and showed him the following verse which he read in the English translation:


What is the matter with you, that you are not conscious of Allah ’s Majesty. Seeing that it is He who has created you in diverse stages? (Qur’an 71:13-14).


Then we showed him this verse:


He creates you in the wombs of your mother, in stages, one after another, in three veils of darkness. (Qur’an 39:6).


Keyakinan ini dipertahankan sampai pertengahan abad ke-19 ketika para ahli sains mulai menyelidiki perkembangan embrio manusia yang terjadi dalam beberapa tahap yang jelas. Dengan alasan inilah ketika Profesor Johnson diberitahu bahwa informasi ini telah ada dalam Al-Quran 1400 tahun yang lalu, maka dia berdiri dan berseru: 'Oh tidak! jangan seperti itu ... ' Maka kami memberinya sebuah Al-Quran dan menunjukkan padanya ayat berikut ini yang dibacanya dari terjemahan Bahasa Inggris:


Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah. Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian.
(Quran 71:13-14).


Kemudian kami tunjukkan padanya ayat berikut:


... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan ...
(Quran 39:6)


At this, Professor Johnson sat down and said: But this could be explained in three possibilities. The first is that it can be mere coincidence.


So we collected more than 25 texts and presented them to him. Then we asked him: ‘Is it possible that these texts are coincidence?’ Moreover, the Glorious Qur’an has given each of these stages a name: the first being the nutfah, or the drop of water, the second being the ‘alaqah, a leech-like substance, the third being the mudghah, or a chewed-like lump, the fourth being bones, and then the clothing of the bones with flesh. Can all this be a coincidence? He flatly said: ‘No.’


Setelah itu, Profesor Johnson duduk dan mengatakan: Akan tetapi ini bisa dijelaskan dengan tiga kemungkinan. Pertama, mungkin saja ini hanyalah merupakan sesuatu yang kebetulan saja.


Maka kami mengumpulkan lebih dari 25 ayat-ayat Al-Quran dan menunjukkan padanya. Kemudian kami menanyakan padanya: 'Mungkinkah teks-teks ini tertulis secara kebetulan saja?' Selanjutnya, Al-Quran yang Suci telah memberi nama untuk setiap tahap: pertama sebagai nutfah, atau setetes air, kedua sebagai 'alaqah, atau sesuatu yang mirip-lintah, dan ketiga sebagai mudghah, atau gumpalan yang menyerupai sesuatu yang dikunyah, keempat sebagai tulang-tulang (kerangka), dan kemudian penutupan tulang-tulang dengan daging. Apakah semua ini hanya suatu kebetulan belaka? Dia menjawab dengan datar: 'Tidak mungkin!'.


Then we asked him: ‘Then what remains?’ He said: The other possibility is that Muhammad had hold [of a] powerful microscope.


We said: ‘You know that this sort of minute and specialized knowledge, which has been contained in the Qur’an, can only be obtained by very powerful microscopes. And anyone possessing such powerful microscopes must also possess very high technology, which must be reflected in his daily living, his house, his food, his control and management of war and quest for peace…etc. And you know that technological advancement is a process of cumulative inheritance, passed in and proved upon from one generation to the other.’


Kemudian kami menanyakan: 'Kemudian apa lagi?' Dia mengatakan: Kemungkinan yang lain adalah bahwa Muhammad pada saat itu telah memiliki mikroskop yang canggih.


Kami mengatakan: 'Anda mengetahui bahwa pengetahuan yang khusus ini, yang telah ada dalam Al-Quran, hanya bisa diperoleh dengan menggunakan mikroskop yang sangat canggih. Dan seseorang yang memiliki alat mikroskop yang canggih ini pastilah juga memiliki teknologi yang tinggi, yang seharusnya tercermin dari kehidupan sehari-harinya, rumahnya, makanannya, pengendalian dan manajemen perang, perburuan kedamaian ... dsb. Dan Anda mengetahui bahwa perkembangan teknologi seperti ini adalah sebuah proses yang turun-temurun secara kumulatif, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.


Professor Johnson laughed and said: In fact I saw the first microscope invented in the world. It does not magnify more than 10 times and does not even show a clear picture.


Profesor Johnson tertawa dan mengatakan: Bahkan saya pernah melihat mikroskop pertama yang ditemukan di dunia yang tidak bisa memperbesar lebih dari 10 kali dan bahkan juga tidak bisa menunjukkan gambar yang jelas.


The Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), never had possession of scientific equipment or microscopes. The only thing that remains for us to say that he was a Messenger from Allah. After this, Professor Johnson began to take interest in the study of scientific signs in the Qur’an, concentrating in some of his research on the stages of embryonic development. While Dr. Moore and others discussed the external fetal appearance, Professor Johnson concentrated his presentation on the Qur’an’s detailed descriptions of the internal as well as external of the fetus.


