Create your own banner at mybannermaker.com!

Search...

Showing posts with label TV. Show all posts
Showing posts with label TV. Show all posts

Tom and Jerry, Tayangan Berbahaya

0

JAKARTA, SENIN - Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak
layak ditonton anak-anak tentunya mengundang keprihatinan. Komisi
Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit
acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual
sehingga tak pantas dikonsumsi anak.



Pada media Kidia edisi Juni-Juli yang dikeluarkan Yayasan Pengembangan
Media Anak (YPMA), disebutkan daftar acara yang masuk dalam kategori
Aman, Hati-hati, dan Bahaya untuk anak. Ingin tahu?



Tayangan televisi yang Aman bagi anak bukan hanya tayangan yang
menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut,
misalnya pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya
diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan.
Sekalipun aman, orangtua diimbau mendampingi anak-anak menonton TV.



Sementara itu, tayangan yang masuk dalam kategori Hati-hati adalah
tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan
negatif. Sering kali tayangan yang masuk kategori ini memberikan nilai
hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai
mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa
kasar yang tidak mencolok.



Nah, tayangan yang masuk dalam kategori Bahaya merupakan tayangan yang
mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis,
seks, dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk
dalam kategori ini dinilai cukup intens sehingga bukan lagi menjadi
bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan
dalam kategori ini disarankan untuk tidak disaksikan anak.



Berikut ini adalah daftar acara yang masuk dalam kategori Aman,
Hati-hati, dan Bahaya:



AMAN: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan
Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7),
Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer,
Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama
Anak-anak (TV One)



HATI-HATI: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon,
Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper,
Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle
Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie
(TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De
Angel (TVG)



BAHAYA: Tom & Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom & Jerry, Si
Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy & The Cockroaches (AN TV),
Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom & Jerry
(TRANS7), One Piece, Naruto (TVG).



http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/14531377/tom..jerry.tayangan.tv.berbahaya.

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Acara TV untuk anak kategori HATI-HATI

0

Acara TV untuk anak yang masuk kategori HATI-HATI
Minggu 1 dan 2 April 2008

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3

4

5
6
7
8
9
10
11
12
13

RCTI
RCTI
TPI

AnTV

Indosiar
Indosiar
Indosiar
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G

Doraemon
Idola Cilik Seleb & Rapor
Harveytoons

Transformer

Pokemon Series 5
Power Rangers SPD
Power Rangers Mystic F
Scooby Doo Where Are
Shaggy & Scooby Doo
New Scooby Doo Movie
SpongeBob Squarepants
AvatarTheLegend ofAang
Skyland



16.30

08.30
12.30



05.30
15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30









05.30
07.00
14.00
16.00

08.00
13.00
05.30
15.00


07.30
09.00
11.00


05.30
05.30
07.00
14.00
16.00


Sumber: http://www.kidia.org/news/tahun/2008/bulan/03/tanggal/30/id/56/

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Acara TV untuk anak kategori AMAN

0

Acara TV untuk anak yang masuk kategori AMAN:
Minggu 1 dan 2 April 2008

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

RCTI
AnTV
Trans
Trans
Trans
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
TV G

After School
Renovasi Sekolah
Surat Sahabat
Cerita Anak
Main Yuk!
Bocah Petualang
Laptop Si Unyil
Jalan Sesama
Si Bolang Ke Kota
Buku Harian si Unyil
Cita-citaku
Dora The Explorer
Go! Diego Go
Chalkzone
Backyardigans



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



0
4.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30

15.30







1
2.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00


09.30

07.30
08.00



12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00

Sumber: http://www.kidia.org/news/tahun/2008/bulan/03/tanggal/30/id/55/

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Jangan Lupa tanggal 20 Juli 2008 : Hari Tanpa TV..... !!!!

0



Mari kita dukung Ajakan yang Insya Allah membawa kebaikan bagi keluarga kita... TV bukanlah satu-satunya sumber informasi, tanpa TV pun kita tetap bisa hidup normal...semoga dimasa mendatang para pengelola TV bisa membuat program acara yang bukan saja mengandung sisi pendidikan tapi juga mengandung pesan moral...
Kalau dirumah kami bukan cuma sehari, tapi sudah hampir setahun ini tidak ada TV.... lihat artikelnya: http://dwiwahyono.blogspot.com/2007/12/tak-ada-lagi-televisi-di-rumah-kami.html

-----------------------------------

Ajakan Koalisi Nasional HTT:
Ikuti "HARI TANPA TV 2008"
"Sebagian besar anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah"

TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb.

Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah.

Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu:

Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton.

Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak. Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.

Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.

Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008.

Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita.

Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.

Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait.
Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke haritanpatv@kidia.org;
SMS ke nomor 0812-1002.4009;
dan fax: 021-8690.5680; website http://www.kidia.org

Jakarta, 11 Juli 2008

Guntarto,
Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....