Create your own banner at mybannermaker.com!

Search...

Showing posts with label Anak. Show all posts
Showing posts with label Anak. Show all posts

Santunan Yatim Milist Balita Anda 28 September 2008

0

Komunitas Balita Anda yang di Moderatori oleh Bapak Rahman Gunawan pada tahun 1429 H mengadakan Acara Santunan Yatim yang mengambil tempat di Yayasan Pondok Pesantren Madinatul 'Ilmi yang berlokasi di Jl. H Kipin no. 26 Legoso - Pisangan Ciputat (telpo: 021-74707580) pimpinan Bapak Roihan Sabuki.

Acara dihadiri oleh sekitar 125 anak yatim piatu dan dhuafa. Dari Milist Balita Anda sendiri memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan uang tunai yang dikumpulkan dari hasil sumbangan para donatur yang sebagian besar adalah anggota milist tersebut.


Beberapa Anggota datang dalam acara tersebut, seperti : Mbak Nyoman, Mas Erik Tisna, serta Mbak Vita dan suami.


Hujan deras yang mengguyur lokasi acara tidak menyurutkan kemeriahan dan keceriaan anak yatim piatu serta dhuafa dalam mengikuti acara.


-----------------------------







Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Menghadiri Undangan Nuzulul Quran dari Axis di Patra Jasa tanggal 24 September 2008

0

Tanggal 24 September 2008 sebagai perwakilan Komunitas Tangan Di Atas (www.tangandiatas.com) saya menemani Presiden TDA (Bpk Iim Rusyamsi) dan Direktur IV TDA (Bpk AR Hantiar) menhadiri undangan Axis (www.axisworld.co.id) dalam acara peringatan Nuzulul Qur'an di Ruang Yudhistira Gedung Patra Jasa Kuningan.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan sambutan dari Bpk Mohamed Muslim Khan selaku Direktur CTO Axis, lalu ada Kultum dari KH Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat), ke
mudian ceramah dari Ustad Dr. M. Syafi'i Antonio (pakar ekonomi Syariah dan Pimpinan STEI Tazkia) serta Dzikir yang dipimpin oleh Al Habib Munzir Almusawa (Pimpinan Majelis Rasulullah SAW).

Sebelum acara dimulai ada persembahan Marawis, serta pembacaan Al Qur'
an Braille oleh Qori Tunanetra dari Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) pimpinan Bapak Drs. Nur Kholiq, SQ.

Adapula pemberian bantuan 10 set Alquran Braille dari Axis Management kepada Yayasan Raudlaturl Makfufin yang disampaikan langsung oleh Bapak Muhamad Muslim Khan.


Meski diluar Gedung hujan turun dengan deras, namun acara tetap berlangsu
ng dengan lancar.

-----------------------------------------



Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Buka Bersama dan santunan Anak Yatim Komunitas TDA 14 September 2008

0


Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Panti Asuhan Yatim Al Andalusia Jl. Bangka II Gg. V no. 27 Mampang tanggal 14 September 2008.

--------------------------------------------




Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Undangan Memperbanyak Rizki di Yayasan Anak Yatim Al Andalusia

0


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang mulia dan yang terhormat para saudagar, pengusaha, hartawan serta para sahabat yang diberi karunia kelapangan rizki dan harta oleh ALLAH SWT,

kami mengundang,

Untuk berjuang dijalan ALLAH (fisabilillah) dengan harta yang telah ALLAH karuniakan kepada kita, dalam program santunan kepada para anak-anak yatim dan mustahiq yang akan diacarakan dalam acara "Buka Puasa Bersama dan Santunan Kepada Anak Yatim TDA", pada :

- Hari dan tanggal : Minggu, 14 September 2008
- Tempat : Yayasan Anak Yatim Al Andalusia, Jl. Bangka II, Gang V/27 Pela Mampang Prapatan
- Pukul : 16.30

Besarnya santunan dibikin dalam format paket senilai :
a. 1 Paket Rp. 100.000
b. Ikut berbuka puasa sebesar Rp. 50.000

Paket bisa ditransfer ke no. rek :
1. BCA, No Rek : 4361292043, a/n: Adang Hidayat
2. Bank MANDIRI KCP Jakarta Thamrin, No.Rek: 103 000 444 1461, a/n : Eko Junaedi

Demikian undangan menuju kebaikan ini kami haturkan, dan semoga ALLAH memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang selalu dirihoi dan diberi kesejahteraan hidup didunia, diakherat dan dialam kubur, dan ditambah harta kita sesuai dengan janji ALLAH yang Maha Haq dalam Al Quran :

Surat Al baqarah Ayat 261 :

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui."