Nabi Muhammad saw, tidak pernah memiliki peralatan canggih atau pun mikroskop. Kemungkinan terakhir yang tersisa sekarang adalah bahwa Nabi Muhammad saw adalah Utusan Allah. Setelah ini, Profesor Johnson mulai tertarik untuk mempelajari tanda-tanda sains dalam Al-Quran, memusatkan konsentrasi pada beberapa penelitiannya terhadap tahap-tahap perkembangan embrio. Sedangkan Dr. Moore dan yang lainnya mendiskusikan penampakan luar janin, Profesor Johnson memusatkan perhatian pada deskripsi lengkap Al-Quran pada penampakan luar maupun penampakan dalam janin.


Professor Johnson: In summary, the Qur’an describes not only the development of external form, but emphasizes also the internal stages, the stages inside the embryo, of its creation and development, emphasizing major events recognized by contemporary sciences.


For example, this drawing of the mudghah [Fig. 6.1], or the chewed-like structure, is one of the things that Professor Johnson used as evidence.


Profesor Johnson: Secara ringkas, Al-Quran menjelaskan tidak hanya perkembangan luar janin, akan tetapi juga menekankan pada tahap-tahap internal, tahap-tahap di dalam embrio, pada penciptaannya dan perkembangannya, menekankan pada kejadian-kejadian penting yang hanya diketahui oleh sains masa kini.


Sebagai contoh, gambar mudghah [gambar 6.1] berikut ini, atau sesuatu yang tampak seperti dikunyah, adalah salah satu yang dijadikan bukti oleh Profesor Johnson.


firstmo.gif (15612 bytes)
Fig. 6.1
Gambar. 6.1


This picture of the mudghah shows the external appearance of the embryo with its curved structure, and with visible protuberances and grooves resembling teeth-marks, we notice the swallows and the grooves, we also notice the curved surface, all which give the embryo its distinctive features while the embryo at this stage is only one centimeter in length.


Gambar mudghah ini menunjukkan penampakan luar embrio dengan struktur kurvanya, dan dengan bagian menonjol yang bisa dilihat dan alur-alur yang menyerupai bekas gigitan, kami memperhatikan ??swallow=tenggorokan?? dan alur-alur guratan itu, dan juga memperhatikan permukaan kurva, yang kesemuanya memberi embrio ciri khas yang jelas ketika embrio pada tahap ini hanya memiliki panjang satu sentimeter.


If we were to make an incision in the embryo and dissect the internal organs, we would find that most of them are already formed, as it is apparent here. You can also see from this picture that some of the cells have already formed, while others are not yet completely formed.


Jika kami harus membuat sebuah irisan di dalam embrio dan membedah organ dalamnya, kami akan menemukan bahwa kebanyakan organ-organ ini telah terbentuk, sebagaimana terlihat di sini. Anda juga bisa melihat dari gambar ini bahwa beberapa sel telah terbentuk, sedangkan sel-sel yang lain belum terbentuk secara sempurna.


How then would we describe this embryo? What do we say? Could we say it is the complete creation? Then we are describing the part which is already created, and if we say it is an incomplete creation, then we are describing the part which is not yet created, the question would be: Is it a complete creation or is it an incomplete creation? There is no better description of that stage of embryologenesis than the Qur’anic description which says: …mudghah (chewed-like structure) partly formed and partly unformed… (Qur’an 22:5).


Bagaimana cara kita mendeskripsikan embrio ini? Apa yang harus kita katakan? Dapatkah kita katakan sebagai ciptaan yang sempurna? Jika demikian maka kita menjelaskan bagian yang telah terbentuk, dan jika kita katakan embrio ini sebagai ciptaan yang belum sempurna, maka kita menjelaskan bagian yang belum tercipta, maka pertanyaannya adalah: Apakah ini ciptaan yang telah sempurna atau ciptaan yang belum sempurna? Tidak ada deskripsi yang lebih baik pada tahap ini dari pada deskripsi yang ada di dalam Al-Quran yang mengatakan:


... kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna ...
(Quran 22:5).


Here is Professor Marshall Johnson giving the conclusion of his research: As a scientist, I can only deal with things which I can specifically see. I can understand the words that are translated to me from the Qur’an. As I gave the example before, if I were to transpose myself into that era, knowing what I knew today in describing things, I could not describe the things which were described. I see no evidence for the refutation of the concept that this individual, Muhammad, had to be developing this information from some place. So I see nothing here in conflict with the concept that divine intervention was involved in what he was able to write.


Di sini Profesor Marshall Johnson memberikan kesimpulan dari penelitiannya: Sebagai seorang ahli sains, Saya hanya bisa berhubungan dengan sesuatu yang dapat saya lihat secara jelas. Saya bisa mengerti kata-kata yang diterjemahkan kepada saya dari Al-Quran. Sebagaimana telah saya berikan contoh sebelumnya, jika saja saya berpindah waktu ke jaman itu, mengetahui apa yang telah saya ketahui saat ini dalam menjelaskan sesuatu, maka saya tidak mungkin bisa menjelaskan sesuatu yang telah dijelaskan (dalam Al-Quran) tersebut. Saya tidak menemukan bukti untuk menolak kenyataan bahwa orang ini, Muhammad, pastilah mendapatkan informasi ini dari tempat lain. Saya tidak menemukan perselisihan dengan konsep bahwa campur tangan Ilahi terlihat di sini sehingga dia bisa menulis yang demikian itu.


