Create your own banner at mybannermaker.com!

Search...

PARIS Important News: Pengalihan Lokasi Kegiatan "Ngariung Ramadhan di PARIS" bersama Habiburrahman El Shirazy tgl 29 September 2007

0

Assalamu'alaikum Wr. Wb.,


Akhifillah/Ukthifillah yang dirahmati Al
lah SWT.

Karena satu dan lain
hal, bersama ini kami informasikan perubahan tempat kegiatan "Ngariung Ramadhan di PARIS" bersama Habibburrahman El Shirazy pada tanggal 29 September 2007 mendatang yang seharusnya dilaksanakan di:


Aula Saki
nah, Masjid Agung Sunda Kelapa
Jl. Taman Sunda Kelapa No. 16
Menteng, Jakarta Pusat 10310



Dialihkan ke:


Hotel Sofyan Cikini
Ramboti 1A Room
Jl. Cikini Raya No.
79
Jakarta
10330

www.sofyanhotel.com
(denah terlampir)


Afwan atas perubahan te
mpat ini, semoga perubahan tempat ini dapat memberikan benefit bagi sebagian Saudara/i kita dan tidak menghentikan langkah Akhi/Ukhti untuk menuntut ilmu dan bersilahturahmi di PARIS.

Kami tunggu kehadiran rekan-rekan untuk menyemara
kkan Ramadhan bersama RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa).

Mohon menyebarkan Informasi ini ke saudara/i kita yang lain.


Jazakumullahu khairan katsiran.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Info Selengkapnya:
- Eko Cahyadi (021) 711-57396
- Muni (021) 6888-6012 / 0812 9788260




Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA,
Remaja Islam yang punya gaya TM
Sekretariat:

Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 31905839

fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa@gmai
l.com
website: www.riskaonline.org

(leaflet terlampir)



--
Salam Hangat dari Menteng,


Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA , remaja islam yang punya gaya TM

Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 3100580, 31905839
fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa[at
]gmail.com
website: www.riskaonline.org

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Naif Al-Mutawa Kenalkan Superhero Dalam Komik Islam "The 99"

0

Komik-komik barat seperti serial Batman, Superman, dan Spiderman, kini kian berat tantangannya. Bila sebelumnya pasar mereka direbut komik-komik Jepang semacam Pokemon, Sinchan, Kungfu Boy, dan sebagainya, maka tahun ini muncul penantang baru. Dr. Naif Al-Mutawa dan Tim kreatifnya dari Teshkeel Media Group Inc yang berbasis di Kuwait menciptakan superhero baru bernama "The 99."

Berbeda dengan Batman Cs yang berbudaya barat dan Pokemon Dkk dengan nuansa negeri sakura, maka "The 99" membawa konsep baru dengan berdasarkan budaya dan tradisi Islam.

Kreator The 99 Naif Al-Mutawa menjelaskan, bahwa komiknya tersebut menawarkan konsep superhero yang membawa tradisi dan budaya Islam namun dikemas secara modern dan pop dengan mengajarkan toleransi dan keberagaman.

"Komik ini menggambarkan kekuatan dan beragamnya latar belakang karakter yang merefleksikan nilai-nilai utama dan keberagaman dalam Islam, "ujar di sela-sela peluncuran dan diskusi "The 99" edisi bahasa Indonesia, di Jakarta.

Menurutnya, selama ini anak-anak muslim mengalami kekurangan figur panutan dan superhero Islam yang positif dalam waktu yang lama. Sehingga, berdampak merugikan bagi pengembangan diri anak-anak dalam memahami budaya Islam.

"Hal ini juga berakibat pada timbulnya kesenjangan budaya yang semakin besar antar generasi, "tambah penulis yang sebelumnya terlibat pada penulisan buku serial anak-anak yang saat ini dipakai pada setiap sekolah di dunia Arab.

Dalam kesempatan itu, Naif menjelaskan, bahwa penamaan 99 tersebut mengambil inspirasi dari kekuatan Asmaul Husna atau nama-nama Allah. Tokoh-tokoh pada komik tersebut terdiri dari 9 orang Muslim dari 9 negara berbeda sehingga terdiri dari 9 karakter yang berbeda pula. Tokoh-tokoh itu antara lain Jabbar (Saudi Arabia), Soora (Inggris), Darr (Amerika), Mumita (Portugal), Noora (Emirat Arab), Fatah(Indonesia), Jami (Hongaria), Hadya (Pakistan) dan Widad (Filipina).

Ia menambahkan, komik "The 99" menceritakan tentang pahlawan-pahlawan super yang mendapat kekuatan dari permata nur yang diciptakan di Baghdad, Irak pada tahun 1258 Masehi. Pahlawan-pahlawan super itu bersatu untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera melawan tokoh antagonis Rughal dan antek-anteknya (novel)

Sumber: eramuslim.com



Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

MALAM PERTAMA YANG MENGGETARKAN

0

Pekan lalu aku jalan-jalan ke sebuah toko buku di Kota Solo. Sekadar menghilangkan kejenuhan dan mencari tahu buku apa yang saat ini sedang diminati pembaca. Di akhir perjalanan, aku tenggelam di rak buku-buku islam. Tertarik membaca buku bertajuk "Kenapa harus Pacaran?" yang ditulis Rabiah Al Adawiyah, senior di Fakultas Hukum UNS.