...amin ya rabb alamin...

Billahisabilil wal haq

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contact Person :
- AR Hantiar : 08179400861
- Adang Hidayat : 0811175921
- Dwi Wahyono : 021-70449090

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Waktu Tak terasa beranjak....buat Fadlan...

0


Waktu berjalan begitu cepat..
Tak terasa..2 tahun sudah usiamu....
Semakin pintar..semakin lucu....
Bercanda bersama kakak...
Meski terkadang menangis...

Tumbuhlah....
Jadilah anak yang sholeh...
Yang Rendah hati....
Yang mampu mewarnai hati....
Yang mampu menjadi Qurrataayun bagi keluarga...

Maafkan...
Kalau ayah dan ibu baru dapat memberikan sesuatu yang sederhana
Bukan berupa kado yang mahal..
Hanya sebuah kue berbentuk hati
Sebagai pertanda...
Serta untaian doa....

Barrakallahu buat Fadlan Zaidan Hanif....
Happy Milad yang ke-2
12 Agustus 2008

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Cute Combination..Subhanallah....

0

Subhanallah....

-------------------------












Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

"Katanya Gratis...kok Bayar? " (keluhan Ortu tentang biaya masuk Sekolah Dasar)

0

" aq mao curhat nih...anakku tadinya sekolah di swasta di Bxxxxi...lalu kenaikkan kelas kemaren,aq pindahin ke SDN di jxxxxx xxxxx,dengan alasan biar nantinya gampang ke SMP jakarta dan gratis (karena SDN skg dah canggih2...nga kalah dengan swasta)....ternyata,tidak seindah yang dibayangkan...waktu aq ke sana,mau dafta..langsung ketemu kepala sekolah..dia langsung tembak minta uang masuk 1,5jt saja...itu pun harus diem2..nga boleh bilang2..soalnya banyak wartawan yg akan tanya2...pada saat menyerahkan raport & surat pindah ke SDN aku nga bawa uang 1,5jt...karena mikirnya bisa cicil, taunya kata kepala sekolahnya...nga boleh dicicil cash...ya udah balik lagi ambil duit sisanya. Ternyata nga hanya disitu masalahnya...buku..!! setau saya,dan info dari tetangga yg anaknya di SDN (beda dgn anakku) buku paket dipinjamkan dari sekolah,sisanya kita hrs cari sendiri...aq pikir itu fair dong...jadinya orangtua bisa cari alternatif mencari bukunya bisa di gramedia, tokok buku,ato senen (pusat buku murah)...tapi disekolah anakku nga begitu modelnya...buku paket harus beli ditoko buku sebelah sekolah,bukunya sudah sepaket sepaket,nga boleh beli eceran,harus beli disitu...udah gitu nga ada buku yg dipinjamkan dari sekolah...harganya bukunya mulai 400rb/paket/tahun/siswa...

harganya beda2 tergantung anakknya kelas berapa..
waktu semalam ke toko buku tsb mau beli buku,aq kaget bgt...kok mahal bgt...tp kt yg jual,kl mau komplain ke sekolah aja..dan alasan sekolah ktnya sekolah nga boleh jualan buku,takut ada wartawan yg meliput...
Ddduuuhhh....pusing deh...ternyata tetep aja SDN cari duitnya dengan berbagai cara...itu belom aq beli seragam yang +/- aq perkirakan sama hampir 500rb...blm lagi uang komputer,uang air minum...malah ada dikelas yang lain diminta tiap siswa bawa spidol 2buah..

Sedih banget melihat kenyataan ini,maksud hati ingin masukkin ke sekolah anak krn biaya juga...tapi apa daya...sekolahnya nga mau rugi dengan gratis !!!