Yes, It is the Revelation. The only way left to mankind is to follow the example of those great scientists, acknowledging that Allah has revealed to Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), a Book from Allah ’s knowledge. Allah has further promised that mankind will, over time, come to discover the signs which prove that the Qur’an is truly a Book revealed by Allah.


Ya, itulah Wahyu. Jalan satu-satunya yang tertinggal bagi manusia adalah mengikuti contoh yang diberikan oleh para ahli sains terkemuka tersebut, mengakui bahwa Allah telah mewahyukan kepada Muhammad saw, sebuah Kitab yang diturunkan dari ilmu Allah. Selanjutnya Allah telah menjanjikan bahwa manusia, seiring dengan waktu, akan menemukan tanda-tanda yang membuktikan bahwa Al-Quran ini adalah benar-benar sebuah Kitab yang diwahyukan dari Allah.


Allah, may He be Exalted and Glorified, said in the Qur’aan:


And you shall certainly know the truth of it (all) after a while (Qur’aan, 38:88).


Allah also said:


For every prophecy is a limit of time, and soon shall you know it (Qur’aan 6:67).


And said:


Soon will we show them our signs in the (furthest) regions (of the earth), and in their own selves, until it becomes manifest to them that this is the truth. Is it not enough that your Lord does witness all things. (Qur’aan 41:53).


Allah swt berfirman dalam Al-Quran:


Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi.
(Quran 38:88)


Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
(Quran 6:67)


Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu
(Quran 41:53)


1mosomitephoto.gif (66276 bytes)
Fig. 6.2 One Month Fetus
Gambar 6.2 Janin Satu Bulan

Sumber : http://abdshomad.8m.com/offline/www.it-is-truth.org/chapters/fetusexternal.htm

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Fase Embrio

0

V. THE EMBRYONIC PHASES
Bab V
Fase Embrio


Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.

Dokumen terjemahan dicetak dengan huruf seperti ini.


We present to you Dr. G.C. Goeringer, Course Director and Associate Professor of Medical Embryology at the Department of Cell Biology, School of Medicine, Georgetown University, Washington, D.C.. We met with him and asked him whether in the history of embryology there was any mention of the different stages of embryonic development and whether there were any books on embryology at the time of the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam) or the centuries after him which mention these various stages, or whether the division into these different stages only came to be known in the middle of the nineteenth century. He said that the ancient Greeks were concerned with the study of embryology and many of them attempted to describe what happens to the fetus and how it develops. We agreed with him that Aristotle, among others, attempted to expound some theories on the subject, but was there any mention made of these stages?


Kami hadirkan, Dr. G.C. Goeringer, Direktur Kursus dan Profesor Kepala Embriologi Kedokteran di Departemen Biologi Sel, Sekolah Kedokteran, Universitas Georgetown, Washington, D.C.. Kami bertemu dengan dia dan menanyakan kepadanya apakah dalam sejarah embriologi dikenal atau disebutkan tentang adanya tahap-tahap yang berbeda dari masa perkembangan embriologi dan apakah ada buku-buku di bidang embriologi pada masa kenabian Muhammad atau beberapa abad setelahnya yang menyebutkan tahap-tahap yang berbeda ini, atau apakah pembagian ke dalam beberapa tahap hanya ditemukan di pertengahan abad ke sembilan belas saja? Dia mengatakan bahwa Yunani Kuno telah tertarik untuk mempelajari embriologi dan banyak diantara mereka mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi terhadap janin dan bagaimana janin itu berkembang. Kami setuju dengan pernyataan ini bahwa Aristotle, diantara yang lainnya, mencoba untuk menjelaskan beberapa teori dalam subyek ini, akan tetapi apakah dalam teori-teori tersebut telah disebutkan tentang tahap-tahap ini?


We know that these stages were known until the middle of the nineteenth century and were not proven until the beginning of the twentieth century. After a long discussion, Professor Goeringer concurred that there was no mention of these phases. Thus we asked him if there was any specific terminology applied to these phases similar to that found in the Qur’aan. His reply was negative. We asked him: ‘What is your opinion on these terms which the Qur’aan uses to describe the phases which the fetus goes through?’ After long discussions, he presented a study at the 8th Saudi Medical Conference. He mentioned in the study man's basic ignorance of these phases. He also discussed the comprehensiveness and precision of these Qur’aanic terms in describing the development of the fetus by means of concise and comprehensive terms which convey far reaching truth. Let us listen to Professor Goeringer as he explains his opinion:


Kami mengetahui bahwa tahap-tahap ini belum diketahui sampai pertengahan abad sembilan belas dan belum dibuktikan sampai pada awal abad ke dua puluh. Setelah diskusi yang cukup lama, Profesor Goeringer menyetujui bahwa tahap-tahap ini belum pernah disebutkan sebelumnya. Karenanya, kami menanyakan kepadanya apakah pernah ada terminologi yang khusus diterapkan pada tahap-tahap ini yang serupa dengan yang ada di Al-Quran? Dia menjawab: Negatif (tidak ada). Kami menanyakan: 'Bagaimana pendapat Anda tentang topik tahap-tahap perkembangan janin yang dijelaskan dalam Al-Quran?' Setelah melalui diskusi yang lama, dia menunjukkan sebuah studi pada abad ke-8 dalam Konferensi Kedokteran Saudi. Dia menyebutkan dalam studi ini tentang ketidakpedulian (kebodohan) manusia terhadap tahap-tahap ini. Dia juga mendiskusikan keakuratan dan kejelian pembagian menurut Al-Quran dalam menjelaskan perkembangan janin dengan cara yang ringkas dan dengan istilah yang mudah dimengerti. Mari kita dengarkan Profesor Goeringer menjelaskan pendapatnya:


In a relatively few Aayahs (Qur’aanic verses), is contained a rather comprehensive description of human development from the time of the commingling of the gametes through organogenesis. No such distinct and complete record of human development such as classification, terminology, and description existed previously. In most, if not all, instances, this description antedates by many centuries the recording of the various stages of human embryonic and fetal development recorded in the traditional scientific literature.


Pada beberapa ayat (Al-Quran), terdapat penjabaran yang lebih lengkap tentang perkembangan manusia dari waktu penggabungan gamet sampai dengan organogenesis. Rekaman yang terpisah dengan jelas dan lengkap dalam pengklasifikasian, terminologi, dan deskripsi perkembangan manusia belum pernah ditemukan sebelumnya. Pada kebanyakan contoh, -- jika tidak semuanya, -- deskripsi tentang pentahapan embrio manusia dan perkembangan janin ini muncul beberapa abad lebih dahulu daripada literatur sains tradisional.


The discussion with Professor Goeringer led us to talk about a fact which was discovered recently and which would eliminate any controversy. Although the virgin birth of Christ has been a Christian belief for centuries, some among the Christians insist that Christ must have had a father, as a virgin birth is 'scientifically impossible'. They argue this, and perhaps they do not know, that there could be a creation without a father. The Qur’aan replied to them and has used as an example the creation of Adam. Allah said: The similitude of Jesus before Allah is as that of Adam; He created him from dust, then said to him: 'Be': And he was. (Qur’aan 3:59).


Diskusi dengan Profesor Goeringer telah mendorong kami untuk membicarakan tentang sebuah fakta yang baru saja ditemukan belakangan ini yang akan mengurangi kontroversi. Meskipun kelahiran Yesus dari perawan (Maria) menjadi bagian dari keyakinan ummat kristiani selama beberapa abad, beberapa diantara mereka bersikeras mengatakan bahwa Yesus pasti mempunyai seorang ayah, karena kelahiran dari seorang perawan adalah 'tidak mungkin secara sains'. Mereka memperdebatkan ini karena mungkin mereka tidak mengetahui adanya kemungkinan penciptaan tanpa seorang ayah. Al-Quran menjawab mereka dan telah menggunakan sebuah contoh tentang penciptaan Adam. Allah berfirman:


'Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: 'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia.
(Quran 3:59)
.


There are three types of creation:

  1. Adam, who was created without a mother or father
  2. Eve, who was created without a mother
  3. Jesus Christ, who was created without a father


Ada tiga macam penciptaan:

  1. Adam, yang diciptakan tanpa seorang ibu atau ayah
  2. Hawa (Eve), yang diciptakan tanpa seorang ibu
  3. Yesus Kristus (Isa), yang diciptakan tanpa seorang ayah


Therefore, the One who was able to create Adam without a father or a mother is also able to create Jesus from a mother and without a father. In spite of this, the Christians still continue to argue even though Allah has sent them evidence after evidence and proof after proof. Then when they are asked why they persist in this controversy, they reply that they have never seen or heard of anybody being created without a father and a mother. But modern science now revealed that many animals and beings in this world are born and reproduced without fertilization from the male of the species. For example, a male bee is no more than an egg which has not been fertilized by the male, whereas the egg which has been fertilized by the male functions as a female. Moreover, male bees are created from the eggs of the queen but without fertilization by a male. There are many other examples such as this in the animal world. Moreover, man today has the scientific means of stimulating the female's egg of some organisms so that this egg develops without fertilization by a male.


Oleh karenanya, Dzat yang bisa menciptakan Adam tanpa seorang ayah atau pun juga seorang ibu juga bisa menciptakan Yesus dari seorang ibu dan tanpa seorang ayah. Meskipun demikian, ummat Kristiani akan terus memperdebatkan meskipun Allah telah mengirimkan kepada mereka tanda-tanda dan bukti-bukti yang menguatkan. Ketika mereka ditanya mengapa mereka tetap dalam persengketaan, mereka menjawab bahwa mereka belum pernah melihat atau mendengar seorang pun yang tercipta tanpa seorang ayah dan seorang ibu. Akan tetapi sains modern saat ini membuktikan bahwa banyak binatang dan makhluk hidup di dunia ini yang terlahir dan berkembang biak tanpa proses pembuahan pihak laki-laki (pejantan) dari spesiesnya. Sebagai contoh, seekor lebah jantan tidak lebih dari sekedar telur yang belum dibuahi, sedangkan telur yang telah dibuahi (oleh pejantannya) berkembang menjadi lebah betina (ratu). Selain itu, lebah-lebah jantan tercipta dari telur-telur ratu lebah yang tidak dibuahi oleh pejantannya. Ada banyak sekali contoh yang demikian di dunia hewan. Selain itu, manusia saat ini memiliki sarana sains untuk merangsang telur dari beberapa organisme sehingga telur-telur ini berkembang tanpa pembuahan dari pejantannya.