Setelah kubaca sekilas, aku jadi tahu mengapa penulis buku ini menyarankan pembaca untuk tidak berpacaran. Jelas landasan hukum syariat menjadi poin penting. Karena memang tidak pernah ada ulama' yang menjelaskan soal "Fiqih Pacaran" bahkan "Sunnah Berpacaran" sekalipun. Proses itu memang tidak pernah ada aturannya, bahkan dengan tegas dilarang. Tapi biarlah aku menyimpulkannya. Kesimpulan sederhana yang kutarik seorang diri adalah: Karena pacaran memang sama sekali tidak bermanfaat.
Aku jadi ingat dengan SMS seorang kawan lama belum lama ini. Ia adalah teman seangkatan semasa sekolah yang kini menjadi kontributor di salah satu TV swasta nasional. Dalam SMS-nya, ia mohon doa restu karena akan menikah bulan Juli nanti. Aku sangat terharu. Bagaimana tidak, ia dan calon isterinya telah menjalin hubungan selama sepuluh tahun.
Meski tidak tahu persis apa saja yang terjadi selama sepuluh tahun itu, tapi sedikit banyak aku tahu gejolak di hatinya. Tiap kali temanku itu Curhat, ia selalu mengatakan hal yang sama di ujung cerita. "Sebenarnya aku sudah sangat bosan. Dia sudah tidak berarti apa-apa lagi di mataku, tak ada yang spesial. Tapi aku tetap harus menikah dengannya, nggak enak dengan orangtua..".
Begitulah, meski didera kebosanan luar biasa, untung saja temanku ini pada akhirnya membuat keputusan besar: Menikah. Jika tidak, sulit kubayangkan bagaimana rasanya menjalani hubungan selama sepuluh tahun namun berakhir sia-sia.
Kisah pacaran lama dan membosankan namun berakhir di pintu nikah juga dialami kakak sepupuku. Ia menikah akhir tahun lalu setelah menjalin kisah cinta selama tak kurang dari enam tahun. Saat kudesak untuk bercerita soal perasaannya setelah menjadi seorang suami, ia hanya berkomentar singkat yang akhirnya membuatku sangat kecewa. Ia berkata begini: "Biasa aja tuh.. hubungan kami sudah seperti kakak adik, jadi ya nggak ada pengaruh apa-apa setelah nikah." Aku terhempas, kecewa. Jujur saja aku berharap mendapat jawaban yang dramatis. Karena kupikir menikah pasti sangat mengharukan, membuat deg-degan dan sejuta perasaan bahagia lainnya. Tapi kakak sepupuku itu cukup merangkumnya dengan satu kalimat: Biasa Saja.
Kesimpulan sementara yang kuambil waktu itu adalah, hubungan setelah pernikahan menjadi hambar karena pada waktu berpacaran mereka sudah biasa menikmati hal-hal yang seharusnya dinikmati setelah menikah. Mulai dari duduk berdua-duaan hingga pegangan tangan. Jadi, bisa ditebak apa yang terjadi setelah semua itu menjelma menjadi sebuah rutinitas: Bosan.
Terus terang, sebagai seorang yang belum pernah menikah, aku menjadi sangat tertarik dengan proses menggenapkan separuh dien ini. Referensi yang kugunakan pun bermacam-macam, mulai dari kalangan alim ulama, aktivis dakwah hingga kalangan amah dan orang-orang gaul. Ini kulakukan semata agar lebih komprehensif memandang sekaligus mensikapi pernikahan. Baik proses yang mengawali maupun apa saja yang terjadi sesudah menikah.
Hingga akhirnya, pemahamanku lebih komprehensif setelah kakak tingkatku semasa di kampus silaturrahim ke rumah kemarin sore. Kakak tingkatku ini memang belum menikah, ia juga seorang ikhwan yang sangat menjaga pergaulan. Tapi ia punya cerita yang subhanallah… menggelikan sekaligus membuatku terhentak. Takjub, sekaligus heran.
Ia mengabarkan bahwa salah satu rekan seangkatannya –yang juga kakak tingkatku di kampus- sebut saja bernama Ahmad, menikah pekan lalu. Dan kakak tingkatku ini hadir disana menyaksikan proses walimah hingga selesai. Kak Ahmad yang tinggal di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat ini pun seorang aktivis dakwah yang tidak kalah ketat menjaga pergaulan. Jangankan berpacaran, bicara dengan wanita saja ia selalu menjaga pandangan. Singkat kata, ia seorang ikhwan tulen.
Proses ijab qabul yang dilakukan pukul 8.00 WIB berjalan lancar. Kisah menggelikan sekaligus mengharukan ini mulai bergulir sejak pagi hari, saat akad nikah dilakukan. Ketika mempelai pria menyerahkan mas kawin, mempelai wanita butuh waktu bermenit-menit hanya untuk bisa mencium tangan pria yang sudah resmi menjadi suaminya. Dia hanya diam, ragu, sampai saksi hingga wali nikah terpaksa membujuk mempelai wanita agar "berani" mencium tangan lelaki di depannya. Sementara sang suami hanya bisa terpaku, mukanya merah padam, keringat bercucuran…
Tapi akhirnya proses mencium tangan itu bisa dilakukan juga, lega.. Ijab qabul ini pun dilanjutkan dengan resepsi sangat sederhana di rumah mempelai wanita. Jika biasanya pengantin jalan dengan bergandengan tangan, kedua mempelai ini melakukannya dengan sangat aneh. Mereka jalan dengan kepala menunduk dan tangan masing-masing dalam posisi siap. Tidak ada kisah duduk di pelaminan ala dramatis, apalagi romantis. Mereka terlihat tegang, kaku dan grogi.
Tamu-tamu terus berdatangan hingga siang hari. Sore harinya, setelah semua proses walimah selesai, keluarga besar dan sahabat pamit pulang ke rumah mereka masing-masing. Keluarga kedua mempelai pun sangat pengertian, mereka dibiarkan di rumah berduaan saja malam itu. Sekadar menikmati kebersamaan sebagai pengantin baru.
Tapi apa yang terjadi, saat sahabat-sahabat dekat Kak Ahmad yang berjumlah lima orang pamit pulang, Kak Ahmad justru menahan mereka dan berkata lirih :"Jangan pulang, tega benar kalian. Tolong temani aku malam ini…"
Karuan saja kelima sahabat itu mencak-mencak. Bagaimana bisa malam pertama yang sangat dinantikan itu justru dilalui bersama orang lain. Mereka tetap nekad pulang sore itu. Tapi Kak Ahmad justru semakin menghiba, memohon dengan sangat agar mereka pulang keesokan harinya. Melihat Kak Ahmad seperti itu, mereka surut. Toh, mereka bisa tidur di ruang keluarga atau begadang semalaman di teras rumah. Sementara sang pengantin baru menikmati indahnya malam.