Ini masukkan untuk ortu yg niat masukkin anaknya ke SDN...coba cari info nya yg jelas...jgn "terjebak" dgn gratis uang sekolah. Emang sih Uang sekolahnya gratis, tapi yang lain tetep harus bayar,bahkan yang harusnya gratis malah disuruh bayar juga...

itu cerita dari saya...ortu yg baru aja masukkin anakknya ke SDN...."

Diatas adalah email yang dikirim seorang anggota milist keluarga yang saya ikuti...

Sangat memprihatinkan..disaat Pemerintah menggalakan program pendidikan..dan disaat Pemerintah DKI mengratiskan biaya pendidkan SD..ada oknum Kepala Sekolah yang mengutip biaya masuk ke orang tua calon murid....

Sigh...ada yang bilang..mungkin oknum itu melakukannya karena gajinya kecil....

Apa bener? karena denger-denger gaji guru sudah naik ya? udah lumayan kan sekarang?

Kalau bener sudah gede gajinya..terus buat apa lagi ya uanganya? buat benerin sekolah? buat beli bangku-bangku baru?

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Tom and Jerry, Tayangan Berbahaya

0

JAKARTA, SENIN - Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak
layak ditonton anak-anak tentunya mengundang keprihatinan. Komisi
Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit
acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual
sehingga tak pantas dikonsumsi anak.



Pada media Kidia edisi Juni-Juli yang dikeluarkan Yayasan Pengembangan
Media Anak (YPMA), disebutkan daftar acara yang masuk dalam kategori
Aman, Hati-hati, dan Bahaya untuk anak. Ingin tahu?



Tayangan televisi yang Aman bagi anak bukan hanya tayangan yang
menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut,
misalnya pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya
diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan.
Sekalipun aman, orangtua diimbau mendampingi anak-anak menonton TV.



Sementara itu, tayangan yang masuk dalam kategori Hati-hati adalah
tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan
negatif. Sering kali tayangan yang masuk kategori ini memberikan nilai
hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai
mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa
kasar yang tidak mencolok.



Nah, tayangan yang masuk dalam kategori Bahaya merupakan tayangan yang
mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis,
seks, dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk
dalam kategori ini dinilai cukup intens sehingga bukan lagi menjadi
bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan
dalam kategori ini disarankan untuk tidak disaksikan anak.



Berikut ini adalah daftar acara yang masuk dalam kategori Aman,
Hati-hati, dan Bahaya:



AMAN: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan
Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7),
Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer,
Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama
Anak-anak (TV One)



HATI-HATI: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon,
Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper,
Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle
Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie
(TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De
Angel (TVG)



BAHAYA: Tom & Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom & Jerry, Si
Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy & The Cockroaches (AN TV),
Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom & Jerry
(TRANS7), One Piece, Naruto (TVG).



http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/14531377/tom..jerry.tayangan.tv.berbahaya.

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Acara TV untuk anak kategori HATI-HATI

0

Acara TV untuk anak yang masuk kategori HATI-HATI
Minggu 1 dan 2 April 2008

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3

4

5
6
7
8
9
10
11
12
13

RCTI
RCTI
TPI

AnTV

Indosiar
Indosiar
Indosiar
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G

Doraemon
Idola Cilik Seleb & Rapor
Harveytoons

Transformer

Pokemon Series 5
Power Rangers SPD
Power Rangers Mystic F
Scooby Doo Where Are
Shaggy & Scooby Doo
New Scooby Doo Movie
SpongeBob Squarepants
AvatarTheLegend ofAang
Skyland



16.30

08.30
12.30



05.30
15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30

08.30
12.30




15.00

05.30
07.00
14.00



16.30









05.30
07.00
14.00
16.00

08.00
13.00
05.30
15.00


07.30
09.00
11.00


05.30
05.30
07.00
14.00
16.00


Sumber: http://www.kidia.org/news/tahun/2008/bulan/03/tanggal/30/id/56/

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Acara TV untuk anak kategori AMAN