Let us read the words of Professor Goeringer: In another type of approach, unfertilized eggs of many species of amphibians and lower mammals can be activated by mechanical (such as pricking with a needle), physical (such as thermal shock), or chemical means by any of a number of different chemical substances, and continue to advance to stages of development. In some species, this type of parthenogenetic development is natural.


Mari kita perhatikan kata-kata Profesor Goeringer: Dalam beberapa contoh pendekatan, telur-telur yang tidak dibuahi dari beberapa spesies amfibi dan mamalia tingkat rendah dapat diaktifkan secara mekanik (seperti penusukan dengan sebuah jarum), secara fisik (seperti kejutan panas), atau secara kimia dengan pencampuran dari beberapa substansi kimia yang berbeda, dan berlanjut ke tahap perkembangan. Dalam beberapa spesies, tipe perkembangan secara parthenogenetic seperti ini adalah alami.


Allah has given us the definitive answer and he used Adam, whom they believe in, as an example of a human being who has no father or mother. The Christians regard as deviance the fact that a human being can be born without a father. Thus, Allah has shown them an analogy of a human being who had no father and no father, that is, Adam. The Qur’aan says: The similitude of Jesus before Allah is as that of Adam; He created him from dust, then said to him: 'Be': and he was. (Qur’aan 3:59).


Allah telah memberitahu kita dengan jawaban yang jelas dan Dia menggunakan contoh Adam, yang mereka percayai sebagai contoh manusia yang tercipta tanpa ayah atau ibu. Ummat Kristiani menganggap penyimpangan fakta bahwa seseorang bisa tercipta tanpa seorang ayah. Karenanya, Allah menunjukkan kepada mereka sebuah pemisalan dari seorang yang tercipta tanpa ayah dan tanpa ibu, yaitu, Adam. Al-Quran mengatakan:


Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya:'Jadilah' (seorang manusia), maka jadilah dia.
(Quran 3:59)
.



Allah has willed that there be such scientific advancements and discoveries which provide proof after proof of the truth which has been revealed in the Qur’aan. It is in this way that the verses of this glorious book were revealed with the passage of time. The verses become known to the foremost scholars and scientists of our religion and of generations to come. Science will never deplete the wonders of the Qur’aan.


Allah berkehendak bahwa didapatkan perkembangan sains dan penemuan-penemuan dengan bukti-bukti yang mendukung kebenaran tentang apa yang diwahyukan-Nya di dalam Al-Quran. Dengan cara inilah ayat-ayat Kitab yang Suci diwahyukan seiring dengan perjalanan waktu. Ayat-ayat ini diketahui oleh sarjana-sarjana terkemuka dan para ahli sains agama kita dan generasi-generasi yang akan datang. Sains tidak akan pernah menghabiskan keajaiban Al-Quran.


And those to whom knowledge has come see that the (Revelation) sent down to you from your Lord - that is the truth, and that it guides to the path of the Exalted (In Mighty), worthy of all praise. (Qur’aan 34:6).


Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhan-mu itulah yang benar dan menunjuki (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
(Quran 34:6)


Allah, may He be Exalted and Glorified, said in the Qur’aan:


And you shall certainly know the truth of it (all) after a while. (Qur’aan, 38:88).


Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al-Quran setelah beberapa waktu lagi.
(Quran 38:88)


Allah also said:


For every prophecy is a limit of time, and soon shall you know it. (Qur’aan 6:67).


Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa oleh rasul-rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kamu akan mengetahui.
(Quran 6:67)


And He said:


Soon will we show them our signs in the (furthest) regions (of the earth), and in their own souls, until it becomes manifest to them that this is the truth. Is it not enough that your Lord does witness all things? (Qur’aan 41:53).


Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
(Quran 41:53)

Sumber: http://abdshomad.8m.com/offline/www.it-is-truth.org/chapters/embryonic.htm

ovum.jpg (52817 bytes) sperm.jpg (7467 bytes)

Fig. 5.1
Female Ovum
Indung Telur Wanita

Fig. 5.2
Male Sperm
Sperma Pria

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Tahap-tahap Penciptaan Manusia (B)

0

IV. STAGES OF THE CREATION OF MAN (B)
Bab IV
Tahap-tahap Penciptaan Manusia (B)


Catatan penerjemah:
Dokumen asli [dalam Bahasa Inggris] dicetak dengan huruf biasa.

Dokumen terjemahan dicetak dengan huruf seperti ini.


The book, 'The Developing Human' written by Professor Keith Moore has been translated into eight languages. This book is considered a scientific reference work, and was chosen by a special committee in the United States as the best book authored by one person. We met with the author of this book and presented to him many Qur’anic verses and Prophetic Ahadeeth which deal with his specialization in embryology.