Kak Ahmad pun berjanji, kehadiran mereka tidak akan mengganggu malam pertama. Justru sebaliknya, Kak Ahmad mengaku sangat tertolong dengan keberadaan mereka.
Proses selanjutnya berjalan seperti biasa. Mereka bertujuh shalat maghrib berjamaah di ruang tengah, lalu sesudahnya mempelai wanita masuk ke kamar. Hingga waktu isya, sang wanita tak kunjung keluar. Kelima sahabat ini meminta Kak Ahmad untuk menemui wanita itu di kamar. Dengan alasan mungkin sang isteri sedang membutuhkan suaminya saat ini. tapi Kak Ahmad hanya berkata "nanti".
Jarum jam pun menunjuk angka 10. Malam di Majalengka semakin dingin. Tapi Kak Ahmad masih asyik bercengkrama dengan sahabat-sahabatnya. Merasa heran, kakak tingkatku menegur Kak Ahmad. Mengapa ia tidak segera masuk kamar dan menemani isterinya. Tapi lagi-lagi Kak Ahmad hanya mengatakan "Nanti".
Tidak sabar lagi, kelima sahabat ini pun kompak marah-marah dan mengancam pulang malam itu juga bila Kak Ahmad tidak segera masuk kamar. Tapi lagi-lagi Kak Ahmad menghiba, minta agar mereka tidak pulang. Kali ini alasannya sungguh tidak masuk akal: Ingin menikmati kebersamaan dengan sahabat. Kontan saja mereka semakin mendidih. Kok bisa-bisanya isteri dikalahkan demi sahabat. Di malam pertama pula.
Akhirnya mereka sepakat mematikan lampu dan tidur. Dengan harapan Kak Ahmad bisa segera menemui isterinya. Tapi apa yang terjadi, Kak Ahmad justru bergabung dengan mereka tidur di ruang tengah. Tanpa disuruh, Kak Ahmad sendiri ikhlas untuk Curhat. "Aku malu mau masuk kamar. Toh tadi setelah akad nikah kami sudah shalat sunnah dua rakaat. Aku benar-benar malu berduaan dengan isteriku.." katanya. Bosan marah-marah, kelima sahabat hanya diam, tak tahu mesti berkomentar apa.
Kak Ahmad akhirnya memang berhasil mengalahkan ketakutannya untuk masuk kamar pengantin. Sesaat sebelum adzan shubuh menggema, ia masuk kamar untuk mengajak isterinya shalat berjamaah. Kelima sahabat cengar-cengir melihat tingkah pengantin baru itu. Jangankan berkata "Dek" apalagi "Sayang", ia masih memanggil isterinya dengan sebutan "ukhti".
Waktu terus merambat, hingga pagi hari kelima sahabat kembali pamit pulang. Tapi kali ini giliran sang isteri yang meminta mereka tinggal sejenak, karena pengantin baru ini akan silaturahim ke rumah saudara. Merasa alasan yang dipaparkan logis, mereka pun nurut saja. Tapi tetap ada yang aneh, Kak Ahmad dan isterinya keluar dengan membawa sepeda motor masing-masing, tidak berboncengan. Kakak tingkatku langsung mengambil sikap cerdas: Ia meminjam sepeda motor Kak Ahmad dengan alasan ingin jalan-jalan pagi. Kak Ahmad yang tidak siap disodori permintaan itu akhirnya hanya mengiyakan. Meski mukanya memerah luar biasa. Maka jadilah mereka berboncengan. Kelima sahabat ini lega, melihat Kak Ahmad akhirnya berani "menyentuh" isterinya.
Tapi apa yang terjadi, tidak sampai 15 menit kemudian, mereka kembali pulang dalam keadaan pakaian yang dikenakan sang isteri kotor penuh noda lumpur. Saat isterinya mandi dan ganti pakaian, Kak Ahmad dicecar sahabat-sahabatnya dengan sejumlah pertanyaan tentang apa yang terjadi. Kira-kira, begini jawab Kak Ahmad.
"Isteriku duduk terlalu ke belakang, sementara aku terlalu ke depan. Dia juga tidak pegangan ke pinggangku. Saat naik tanjakan, kukurangi perseneling dari tiga ke dua lalu aku tancap gas. Isteriku tidak siap, kaget lalu jatuh." Kata Kak Ahmad penuh sesal.
Kakak tingkatku dan teman-temannya spontan terbahak mendengar penuturan Kak Ahmad. Bagaimana bisa setelah resmi menikah masih bersikap seperti itu. Seakan-akan sedang berboncengan dengan monster mengerikan.. Tapi silaturahim tetap dilakukan. Jadilah pengantin baru ini akhirnya benar-benar duduk dempet di atas sepeda motor gara-gara kasus tadi. Kali ini tangan sang isteri pun melingkar di pinggang suaminya. Diam-diam, Kak Ahmad tersenyum, malu bercampur senang..
Sekitar pukul 11.00, Kak Ahmad dan isteri pulang. Kelima sahabat siap-siap pamit. Tapi sebelum kata pamit meluncur, tanpa merasa bersalah Kak Ahmad justru duluan bertanya, atau tepatnya nyindir: "Kalian nggak segera pulang apa tidak ditunggu keluarga?" cara mengusir paling halus..
Kelima sahabat ini sebenarnya ingin marah diperlakukan seperti itu. Tapi mereka memilih diam dan pengertian dengan apa yang dirasakan sahabat mereka itu. Mereka pulang, dan akhirnya Kak Ahmad pun benar-benar menikmati siang pertamanya bersama isteri…
Teman, aku hanya ingin membagi sesuatu yang membuatku haru. Banyak orang menggadaikan kenikmatan tertinggi, dengan pacaran lama dan melelahkan. Padahal, jika kita mau merenung, alangkah agung-nya makna malam pertama. Saat kita disandingkan dengan orang yang benar-benar halal untuk kita sentuh. Alangkah istimewanya momen itu. Alangkah bergetarnya hati saat untuk pertama kali kita disentuh, didekap bahkan menyerahkan segala yang kita miliki untuk pasangan hidup. Semua akan menjadi indah dan haru, karena memang itulah pertama kalinya kita melakukan hal itu.
Bandingkan dengan malam pertama jika sebelumnya sudah terbiasa berduaan, bahkan mungkin saling menyentuh. Malam pertama tak ubahnya malam-malam lain. Jadilah makna malam pertama tak menggetarkan ruh lagi. Lalu muncullah kata: Biasa saja.
Maka, membaca buku "Kenapa Harus Pacaran?", aku semakin yakin bahwa jawaban sekaligus makna terdalam dari buku itu adalah satu alasan: Karena pacaran memang tidak akan pernah membawa manfaat.
Mari sama-sama kita renungkan hal ini. Pilih mana, kenikmatan tak terlupakan seumur hidup, atau malam pertama yang terkubur tanpa makna selain kata "biasa saja?". Mumpung masih bisa memilih, pilihlah jalur paling aman dan membahagiakan. Jadikan malam pertama itu benar-benar yang pertama untuk kita…
Dari sahabat yang setia menghuni Kota Solo