0

Acara TV untuk anak yang masuk kategori AMAN:
Minggu 1 dan 2 April 2008

No

Stasiun

Judul Acara

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

RCTI
AnTV
Trans
Trans
Trans
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
Trans7
TV G
TV G
TV G
TV G

After School
Renovasi Sekolah
Surat Sahabat
Cerita Anak
Main Yuk!
Bocah Petualang
Laptop Si Unyil
Jalan Sesama
Si Bolang Ke Kota
Buku Harian si Unyil
Cita-citaku
Dora The Explorer
Go! Diego Go
Chalkzone
Backyardigans



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



0
4.30
05.00
06.30



14.30


12.30
13.00
13.30



04.30
05.00
06.30

15.30







1
2.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00


09.30

07.30
08.00



12.30
13.00
11.00
04.30
05.00
06.30
08.00

Sumber: http://www.kidia.org/news/tahun/2008/bulan/03/tanggal/30/id/55/

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Jangan Lupa tanggal 20 Juli 2008 : Hari Tanpa TV..... !!!!

0



Mari kita dukung Ajakan yang Insya Allah membawa kebaikan bagi keluarga kita... TV bukanlah satu-satunya sumber informasi, tanpa TV pun kita tetap bisa hidup normal...semoga dimasa mendatang para pengelola TV bisa membuat program acara yang bukan saja mengandung sisi pendidikan tapi juga mengandung pesan moral...
Kalau dirumah kami bukan cuma sehari, tapi sudah hampir setahun ini tidak ada TV.... lihat artikelnya: http://dwiwahyono.blogspot.com/2007/12/tak-ada-lagi-televisi-di-rumah-kami.html

-----------------------------------

Ajakan Koalisi Nasional HTT:
Ikuti "HARI TANPA TV 2008"
"Sebagian besar anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah"

TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb.

Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.

Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah.

Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu:

Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton.

Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak. Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.

Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.

Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008.

Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita.

Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.

Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait.
Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke haritanpatv@kidia.org;
SMS ke nomor 0812-1002.4009;
dan fax: 021-8690.5680; website http://www.kidia.org

Jakarta, 11 Juli 2008

Guntarto,
Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Siswa Miskin Dibariskan di Lapangan

0

Turut Prihatin.... :(

---------------------------------------

Siswa Miskin Dibariskan di Lapangan

SUDAH beberapa kali Siti Maesaroh dipanggil oleh pihak sekolah, dibariskan di lapangan basket bersama siswa miskin lainnya, lalu diberi tahu bahwa mereka tidak bisa mengikuti ujian sekolah, karena mereka belum melunasi SPP, DSP, dan lain-lain. Setiap sesudah menerima peringatan yang menyakitkan itu, siswa kelas X sebuah SMA negeri di Cicalengka itu, pulang ke rumah sambil menangis, dan mengadukan rasa malu yang ditanggungnya kepada kedua orang tuanya.

Untuk bisa mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester, orang tua Maesaroh harus datang ke sekolah. Setelah berdebat dan mengiba, kartu ujian untuk Maesaroh baru bisa didapatkan orang tuanya.

Bukan itu saja yang dilakukan sekolah itu, kepada Maesaroh dan siswa miskin lainnya. Sejak semester pertama sampai semester kedua, mereka tidak diberi buku rapor. Alasannya sama, mereka belum menyelesaikan pembayaran uang ke sekolah.

"Padahal, saya memasukkan anak saya ke sekolah itu dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan kecamatan. Kenapa anak saya masih terus ditagih uang dan tidak diberi hak untuk mendapatkan buku rapor?" kata ayah Maesaroh, Wawan Setiawan (53), saat ditemui, Rabu (16/7).

Warga Kp. Cikopo, Desa Babakan Peuteuy, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung itu merasa heran dengan sikap pengelola sekolah. Sejak awal memasukkan anaknya ke sekolah itu, dia sudah mendaftarkan diri sebagai orang tidak mampu, dan menyertakan semua dokumen yang mengesahkannya sebagai orang tidak mampu. Namun, pihak sekolah menutup mata atas keadaannya, dan terus menagih uang atas biaya pendidikan Siti Maesaroh di sekolah itu. Jumlah tagihannya saat ini mencapai Rp 2, 428 juta.