Buku 'The Developing Human (Perkembangan Manusia)' yang ditulis oleh Profesor Keith Moore telah diterjemahkan ke dalam delapan bahasa. Buku ini diakui sebagai salah satu buku referensi sains, dan dipilih oleh sebuah komite khusus di Amerika sebagai buku terbaik yang ditulis oleh satu orang. Kami bertemu dengan penulis buku ini dan memperlihatkan kepadanya banyak ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Nabi yang bertepatan dengan spesialisasinya di bidang embriologi.


Professor Moore was convinced by our evidence, so we asked him the following question: ‘You mentioned in your book that in the Middle ages there was no advancement in the science of embryology, and that only very little was known at that time. At the same time the Qur’an was being revealed to the Prophet Muhammad (sallallahu ‘alaihi wa sallam), and he was guiding people according to what Allah revealed to him. There is found in the Qur’an a very detailed description of the creation of man and of the different stages of human development.


Profesor Moore dapat kami yakinkan dengan bukti-bukti yang kami bawa, maka kami menanyakan kepadanya: 'Anda menyebutkan di dalam buku Anda bahwa di abad pertengahan tak ada kemajuan dalam ilmu embriologi, dan bahwa hanya sedikit sekali yang diketahui pada waktu itu. Pada saat yang sama, Al-Quran sedang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, dan dia membimbing ummat berdasarkan apa yang telah diwahyukan oleh Allah kepadanya. Juga ditemukan dalam Al-Quran deskripsi yang sangat detail tentang perkembangan manusia dan tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan manusia.


You are a world renowned scientist, so why do you not uphold justice and mention these truths in your book?’ He replied: You have the evidence and not I. So why do you not present it to us?


Anda adalah salah seorang ilmuwan termasyhur, mengapa Anda tidak menjunjung keadilan dan menyebutkan kebenaran ini di buku Anda? Dia menjawab: Anda lah yang mempunyai bukti-bukti, bukan saya. Mengapa bukan Anda saja yang menunjukkannya kepada kami?.


We provided him with the facts and Professor Moore proved to be a great scholar. In the third edition of his book he did make some additions. This book has been translated, as we mentioned previously, into eight languages including Russian, Chinese, Japanese, German, Italian, Portuguese and Yugoslavian. This book enjoys worldwide distribution and is read by many of the world’s foremost scientists.


Kami menyediakan fakta-fakta kepadanya dan Profesor Moore terbukti sebagai salah seorang sarjana yang besar. Di edisi ketiga dari bukunya, dia membuat beberapa penambahan. Buku ini telah diterjemahkan, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, ke dalam delapan bahasa: Rusia, China, Jepang, Jerman, Italia, Portugis dan Yugoslavia. Buku ini menikmati distribusi mendunia dan telah dibaca oleh banyak ilmuwan-ilmuwan penting dunia.


Professor Moore states in his book about the Middle ages that: Growth of science was slow during the medieval period, and few high points of embryological investigation undertaken during this age are known to us. It is cited in the Qur’an, the Holy Book of the Muslims, that human beings are produced from a mixture of secretions from the male and the female. Several references are made to the creation of a human being from a sperm drop, and it is also suggested that the resulting organism settles in the woman like a seed, six days after its beginning. (The human blastocyst begins to implant about six days after fertilization. See Figure 4.1)


Profesor Moore menyatakan di dalam bukunya tentang abad pertengahan: Perkembangan sains sangat lamban selama masa pertengahan, dan hanya beberapa poin penting yang kita ketahui dalam bidang embriologi yang diteliti selama masa ini. Disebutkan dalam Al-Quran, Kitab Suci ummat Islam, bahwa manusia dihasilkan oleh sebuah campuran sekresi (zat yang dikeluarkan) dari laki-laki dan wanita. Beberapa referensi menyebutkan bahwa manusia diciptakan dari sebuah tetesan sperma, dan ditunjukkan pula bahwa organisme hasil pembuahan ini menetap dalam rahim wanita seperti sebuah benih, enam hari setelah permulaannya (Blastosit manusia mulai ditanamkan enam hari setelah pembuahan. (Lihat gambar 4.1)


blastocyst.JPG (19708 bytes)
Fig. 4.1
Gambar. 4.1


The Qur’an also states that the sperm drop develops - into a clot of congealed blood. (An implanted blastocyst or spontaneously aborted conceptus would resemble a blood clot.) Reference is also made to the leech-like appearance of the embryo. The embryo is not unlike a leech, or bloodsucker, in appearance. The embryo is also said to resemble – a chewed piece of substance - like gum or wood. (Somites somewhat resemble the teeth marks in a chewed substance - see Fig. 4.2).


Al-Quran juga menyatakan bahwa tetesan sperma berkembang - menjadi sebuah gumpalan darah yang membeku. (Sebuah blastosit yang tertanam atau orok (conceptus) yang gugur secara mendadak akan menyerupai sebuah gumpalan darah). Referensi dalam Al-Quran juga menyebutkannya sebagai penampakan seperti-lintah pada embrio. Embrio juga dikatakan menyerupai - sebuah benda yang dikunyah - seperti permen karet atau kayu. (Somites agak menyerupai bekas gigi pada benda yang dikunyah - lihat Gambar 4.2).