Oleh: Mardiana Nurwulan
Penulis buku berjudul "7 Hari Sembuh Dari Patah Hati", yang akan segera diterbitkan oleh Act!On, http://actionpublishing.net.

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Battery Nokia type BL-5C yang bermasalah!

0

Buat para pemakai Nokia tampaknya ada kabar kurang baik berkaitan terdapatnya beberapa battery yang di produksi oleh Matsushita Battery Industrial Co. Ltd. of Japan antara Desember 2005 and November 2006 terdapat masalah yang ciri-cirinya battery tersebut jadi gendut.

Berikut kutipan releasenya yang diambil dari: http://batteryreplacement.nokia.com/batteryreplacement/en/

------------------------------------------

Product Advisory: Nokia BL-5C battery

Please select the language : Deutsch English Español Français 日本語 Português Pyccĸий 简体中文 ... more languages


Dear Nokia Customer,

This is a product advisory for the Nokia-branded BL-5C battery manufactured by Matsushita Battery Industrial Co. Ltd. of Japan between December 2005 and November 2006. This product advisory does not apply to any other Nokia battery.

Nokia has identified that in very rare cases the affected batteries could potentially experience over heating initiated by a short circuit while charging, causing the battery to dislodge. Nokia is working closely with relevant local authorities to investigate this situation.

Nokia has several suppliers for BL-5C batteries that have collectively produced more than 300 million BL-5C batteries. This advisory applies only to the 46 million batteries manufactured by Matsushita between December 2005 and November 2006. There have been approximately 100 incidents of over heating reported globally. No serious injuries or property damage have been reported.

Consumers with a BL-5C battery subject to this advisory should note that all of the approximately 100 incidents have occurred while charging the battery. According to Nokia's knowledge this issue does not affect any other use of the mobile device. Concerned consumers may want to monitor a mobile device while charging that contains a BL-5C battery subject to this product advisory.

While the occurence in the BL-5C batteries produced by Matsushita in the time-period specified is very rare, for consumers wishing to do so, Nokia and Matsushita offer to replace for free any BL-5C battery subject to this product advisory.

The BL-5C batteries which are subject to the product advisory were used with the following Nokia models or separately as accessories:


Nokia 1100, Nokia 1100c, Nokia 1101, Nokia 1108, Nokia 1110, Nokia 1112, Nokia 1255, Nokia 1315, Nokia 1600, Nokia 2112, Nokia 2118, Nokia 2255, Nokia 2272, Nokia 2275, Nokia 2300, Nokia 2300c, Nokia 2310, Nokia 2355, Nokia 2600, Nokia 2610, Nokia 2610b, Nokia 2626, Nokia 3100, Nokia 3105, Nokia 3120, Nokia 3125, Nokia 6030, Nokia 6085, Nokia 6086, Nokia 6108, Nokia 6175i, Nokia 6178i, Nokia 6230, Nokia 6230i, Nokia 6270, Nokia 6600, Nokia 6620, Nokia 6630, Nokia 6631, Nokia 6670, Nokia 6680, Nokia 6681, Nokia 6682, Nokia 6820, Nokia 6822, Nokia 7610, Nokia N70, Nokia N71, Nokia N72, Nokia N91, Nokia E50, Nokia E60

This product advisory applies also to the following accessories:

Nokia Wireless GPS Module LD-1W,
Nokia Wireless GPS Module LD-3W


“Nokia” and “BL-5C” are printed on the front of the battery. On the back of the battery, the Nokia mark appears at the top, and the battery identification number (consisting of 26 characters) is found at the bottom. If the battery identification number does not contain 26 characters, it is not subject to this product advisory.

If you are interested to know if your battery is part of this product advisory, please follow the two steps below:

1) Switch off your mobile device and check the battery model. If your battery is not a BL-5C model, you are not included in this product advisory and your product will not be replaced.

bl5c1



2) If your battery is a BL-5C model, remove the battery and check the 26-character identification number from the back of the battery. Enter the identification number in the field below and you will be advised if your battery may be replaced.

bl5c2



ENTER HERE THE 26-CHARACTER PRODUCT IDENTIFICATION NUMBER AND PRESS 'SUBMIT'

Battery identification number:





Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Goyangan saya, itu ibadah koq...

0

Tadi pagi saat makan sahur sekitar jam 04-an, saya iseng-iseng melihat siaran TV. Setelah wira-wiri mengganti saluran TV yang hampir semuanya berisi siaran komedi (aneh ya..bulan Ramadhan siaran TV kita malah berisi lucu-lucuan) pandangan saya terhenti di stasiun Trans 7 yang saat itu menayangkan acara Empat Mata Edisi Sahur. Saat itu bintang tamu acara yang di host oleh Tukul Arwana adalah Natalie Sarah , IRN (penyanyi dangdut) serta seorang ustad yang sering menjadi Juri di Pildacil.

Seperti biasa Tukul secara bergiliran bertanya kepada bintang tamunya. Tibalah saat pertanyaan diajukan kepada IRN dan kurang lebih terjadi dialog antara Tukul (T) dan IRN seperti ini:

T : mbak IRN...ini kan bulan Ramadhan...apa nggak risi joged kayak tadi? maksudnya perasaan yang nonton ?

IRN : kalau masalah pandangan orang itu tergantung yang melihat...bisa ngeres atau tidak itu tergantung orangnya...

T : Oh gt ya mbak....

IRN : lagipula..saya joget saya itu karena bekerja koq. Dan bekerja itu kan ibadah. Jadi bisa dikatakan bahwa Joget saya itu ibadah....

Dan tawapun membahana di acara tersebut.......

Hegh....Mbak IRN...sejak kapan Joged jadi Ibadah...Ibadahnya siapa dan kepada siapa?

