Berhati-hati dan waspada mungkin tindakan yang paling baik....
-------------------
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/09/10/1/144827
JAKARTA - Sebanyak 80 produk makanan bermerek yang telah kadaluarsa disita Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DKI Jakarta dari dua toko swalayan yaitu Carrefour dan Hypermarket yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Dalam inspeksi mendadak satuan petugas dari Disperindag dan Polda Metro Jaya menggeledah Carrefour Kelapa Gading di Jalan Boulevard Raya Barat. Di lokasi ini satgas menemukan puluhan produk makanan dan minuman kedaluwarsa.
Diantaranya tiga bungkus Kroket Daging Sapi, 12 bungkus Coco Pops, lima bungkus CP Fricheken Wingotik produksi PT Charoen Polephan Indonesia, 10 kaleng Hunt Tomatoes, lima bungkus Whipping Cream, dan 15 bungkus Bakso kemasan.
Selain itu, petugas juga menemukan beberapa kemasan makanan minuman impor yang belum memiliki ijin edar di Indonesia seperti makanan kaleng Assorted dan coklat Lindt dari Swiss, Ve-Tsin dari Hongkong, dan susu Green Fields.
Setelah itu satgas lanjut bergerak ke Hypermal kompleks Kelapagading Trade Center. Petugas mendapati 10 bungkus Chicken Nuggets So-Lite, lima bungkus Vido Bakso Sapi, 10 bungkus minuman Green Fields yang kedaluwarsa.
Tak hanya itu, petugas juga mengamankan makanan somay kemasan Fiesta yang tertera dalam kemasannya batas waktu pemakaian selama tiga tahun yaitu dari 08 Agustus 2006 hingga 06 Agustus 2009.
Kepala Disperindag DKI Jakarta Nurachman menuturkan jumlah keseluruhan produk yang disita berjumlah 80 lebih. Sementara para pengelola toko swalayan atau mall yang kedapatan menjual makanan kedaluwarsa akan dimejahijaukan.
Pasalnya mereka melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 Tentang Pangan. Dengan ancaman kurungan lima tahun dan denda sebesar Rp 2 miliar.
"Kami sudah mengingatkan mereka jauh-jauh hari agar tidak menjual barang ilegal tersebut," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/9/2008).
Pihaknya menambahkan, makanan seperti bakso dan siomay akan diteliti lebih mendalam apakah mengandung boraks, formalin dan zat beracun lainnya. Bahkan, mereka juga akan mengecek ke distributor mengenai makanan kemasan siap saji seperti somay merk Fiesta yang masih dijual hingga tiga tahun.
"Tidak ada makanan kemasan seperti somay yang dapat dijual hingga tiga tahun. Kalau tahan selama itu berarti produk tersebut memakai pengawet," ungkapnya.
General Manager Hypermal Kelapagading Trade Center Soni Nazar berdalih jika setiap hari pihaknya menyortir ribuan barang-barang yang akan dijual.
Namun karena keterbatasan petugas maka masih ada satu dua barang yang ilegal dan lolos proses pemeriksaan. "Namun walaupun begitu, kami akan ikuti proses hukum yang berlaku,"jelasnya. (Neneng Zubaidah/Sindo/teb)
Search...
Showing posts with label belanja. Show all posts
Showing posts with label belanja. Show all posts
Carrefour dan Hypermart Jual Makanan Basi ?
(FOR MUSLIM) Info EATON mengandung BABI...Hati-hati....
Assalamualaikum wr.wb...
Postingan berikut merupakan salinan kejadian yang dialami oleh Mbak Vinty Novitasari yang di sharing di milist Balita... Semoga bisa menambah kewaspadaan kita, khususnya Kaum Muslim....
Wassalam,
------------------------------------
From: vinty novitasari
Dear all,
Just sharing aja, hati - hati kalau makan di restoran EATON atau makan roti EATON dimanapun juga, karena mereka memasukkan daging babi dalam masakan mereka tanpa menginformasikan kepada customer.
Saya kemarin baru saja mengalami kejadian yang sangat mengecewakan ketika makan di EATON rach market kebon jeruk. Karena janji ketemuan dengan suami saya menunggu di Ranch Market.