Fig. 4.2
Gambar 4.2


The developing embryo was considered to be human at 40 to 42 days and no longer resemble an animal embryo at this stage.(See Fig. 4.3) (The human embryo begins to acquire human characteristics at this stage). The Qur’an also states that the embryo develops with - three veils of darkness. This probably refers to (1) the maternal anterior abdominal wall, (2) the uterine wall, and (3) the amniochorionic membrane. (see Fig. 4.4) Space does not permit discussion of several other interesting references to human prenatal development that appear in the Qur’an.


Embrio yang berkembang bisa dianggap sebagai manusia pada hari ke-40 atau ke-42 dan tidak lagi menyerupai hewan pada tahap ini. (Lihat Gambar 4.3) (Embrio manusia mulai mendapatkan karakteristik manusia pada tahap ini). Al-Quran juga menyebutkan bahwa embrio berkembang dalam - tiga dinding kegelapan. Mungkin hal ini berkenaan dengan (1) dinding abdomin muka, (2) dinding rahim, dan (3) selaput amniochorionic. (Lihat Gambar 4.4) Ruang yang tersedia tidak memungkinkan untuk mendiskusikan beberapa referensi yang menarik pada perkembangan dalam masa sebelum kelahiran manusia yang disebutkan di dalam Al-Quran.



Fig. 4.3
Gambar. 4.3


2mophotolabeled.gif (75275 bytes)
Gambar 4.4
Figure 4.4


This is what Dr. Moore has written in his book, praise be to Allah, and which is now being distributed throughout the world. Scientific knowledge has made it incumbent upon Professor Moore to mention this in his book. He has concluded that the modern classification of embryonic development stages, which is adopted throughout the world, is not easy or comprehensive. It does not contribute to the understanding of the embryonic stages of development because those stages are on a numerical basis, that is, stage 1, stage 2, stage 3, etc. The divisions that have been revealed in the Qur’an do not depend on a numerical system. Rather they are based on the distinct and easily identifiable forms or shapes which the embryo passes through.


Inilah yang ditulis Dr. Moore di dalam bukunya, segala puji bagi Allah, dan saat ini sedang disebarkan ke seluruh dunia. Pengetahuan ilmiah telah membebankan tanggung jawab bagi Profesor Moore untuk menyebutkan hal ini di dalam bukunya. Dia telah menyimpulkan bahwa pengklasifikasian tahap perkembangan embrio modern, yang diadopsi seluruh dunia, tidaklah mudah dicerna dan tidak komprehensif. Pengklasifikasian yang ditawarkan ini tidak mengena dalam menjelaskan tahap-tahap embrionik karena tahap-tahap ini dinyatakan secara numerik, yaitu tahap 1, tahap 2, tahap 3, dsb. Pembagian yang diwahyukan dalam Al-Quran tidak bergantung pada sistem numerik. Akan tetapi didasarkan pada kejelasan dan kemudah-diidentifikasikannya rupa atau bentuk yang dilewati oleh embrio.


The Qur’an identifies the stages of pre-natal development as follows: Nutfah, which means 'a drop' or 'small amount of water'; ‘alaqah which means a 'leech-like structure'; mudghah, which means a 'chewed-like structure'; ‘idhaam, which means 'bones' or 'skeletons'; kisaa ul idham bil-laham, which means the clothing of bones with flesh or muscle, and al-nash'a which means 'the formation of distinct fetus'. Professor Moore has recognized that these Qur’anic divisions are actually based on the different phases of pre-natal development. He has noted that these divisions provide elegant scientific descriptions that are comprehensible and practical.


Al-Quran menjelaskan tahap-tahap perkembangan sebelum kelahiran sebagai berikut: nutfah, yang berarti 'sebuah tetesan' atau 'sejumlah kecil air'; 'alaqah yang berati sebuah 'struktur yang mirip-lintah'; mudghah, yang berarti sebuah 'benda yang dikunyah'; 'idhaam, yang berarti 'tulang' atau 'kerangka'; kisaa ul idham bil-laham, yang berarti 'penutupan tulang dengan daging atau otot', dan al-nash'a yang berarti 'pembentukan janin yang jelas'. Profesor Moore telah mengenali bahwa pembagian secara Al-Quran ini sebenarnya berdasarkan pada fase-fase yang berbeda dalam pertumbuhan janin sebelum dilahirkan. Dia telah menyatakan bahwa pembagian dengan metoda ini menghasilkan deskripsi secara ilmiah yang lebih luwes, elegan, mudah difahami dan praktis [dari pada dengan sistem numerik di atas, pent.]


In one of the conferences he attended, Professor Moore stated the following: The embryo develops in the mother’s womb or uterus protected by three veils, or layers, as shown in this next slide [exact slide not shown - Ed.]. (A) represents the anterior abdominal wall, (B) the uterine wall, and the (C) the amniochorionic membrane. (see Figure 4.5) Because the staging of human embryo is complex, owing to the continuous process of change during development, it is proposed that a new system of classification could be developed using the terms mentioned in the Qur’an and Sunnah. The proposed system is simple, comprehensive, and conforms with present embryological knowledge.