Astagfirullah.....

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

PARIS - PRESS RELEASE

0

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Marhaban Yaa Ramadhan-1428 H

0




If there is a day, There Must Be a night
If there is a black, there must be a white
If there is a mistakes, there must be forgiveness

Mata kadang salah melihat....
Mulut kadang salah berucap....
Hati kadang salah menduga.....
Maafkan segala kekhilafan yang pasti ada....

===== Mohon Maaf Lahir dan Bathin ======
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1428 H

Wassalam,
Dwi Wahyono & Keluarga


Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Ngariung Ramadhan in PARIS bersama Habiburrahman El Shirazy

0



PRESS RELEASE :

COMING SOON!!!!

Ngariung Ramadhan in PARIS bersama Habiburrahman El Shirazy

Tanggal 29 September 2007 Pkl: 15:30 – 18:00 WIB, di Aula Sakinah Masjid Agung Sunda Kelapa

Rangkaian Acara:

v Talk Show "Ketika Cinta Langit Memenuhi Bumi "

Pembicara : Habiburrahman El Shirazy (Penulis Fenomenal Novel Islami "Ayat-ayat Cinta")

Moderator : Boim Lebon

v Senandung Cinta oleh Thufail

v Pemberian Santunan ke Adik Asuh RISKA (AAR)

v Anjangsana Sosial (Ngabuburit on the road & Bakti Sosial)

v Book Signing

v Bazaar Buku

v Door prize

v Ifthar (Buka Puasa Bersama)

INFAQ: 25 RiBu Only….

Get the Ticket Now….!!!!

Info Selengkapnya :
- Eko Cahyadi (021) 711-57396
- Muni (021) 6888-6012




Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA,

Remaja Islam yang punya gaya TM
Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 31905839
fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa@gmail.com
website: www.riskaonline.org

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

PARIS: `Inikah Ramadhan Terakhir Kita?` bersama Ust. Bobby Herwibowo

0


Assalamu'alaikum Saudara/i-ku yang dirahmati Allah SWT


Jangan lupa datang ke PARIS (Pengajian Akhir Pekan RISKA) terakhir menjelang bulan Ramadhan ya….

Seperti biasa PARIS akan dilaksanakan pada:

Hari / Tanggal : Jum'at / 7 September 2007
Waktu : Pkl 18.00 - 20.30 (Sholat Maghrib berjamaah di Masjid Agung Sunda Kelapa)
Tempat : Ruang Ibadah Masjid Agung Sunda Kelapa, Jl. Taman Sunda Kelapa #16, Menteng - Jakarta
Tema : " INIKAH RAMADHAN TERAKHIR KITA?"
Pembicara : Ust. Bobby Herwibowo

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM.
Ditunggu kehadirannya & silahkan menyebarkan Informasi ini ke saudara/i kita.

Jazakumullahu khairan katsiran.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Sebuah Model Dari Turki

0


Benteng terakhir kaum sekuler jatuh. Maka seluruh jabatan kunci dikuasai partai Islam AKP. Boleh jadi kelak Turki merupakan salah satu model negara Islam


Oleh: Amran Nasution

Istana Kepresidenan Cankaya di Ankara, kini ditempati penghuni baru yang ’’aneh’’. Ia haram minum alkohol, lagi pula istrinya berjilbab. Padahal, 84 tahun lalu, dari istana inilah Jenderal Mustafa Kemal Attaturk memimpin revolusi yang menumbangkan Kesultanan Usmani (The Ottoman Empire).

Pada waktu itu, super power Islam ini memang lagi limbung, menyusul kekalahannya bersama Jerman, menghadapi Sekutu dalam Perang Dunia I. Jenderal Attaturk memanfaatkan kesempatan itu. Imperium yang sudah ratusan tahun malang-melintang di seantero jagat, dia rubuhkan.

Sejak itu, 1923, Turki menjadi republik. Simbol Islam yang menempel di Kesultanan dia campakkan. Lalu semuanya mesti meniru Barat, termasuk dalam urusan minum alkohol. Kemal Attaturk yang dijuluki ’’Bapak Turki Modern’’ itu adalah seorang penikmat alkohol. Begitu pula para penggantinya.

Tapi Selasa, 28 Agustus 2007, Parlemen Turki mengambil sumpah Abdullah Gul, 58 thn, menjadi Presiden Turki untuk masa jabatan 7 tahun. Tokoh partai Islam AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) itu menggantikan Presiden yang sekuler, Ahmet Necdet Sezer. Inilah untuk pertama kalinya seorang politisi Islam menjadi Presiden sejak Kesultanan Usmani ditumbangkan.

Beberapa jam sebelumnya, Gul memenangkan voting di Parlemen, dengan mengumpulkan 339 suara. Dua lawannya, Tayfun Icli dari Demokratik Sol Partisi (DSP) dan Sabahattin Cakmakoglu dari Milliyetci Hareket Partisi (MHP), cuma dapat 83 suara. Parlemen Turki punya 550 kursi. Tapi partai oposisi utama, Cumhuriyet Halk Partisi (CHP), yang punya 112 kursi, memboikot perhelatan.

Maka lengkaplah sudah dominasi partai Islam itu di dalam sistem politik Turki, setelah benteng terakhir kaum sekuler ini direbut. Perdana Menteri dipegang Recep Tayyip Erdogan, pendiri dan pemimpin puncak AKP. Ketua Parlemen, Bulen Arinc, juga dari AKP. Lalu hampir seluruh kursi walikota disapu kader AKP, yang selalu menang dalam berbagai Pilkada. Sekarang Presiden pun menclok di tangan.

Artinya, setelah 84 tahun disingkirkan Attaturk dari percaturan politik, kini Islam telah kembali. ’’Sesungguhnya hari ini kami berganti lembaran, sebuah lembaran yang penting dalam sejarah politik negeri ini,’’ kata Soli Ozel, profesor hubungan internasional Bilgi University di Istambul (The New York Times, 29 Agustus 2007).

Pengeritik Sekularisme Yang Galak

Di dalam sistem Turki, jabatan Presiden lebih seremonial belaka. Pekerjaan eksekutif ada di tangan Perdana Menteri. Tapi dalam kondisi politik yang berkembang sekarang, ia amat menentukan. Soalnya, Presiden membawahkan serta mengangkat dan memberhentikan pimpinan militer.