Tertarik dengan gambar dim sum yang ditawarkan EATON, saya masuk ke EATON. Saya sempat menanyakan kepada pelayan, ini siew may apa, pelayan mengatakan isinya ayam dan udang. saya memesan dim sum siew may chicken shrimp, dan bakpao dengan kacang hitam. Setelah pesanan datang, saya langsung makan siew maynya. Tidak lama suami memberi tahu kalau dia agak lama baru bisa sampai, dan minta saya makan lebih dulu. Jadi saya pesan kuey tiaw goreng singapore. Saya sempat menanyakan beberapa menu kepada karyawan yang melayani, dan sempat juga menanyakan porsi nya besar atau tidak karena biasanya saya makan tidak terlalu banyak. Begitu pesanan kuey tiaw datang, saya mulai mengaduk aduk kuey tiaw saya. Pada saat itu saya baru menyadari adanya potongan daging merah, yang saya kenali sebagai potongan daging babi merah karena saya pernah lihat teman saya menunjukkannya di gerai yang khusus menjual daging semacam itu. Saya langsung memanggil pelayan dan menanyakan
daging apa itu. Pelayan mengatakan itu daging babi . saya kaget dan langsung complain, mengapa saya tidak diberi tahu sejak awal, karena saya tidak makan babi. Pelayan dengan santai mengatakan bahwa dia pikir saya bukan islam karena tidak berjilbab. Saya mengatakan apakah semua orang islam itu berjilbab ? tidak sih bu kata pelayan itu. Kemudian saya mengecek daftar menu dan melihat pesanan saya, mungkin saya tidak teliti. Memang tertulis di menu kuew tiawnya mengandung lap chong (kalau tidak salah begitu namanya) . Saya pikir mungkin saya tidak mengerti istilah dan mungkin salah saya juga mengapa tidak menanyakan apa itu lap chong. Akhirnya saya mengatakan bahwa saya tidak makan pesanan itu, dan saya akan bayar karena kesalahan saya tidak teliti mengecek menu. Sambil mengambil kuew tiaw saya dan pergi menjauhi meja, pelayan sempat mengatakan dengan sambil lalu kalau siew may nya juga memakai daging babi.
Saya sangat kaget, dan sekali lagi saya mengecek menu dan jelas disitu tertulis siew may chicken and shrimp. Saya rasa saya cukup memahami kalau chicken dan shrimp itu artinya ayam dan udang. Saya tanya, dimana babinya ? Pelayan menjelaskan memang ditulisnya begitu, tapi isinya babi. Saya merasa tertipu, marah dan kecewa pada saat itu, karena saya sudah menanyakan kepada pelayan mengenai menu yang akan saya pesan, sehingga banyak kesempatan bagi pelayan untuk memberitahukan kepada saya isi sebenarnya dari makanan yang dipesan itu. Saya complain ke EATON pusat, diterima oleh bapak Suhanto bagian restoran. Pak Suhanto menanggapi complain saya dengan datar dan jawaban standar saja bahwa akan ditindak lanjuti. Saya yakin muslim atau tidak, pihak restoran wajib memberikan keterangan yang jelas mengenai menu mereka, dan kejadian ini jelas merupakan tindakan kesengajaaan karena di menu jelas tertulis siew may chickin shrimp, tapi ternyata siew may babi. Saya sempat menanyakan apakah produk bakery mereka juga mengandung babi, dan pak Suhanto mengatakan memang ada yang mengandung babi, tapi diberi label khusus (benarkah ?)..
Saya yakin bukan hanya muslim yang tidak makan babi, yang non muslimpun ada yang tidak makan babi, itulah sebabnya jika saya sedang makan bersama rekan non muslim di restoran chinese seperti golden pearl misalnya, saya selalu memperhatikan bahwa pelayan akan memberikan menu, sambil mengatakan kalau sebagian menu mengandung babi tapi proses pemasakan dipisah. Dalam menu juga disebutkan mana yang mengandung babi. Baru kali ini saya mengalami kejadian seperti ini. Saya yakin sekali dari jawaban pak Suhanto, jelas bahwa ini sudah berlangsung lama, dan jelas sekali bahwa EATON mencari keuntungan dari kelengahan orang seperti saya. Kalau mereka dengan jelas menyebutkan masakan mereka mengandung babi, bisa dipastikan pembeli akan jauh berkurang. Hati hati buat saudara muslim jangan pernah makan produk EATON, baik restoran atau pun rotinya, karena mengandung babi.
Ini menjadi pelajaran buat saya. Selama ini saya selalu menanyakan ada tidaknya kandungan babi dengan sebutan halal tidak, ada ibabnya tidak, supaya terdengar lebih sopan. Lebih baik langsung saja tanyakan, ini ada babinya atau tidak. Mengenai siew may yang sudah terlanjur termakan, Pak Suhanto yang ternyata juga muslim tidak bisa menjawab. Buat yang mau konfirmasi silakan telp ke kantor pusat EATON di 021-6680509
rgds
vinty
Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....
Just sharing aja, hati - hati kalau makan di restoran EATON atau makan roti EATON dimanapun juga, karena mereka memasukkan daging babi dalam masakan mereka tanpa menginformasikan kepada customer.
Saya kemarin baru saja mengalami kejadian yang sangat mengecewakan ketika makan di EATON rach market kebon jeruk. Karena janji ketemuan dengan suami saya menunggu di Ranch Market.