Dalam salah satu konferensi yang dihadirinya, Profesor Moore menyatakan sebagai berikut: 'Embrio berkembang dalam rahim wanita atau uterus dilindungi oleh tiga dinding, atau tiga lapisan, sebagaimana terlihat pada slide berikutnya [slide asli tidak ditampakkan - Ed.]. (A) menggambarkan dinding abdomin muka, (B) dinding rahim, dan (C) selaput amniochorionic. (lihat gambar 4.5) Karena rumitnya pentahapan embrio manusia, melalui proses perubahan yang terus-menerus selama perkembangan, dapat diajukan sebuah sistem pengklasifikasian baru dengan menggunakan tahap-tahap yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah. Sistem yang diajukan lebih sederhana, luwes, dan sesuai dengan pengetahuan embriologi saat ini.



Fig. 4.5
Gambar 4.5


The intensive studies of the Qur’an and Ahadeeth in the last four years have revealed a system of classifying human embryos that is amazing since it was recorded in the seventh century A.D. Although Aristotle, the founder of the science of embryology, realized that chick embryos developed in stages from his studies of hens’ eggs in the fourth century B.C., he did not give any details about these stages. As far as it is known from the history of embryology, little was known about staging and classification of human embryos until the twentieth century. For this reason, the descriptions of the human embryo in the Qur’an cannot be based on scientific knowledge in the seventh century. The only reasonable conclusion is that these descriptions were revealed to Muhammad from Allah. He could not have known such details because he was an unlettered man with absolutely no scientific training.


Studi intensif terhadap Al-Quran dan Hadits dalam empat tahun terakhir ini menunjukkan sebuah sistem pengklasifikasian embrio manusia yang mengagumkan sejak hal ini direkam pada abad ke-7. Meskipun Aristotle, penemu sains embriologi, menyadari bahwa embrio ayam berkembang dalam tahap-tahap tertentu dari penelitiannya terhadap telur ayam pada abad ke-4 SM., dia tidak memberikan klasifikasi detail mengenai tahap-tahap ini. Sejauh yang diketahui dari sejarah embriologi, sangat sedikit yang diketahui tentang pentahapan dan pengklasifikasian embrio manusia hingga abad ke-20. Dengan alasan ini, deskripsi embrio manusia dalam Al-Quran tidak bisa didasarkan pada pengetahuan ilmiah (sains) pada abad ke-7 (yaitu pada masa Al-Quran diturunkan). Kesimpulan yang paling masuk akal adalah bahwa deskripsi ini diwahyukan kepada Muhammad saw dari Allah. Dia tidak mungkin memiliki pengetahuan sedetail itu karena dia tidak bisa menulis dan tidak pernah mendapatkan pelatihan ilmiah.


We told Dr. Moore, ‘What you have said is true, but it is far less than the truth and evidence we have presented to you from the Qur’an and the Sunnah and which are related to the science of embryology. So why not do justice and completely bring to light all the Qur’anic verses and Ahadeeth which deal with your field of specialization?’.


Kami mengatakan kepada Dr. Moore, 'Apa yang Anda katakan adalah benar, akan tetapi ini lebih dari sekedar kebenaran dan bukti yang telah kami ditunjukkan dari Al-Quran dan Sunnah yang berhubungan dengan ilmu embriologi. Mengapa kita tidak menjunjung tinggi nilai keadilan dan kita bawa cahaya Al-Quran dan Hadits yang yang berhubungan dengan bidang spesialisasi Anda secara keseluruhan?'.


Professor Moore said that he has inserted the appropriate references at the appropriate places in a specialized scientific book. However, he would invite us to make some Islamic additions, citing all the relevant Qur’anic verses and the prophetic ahadeeth, and highlighting their various miraculous aspects, to be incorporated at appropriate places in the book. This was done, and consequently, Professor Moore wrote an introduction to these Islamic additions and the result was this one which you see here before you. On each page that includes facts about the science of embryology, we have cited the Qur’anic verses and Prophetic Ahadeeth which prove the inimitability of the Qur’an and Sunnah. What we are witnessing today is Islam moving to new grounds within fair and unbiased human minds.


Profesor Moore mengatakan bahwa dia telah memasukkan referensi yang tepat di tempat yang semestinya dalam sebuah buku sains khusus. Akan tetapi, dia akan mengajak kami untuk membuat tambahan-tambahan islami, mengutip semua ayat Al-Quran yang sesuai dan Hadits, kemudian menyorot berbagai aspek yang menakjubkan, agar bisa dipadukan pada tempat yang tepat dalam sebuah buku. Hal ini telah dilakukan, dan secara konsekwen, Profesor Moore menulis sebuah perkenalan kepada tambahan yang islami ini dan hasilnya adalah yang sedang Anda lihat di sini. Pada setiap halaman yang memasukkan fakta tentang sains embriologi, kami telah mengutip ayat-ayat Al-Quran dan Hadits yang membuktikan kemustahilan ditirunya Al-Quran dan Sunnah. Apa yang kita saksikan hari ini adalah Islam bergerak ke arena yang baru di dalam alam fikiran manusia yang tidak bias dan adil.


Sumber: http://abdshomad.8m.com/offline/www.it-is-truth.org/chapters/stagesb.htm

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....