Padahal militer selama ini menjadi penghadang gerakan partai Islam itu. Saat pelantikan Abdullah Gul, Kepala Staf Militer Jenderal Yasar Buyukanit absen. Sehari sebelum pemilihan dia malah mengecam pencalonan Gul, dengan menyatakan, ’’pusat setan sedang bekerja untuk menghapus sekularisme’’. Ternyata itu tak lagi dipedulikan orang, menandakan kelompok militer mulai kehilangan taring.

Presiden juga bisa memveto pengangkatan jabatan birokratis, termasuk para hakim. Kemudian dia memiliki hak veto atas rancangan undang-undang.

Itulah selama ini yang membuat stress Erdogan. Ada ratusan usulan jabatan birokratis dan tak sedikit RUU yang dia ajukan, dilemparkan Presiden Ahmet Necdet Sezer ke keranjang sampah. Alasannya, bertentangan dengan konstitusi.

Padahal para pejabat yang diusulkannya dianggap lebih jujur dan profesional dibanding para pejabat sekarang – dari kelompok sekuler – yang terbukti selama ini korup dan nyaris membangkrutkan Turki.

Pemakaian jilbab, misalnya, jelas harus segera diatur undang-undang sebab beberapa bulan lalu, Pengadilan HAM Eropa (European Court of Human Right) telah menjatuhkan vonis atas pengaduan Merve Kavakci. Pengadilan menyatakan kasus itu merupakan sebuah pelanggaran HAM.

Begini ceritanya. Kavakci berhasil memenangkan pemilihan anggota Parlemen pada Pemilu 1999. Namun dia gagal dilantik setelah datang ke gedung Parlemen dengan jilbab. Kelompok politik sekuler dan militer menganggap jilbab adalah simbol Islam. Karena itu diharamkan masuk ke semua gedung pemerintah.

Perempuan yang satu ini tak mau mengalah, ia melancarkan protes. Eh, tahunya kewarganegaraannya malah dicabut. Kavakci kemudian mengajar di George Washington University, sekalian menjadi warga negara Amerika Serikat.

Tapi sejak itu dia menjadi pengeritik sekularisme Turki yang galak. Dia berkeliling dunia mengampanyekan jilbab sebagai simbol pemberdayaan kaum perempuan. Terakhir dia bawa kasus jilbabnya ke European Court of Human Right, dan menang. Keputusan itu tentu harus diadopsi undang-undang Turki karena negeri itu sedang melamar menjadi anggota Uni Eropa.

Ketika Abdullah Gul dilantik menjadi Presiden, ia tak didampingi sang istri, Hayrunnisa Ozyurt yang berjilbab. ’’Ibu tak hadir untuk mengelakkan kontroversi,’’ ujar Mehmet Emre, putranya, seperti dikutip The Washington Post, 28 Agustus lalu.

Kasus yang sama terjadi pada Nyonya Emine Erdogan. Istri Perdana Menteri Erdogan itu juga tak pernah melepaskan jilbab. Sejumlah pelajar, mahasiswi, atau anggota Parlemen, terpaksa pakai rambut palsu (wig) pengganti jilbab, agar bisa masuk sekolah, kampus, atau kantor. Ini semua terjadi di sebuah negeri berpenduduk 76 juta, dengan 99% di antaranya adalah pemeluk Islam.

Setelah Gul jadi Presiden, agaknya kontroversi jilbab ini segera akan selesai. Begitu pula ratusan usulan untuk merombak birokrasi, atau sejumlah rancangan undang-undang yang selama ini diveto Presiden Sezer.

Apa yang terjadi di Turki memang menyedihkan dan terkadang menggelikan. Seorang wartawan Barat, tertawa ketika mengelilingi pedesaan Turki, melihat para petani memakai topi petani Francis model tahun 1920-an, yang sudah lama tak lagi dipakai di negeri asalnya. Rupanya, dulu Attaturk mewajibkan para petaninya memakai topi itu agar mereka bisa semaju petani Perancis.

Dalam pemilu 2002, untuk pertama kalinya AKP menang mutlak, mengantarkan 363 anggotanya ke Parlemen. Sebelum pelantikan, mereka ramai-ramai mencukur kumis dan jenggot (diliput media lagi), tak mau dituduh membawa simbol Islam ke gedung Parlemen.

Tapi memang yang begini-beginilah yang dilakukan Jenderal Mustafa Kemal Attaturk dan sampai sekarang dipertahankan kaum politisi sekuler dan militer. Pokoknya, semua bau Islam harus dibersihkan karena kolot dan sumber kemandegan. Semua bau Barat harus dipeluk erat, karena sumber kemajuan dan moderenisasi. Pada waktu itu, pikiran Attaturk ini merambah ke mana-mana, termasuk ke India atau Indonesia. Bung Karno, misalnya, termasuk pengagum berat Attaturk.

Kenyataannya Turki tak pernah maju. Coba, seluruh tulisan Arab diganti Latin. Kebesaran Kesultanan Usmani tak boleh dikenali. Akibatnya generasi muda Turki kehilangan akses pada bahan peninggalan sejarah Usmani. Mereka terputus dari akar budaya masa lalu yang agung.

Panggilan azan diganti berbahasa Turki, musik klasik Barat mengiringi pengajian, kursi dimasukkan ke dalam masjid agar mirip gereja, pakaian tradisional dilarang dan diganti jas dan dasi. Fez, kopiah tradisional Turki dinyatakan terlarang. Ini semua memang kelihatan aneh. Maka banyak juga yang tak diikuti rakyat, seperti panggilan azan, musik klasik, dan kursi masuk masjid itu. Tapi satu hal yang pasti, semua pernak-pernik itu terbukti tak ada hubungannya dengan maju atau moderen.

Erbakan Terlalu Bersemangat

Lama kelamaan Islam yang sudah dicampakkan Attaturk, pelan-pelan kembali dipungut rakyatnya. Sebuah penelitian di tahun 1990 – 1991, tentang tingkat religiusitas penduduk di 41 negara di dunia, menempatkan Turki paling religius, setelah Nigeria, Brazil, dan Polandia (Samuel P.Huntington: Who Are We, America’s Great Debate, The Free Press, 2005).