Tertarik dengan gambar dim sum yang ditawarkan EATON, saya masuk ke EATON. Saya sempat menanyakan kepada pelayan, ini siew may apa, pelayan mengatakan isinya ayam dan udang. saya memesan dim sum siew may chicken shrimp, dan bakpao dengan kacang hitam. Setelah pesanan datang, saya langsung makan siew maynya. Tidak lama suami memberi tahu kalau dia agak lama baru bisa sampai, dan minta saya makan lebih dulu. Jadi saya pesan kuey tiaw goreng singapore. Saya sempat menanyakan beberapa menu kepada karyawan yang melayani, dan sempat juga menanyakan porsi nya besar atau tidak karena biasanya saya makan tidak terlalu banyak. Begitu pesanan kuey tiaw datang, saya mulai mengaduk aduk kuey tiaw saya. Pada saat itu saya baru menyadari adanya potongan daging merah, yang saya kenali sebagai potongan daging babi merah karena saya pernah lihat teman saya menunjukkannya di gerai yang khusus menjual daging semacam itu. Saya langsung memanggil pelayan dan menanyakan
daging apa itu. Pelayan mengatakan itu daging babi . saya kaget dan langsung complain, mengapa saya tidak diberi tahu sejak awal, karena saya tidak makan babi. Pelayan dengan santai mengatakan bahwa dia pikir saya bukan islam karena tidak berjilbab. Saya mengatakan apakah semua orang islam itu berjilbab ? tidak sih bu kata pelayan itu. Kemudian saya mengecek daftar menu dan melihat pesanan saya, mungkin saya tidak teliti. Memang tertulis di menu kuew tiawnya mengandung lap chong (kalau tidak salah begitu namanya) . Saya pikir mungkin saya tidak mengerti istilah dan mungkin salah saya juga mengapa tidak menanyakan apa itu lap chong. Akhirnya saya mengatakan bahwa saya tidak makan pesanan itu, dan saya akan bayar karena kesalahan saya tidak teliti mengecek menu. Sambil mengambil kuew tiaw saya dan pergi menjauhi meja, pelayan sempat mengatakan dengan sambil lalu kalau siew may nya juga memakai daging babi.
Saya sangat kaget, dan sekali lagi saya mengecek menu dan jelas disitu tertulis siew may chicken and shrimp. Saya rasa saya cukup memahami kalau chicken dan shrimp itu artinya ayam dan udang. Saya tanya, dimana babinya ? Pelayan menjelaskan memang ditulisnya begitu, tapi isinya babi. Saya merasa tertipu, marah dan kecewa pada saat itu, karena saya sudah menanyakan kepada pelayan mengenai menu yang akan saya pesan, sehingga banyak kesempatan bagi pelayan untuk memberitahukan kepada saya isi sebenarnya dari makanan yang dipesan itu. Saya complain ke EATON pusat, diterima oleh bapak Suhanto bagian restoran. Pak Suhanto menanggapi complain saya dengan datar dan jawaban standar saja bahwa akan ditindak lanjuti. Saya yakin muslim atau tidak, pihak restoran wajib memberikan keterangan yang jelas mengenai menu mereka, dan kejadian ini jelas merupakan tindakan kesengajaaan karena di menu jelas tertulis siew may chickin shrimp, tapi ternyata siew may babi. Saya sempat menanyakan apakah produk bakery mereka juga mengandung babi, dan pak Suhanto mengatakan memang ada yang mengandung babi, tapi diberi label khusus (benarkah ?)..
Saya yakin bukan hanya muslim yang tidak makan babi, yang non muslimpun ada yang tidak makan babi, itulah sebabnya jika saya sedang makan bersama rekan non muslim di restoran chinese seperti golden pearl misalnya, saya selalu memperhatikan bahwa pelayan akan memberikan menu, sambil mengatakan kalau sebagian menu mengandung babi tapi proses pemasakan dipisah. Dalam menu juga disebutkan mana yang mengandung babi. Baru kali ini saya mengalami kejadian seperti ini. Saya yakin sekali dari jawaban pak Suhanto, jelas bahwa ini sudah berlangsung lama, dan jelas sekali bahwa EATON mencari keuntungan dari kelengahan orang seperti saya. Kalau mereka dengan jelas menyebutkan masakan mereka mengandung babi, bisa dipastikan pembeli akan jauh berkurang. Hati hati buat saudara muslim jangan pernah makan produk EATON, baik restoran atau pun rotinya, karena mengandung babi.
Ini menjadi pelajaran buat saya. Selama ini saya selalu menanyakan ada tidaknya kandungan babi dengan sebutan halal tidak, ada ibabnya tidak, supaya terdengar lebih sopan. Lebih baik langsung saja tanyakan, ini ada babinya atau tidak. Mengenai siew may yang sudah terlanjur termakan, Pak Suhanto yang ternyata juga muslim tidak bisa menjawab. Buat yang mau konfirmasi silakan telp ke kantor pusat EATON di 021-6680509
rgds
vinty
Subscribe to:
Posts (Atom)