Apalagi kaum sekuler dan tentara yang menguasai negeri itu, tak juga berhasil mendatangkan kemakmuran. Banyak orang Turki terpaksa berkelana ke Eropa – terutama Jerman – untuk bekerja sebagai buruh murah.

Bayangkan, di tahun 2000 - 2001, inflasi mencapai 45%, pertumbuhan ekonomi mandeg. Krisis menerpa sektor keuangan dan perbankan. Lira Turki merosot tajam terhadap Dollar atau mata uang asing lainnya. Yang lebih parah, partai politik sekuler yang menguasai birokrasi – di-beking tentara – terlibat berbagai skandal korupsi. Itu mempercepat ambruknya perekonomian.

Secara resmi militer tak campur urusan politik. Tapi dengan dalih menjaga konstitusi, mereka seenaknya bikin kudeta, membubarkan pemerintah atau partai. Itu terjadi berulangkali. Lalu dengan cara itu mereka terus-menerus berkuasa.

Setelah puluhan tahun dijejali sekularisme rakyat mulai mencari alternatif. Maka pada pemilu 1994, partai Islam Refah (Refah Partisi) menang. Pemimpinnya, Necmettin Erbakan, menjadi Perdana Menteri. Dialah Perdana Menteri pertama dari kelompok Islam, setelah revolusi Attaturk. Pada waktu itu, Erdogan dan Abdullah Gul adalah kader Refah. Erdogan menjadi Walikota Istambul, dan Gul menjabat Menteri Kabinet.

Sayang Erbakan terlalu bersemangat. Gebrakan politiknya terlalu kasar. Dengan tuduhan ingin mengganti konstitusi sekuler pada 1997, militer menumbangkannya. Sekalian Partai Refah dibubarkan.

Erdogan dan Gul terpaksa meninggalkan Erbakan. Mereka mendirikan partai baru AKP, Agustus 2001. Partai inilah setahun kemudian, akhir 2002 – disusul kemenangan Pemilu kemarin -- menyapu mayoritas kursi Parlemen Turki.

Padahal di musim kampanye, Erdogan mau pun Gul tak tampil meledak-ledak. Mereka hanya sibuk mengunjungi rakyat miskin di pinggiran kota atau di pedesaan. Ada acara sunatan massal, kawinan massal, pengobatan massal, atau bantuan bencana alam –mirip model kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS)-- di sini.

Dan ’’keajaiban’’ itu pun terjadi. Begitu dipegang Perdana Menteri Erdogan, ekonomi Turki yang morat-marit, segera pulih. Inflasi terkendali dan menurun tajam: sekarang di bawah 8%/tahun. Mata uang Lira menguat. Perekonomian tumbuh konsisten 7 sampai 8%/tahun. Maka kota-kota pun berubah: gedung jangkung bertumbuhan. Dan semua itu terjadi dalam tempo tak sampai lima tahun.

Ada lagi yang menarik. Selama ini, perekonomian dipegang kaum sekuler. Mereka mapan karena puluhan tahun berkuasa dan kebanyakan tinggal di kota. Kini bermunculan para konglomerat Islam yang umumnya adalah kaum urban dari pedesaan. Mayoritas pendukung AKP memang orang desa.

Yang paling fenomenal adalah Kombassan Holding milik Hasjim Bayram, konglomerat top di Turki. Pada mulanya, Hasyim cuma guru di sebuah sekolah Islam di kotanya, Konya. Ia memulai bisnis dengan membuka percetakan kecil pada 1989. Kini, Kombassan menggurita mulai dari bisnis otomotif, elektronik, konstruksi, tekstil, petroleum, pusat perbelanjaan, dan makanan. Perusahaannya pun melebar ke mancanegara. Walau tak sebesar Kombassan, perusahaan seperti itu bertumbuhan.

Itu yang membuat kaum sekuler merasa kian terdesak. Apalagi banyak konglomeratnya selama ini terlalu bergantung pada kekuasaan, dan langsung rontok setelah AKP berkuasa. Tak aneh kalau Deniz Baykal, pemimpin partai oposisi CHP, menuduh pemerintah Erdogan mengembangkan ekonomi berbasis Islam. Katanya, kebangkitan ekonomi disebabkan besarnya suntikan modal dari Arab Saudi.

Setelah terjadi serangan teror 11 September 2001 di Amerika, banyak pemilik modal Arab Saudi menarik uangnya dari negeri itu, lalu dipindah ke Francis atau beberapa negara Eropa, Timur Tengah, dan Turki. Itulah yang mereka sebut green money (uang hijau). Kebetulan Abdullah Gul akrab dengan para penguasa Arab Saudi, karena pernah bekerja di Islamic Development Bank (IDB) di Jeddah.

Negara Teroris

Dulu Erbakan tak peduli Uni Eropa, Erdogan sebaliknya. Gul sebagai Menteri Luar Negeri sangat serius melobi agar Turki bisa menjadi anggota Uni Eropa. Memang tampaknya tak mungkin Uni Eropa menerima Turki yang Islam.

Tapi bagi Erdogan dan Gul, langkah itu sangat menguntungkan untuk pertarungan politik internal. Berbagai survei menunjukkan mayoritas rakyat ingin negerinya bergabung dengan Uni Eropa. Dengan langkah ini, dukungan rakyat terhadap mereka pun kian menguat.

Lagi pula persyaratan terpenting untuk menjadi anggota Uni Eropa adalah demokratisasi dan penegakan HAM. Kedua isu itu kian memperkuat posisi AKP dalam menghadapi militer. Ketika April lalu, situasi politik meninggi, menyusul pencalonan Abdullah Gul sebagai Presiden dari AKP, Uni Eropa segera mengingatkan militer Turki agar jangan melakukan kudeta. Turki adalah anggota NATO sehingga militer negara itu punya hubungan ke Uni Eropa.

Langkah ke Uni Eropa, menerima HAM, menegakkan demokrasi, mentrapkan pasar bebas, semua ini membuat kebangkitan politik Islam di Turki memberi nuansa berbeda. The Washington Post, 27 Agustus 2007, menulis, ’’Terpilihnya Gul sebagai kemenangan demokrasi, sejauh dilihat partai politik Islam bisa moderat dan liberal.’’

Namun harus dicatat, sekali pun dia moderat dan liberal –dalam kacamata Barat -- AKP tetap konsisten memperjuangkan aspirasi pengikutnya. Apakah itu soal jilbab, minuman keras, sampai hubungan dengan Israel.

Michael Rubin dari American Enterprise Institute, pada 2005, menulis di Middle East Quarterly, menguraikan betapa konsistennya AKP dalam soal itu. Erdogan mengajukan proposal agar pelajar sekolah Islam dipermudah masuk ke perguruan tinggi negeri yang sekuler. Erdogan juga mengusulkan peraturan yang menyamakan sekolah sekuler dengan sekolah Islam, kenaikan pajak alkohol, ancaman hukuman untuk perzinahan, jilbab, dan sebagainya.

Yang membedakannya dengan Erbakan dulu, menurut Rubin, Erdogan dan kawan-kawan melakukannya dengan sabar, hati-hati, tak mau grasa-grusu, yang bisa mengejutkan kaum sekuler mau pun militer. Tapi dalam hal tertentu, mereka ternyata bisa juga galak.

Dalam politik luar negeri, misalnya. Dari dulu Turki punya hubungan baik dengan Israel. Tapi sejak Erdogan menjadi Perdana Menteri, sudah berkali-kali secara terbuka dia menuduh Israel sebagai negara teroris.

Tuduhan seberani itu bahkan tak pernah terdengar dari para pemimpin negara berpenduduk Muslim lainnya –Presiden SBY, misalnya– sekali pun apa yang dilakukan tentara Israel kepada penduduk Palestina, jelas tindakan terorisme.

Pada 13 Juli 2004, Erdogan menolak kedatangan Deputi Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, ke Ankara. Tapi di hari yang sama ia menerima kedatangan Perdana Menteri Syria, Muhammad Naji al-Utri. Bukan cuma itu. Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad – musuh besar Presiden Bush itu – disambut hangat di Ankara. Begitu pula Khalid Messal, pimpinan Hamas.

Hubungan dengan Presiden Bush dingin, terutama setelah Erdogan berani menolak lapangan terbangnya digunakan pasukan Amerika sebagai pangkalan dalam penyerbuan ke Iraq, 2003. Turki berkali-kali memperingatkan Amerika, karena pesawat terbangnya yang beroperasi di Iraq, melintasi perbatasan Turki. Belakangan Turki menyampaikan protes setelah terbukti senjata Amerika untuk tentara Iraq, banyak merembes dan dipakai gerilyawan Kurdi di Turki.

Tak aneh kalau menghadapi kontroversi pencalonan Gul sebagai Presiden, Deplu Amerika mengeluarkan pernyataan agar soal itu dikompromikan. Artinya, Amerika tak begitu setuju dengan Gul. Wajar kalau setelah Gul terpilih, sambutan dari negeri Uncle Sam itu dingin-dingin saja.

Semua yang terjadi di Turki menarik diamati. Mungkin kelak kita akan melihat sebuah model negara Islam yang lain, dari yang sudah dikenal selama ini: Iran, Arab Saudi, atau Pakistan. Wallahu a’lam

* Penulis adalah mantan Redaktur TEMPO dan GATRA. Kini, bergabung dengan IPS (Institute for Policy Studies) Jakarta

Dikutip dari: http://hidayatullah.com/

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Tabligh Akbar Dan Tarhib Ramadhan - Live Webradio Bersama Aa Gym

0

Assalamu'alaikum Wr. Wb.



Hadirilah... .



Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1428H, Musholla Al Barokah Gedung Cyber mengundang para hadirin untuk menghadiri acara "Tabligh Akbar Ramadhan bersama KH Abdullah Gymnastiar" yang Insya Alloh akan dilaksanakan pada :



Hari/Tanggal : Rabu, 5 September 2007

Jam : 11.30 WIB (Sholat Dhuhur Bersama) s/d selesai

(Live Webradio 12:05 WIB)

Tempat : Lapangan parkir Gedung Cyber.

Jl. Kuningan Barat No. 8 Jakarta Selatan

Pembicara : KH. Abdullah Gymnastiar

Tema : Meraih Derajat Takwa



Musholla Albarokah dan Karyagraha Nusantara Gedung Cyber bekerjasama dengan Forum Webradio Dakwah, akan menyiarkan acara seminar ini on-line (live) melalui webradio, yang insyaAllah bisa diakses melalui :



AKSES WEBRADIO



Akses dari dalam Negeri (via IIX):
Webradio Albarokah - Indonesia

**Akses Radio1 : http://radio.albarokah.or.id/listen.pls

**Akses Radio2 : http://radio.albarokah.or.id:8080/ listen.pls



Bagi Sahabat yang berada di mancanaegara silahkan dapat mengaksesnya pada salah satu webradio mancanegara dibawah:



Akses dari luar negeri :

Webradio Tarbiyah - Jepang

**Akses Radio : http://www.radiotarbiyah.net/listen.pls



Webradio QommunityRadio - Jerman

**Akses Radio : http://www.QommunityRadio.de/listen.pls



Webradio IMSA (3 Channel) - Pittsburgh, Philadelphia, Madison

**Akses Radio : http://www.imsa.us/radio/listen.m3u



Untuk mengakses Web Radio tersebut, komputer anda harus sudah terinstallasi program Winamp atau Real Player serta terkoneksi ke Internet.



Bagi pendengar Webradio akan dilakukan forum chatting (Yahoo conference, Teks base) :



> Chatting via Yahoo Messenger (Interactive Text base).
Dengan Moderator YM ID : forum_albarokah



> Skype ID : forum_albarokah



Ajak teman-teman anda, mahasiswa anda, kolega anda, disatu tempat untuk bersama-sama mendengarkan acara ini melalui WEBRADIO. Jangan lewatkan kesempatan ini untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan.



Sebarkan informasi berharga ini kepada teman-teman anda dimana pun mereka berada. Mari bersama-sama kita tingkatkan ketaqwaan kita menyambut Ramadhan ini.



Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



Musholla Albarokah & Forum Webradio Dakwah

Email : admdtjkt [at] indo.net.id & ndra_k [at] yahoo.com

Portal : www.radiodakwah.or.id

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....