"Sudah berkali-kali saya menghadap ke sekolah, dan mengatakan kalau saya orang tidak mampu, dan memasukkan anak saya ke sekolah itu melalui jalur orang tidak mampu, tetapi pihak sekolah tidak mau mendengar. Kata mereka, kalau saya ingin mendapatkan raport anak saya, saya harus melunasi semua tunggakan yang ditagihkan sekolah kepada saya," kata Wawan.

Wawan sangat menyesalkan sikap pengelola sekolah yang sangat arogan. Setiap kali dia meminta untuk bertemu dengan kepala sekolah, selalu ditolak. Bahkan, ketika berbicara dengan seorang staf tata usaha sekolah itu, dia diberi tahu, wajar jika anaknya tidak bisa mendapatkan raport karena belum melunasi semua tagihan dari sekolah. Perkataan yang sangat menyakitkan hati Wawan.

"Katanya, saya hanya berhak untuk mendapatkan fotokopi dari raport anak saya, jika saya belum melunasi tagihan itu. Padahal setahu saya, saat daftar ulang anak saya harus mengembalikan buku raport yang sudah diketahui orang tuanya. Ini sama saja dengan memberi tahu bahwa anak saya tidak bisa mendaftar ulang di sekolah itu," ujar Wawan.

Dengan perasaan kecewa, Wawan membuat surat terbuka kepada Bupati Bandung, Obar Sobarna. Surat itu dia serahkan langsung ke tangan bupati, seusai salat Zuhur di Gedung Moh. Toha, Pemkab Bandung, Rabu (16/7). Tetapi, Obar belum bisa menjanjikan apa pun kepada Wawan.

DPRD geram

Wawan juga mengadukan nasibnya ke DPRD Kab. Bandung. Mendengar kisah Wawan, Ketua DPRD Agus Yasmin dan anggota Komisi B Tb. Raditya, merasa geram atas sikap sekolah. "Kepala sekolahnya harus ditarik ke Dinas Pendidikan dan dibina kembali. Melakukan diskriminasi terhadap siswa miskin sangat menyakitkan hati rakyat," kata Agus Yasmin.

Pada saat yang bersamaan, Raditya menelefon Kabid SMA Dinas Pendidikan Kab. Bandung, Hudaya, untuk menanyakan persoalan itu. Hudaya menjawab, pihaknya akan segera mengatasi persoalan itu, dan menanyakan nomor induk Siti Maesaroh untuk penanganan lebih lanjut.

"Menjejerkan siswa tidak mampu di lapangan itu tindakan yang sangat tidak manusiawi. Apa sekolah tidak memiliki cara lain dalam memperlakukan siswa tidak mampu? Saya curiga kejadian ini tidak hanya terjadi pada Siti Maesaroh dan teman-temannya," tutur Raditya.

Agus Yasmin menegaskan, DPRD Kab. Bandung akan menerjunkan anggotanya ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. "Saya sendiri akan ikut turun ke lapangan," kata Agus Yasmin. (Zaky Yamani/"PR")***

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=23357

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Hari Pertama Najla dan Fayyadh masuk sekolah...

0

Ada yang berbeda dalam aktivitas saya dan isteri pagi hari ini. Biasanya setelah sholat subuh kami disibukkan membuat kue-kue basah berupa risol, tahu isi, dadar gulung dan sebagainya untuk di jual di kantor saya atau dititipkan diwarung dekat rumah, pagi ini disela-sela menggoreng risol, isteri juga menyiapkan sarapan yang lebih banyak porsinya. Sayapun begitu, sambil membungkus risol dan dadar gulung dengan plastik kemudian menempatkannya pada baki, pagi ini bertambah dengan merapihkan tas kecil dan alat tulis menulis. Hari ini menjadi demikian istimewa karena anak pertama dan kedua kami (Najla dan Fayyadh) mulai bersekolah. Memang hanya sekolah Pra TK mengingat umur Najla dan Fayyadh yang baru 4 serta 3 tahun. Sekolahnya pun hanya hari Senin, Rabu dan Jumat. Dan berlangsung kurang lebih 2,5jam.

Berempat kami berboncengan motor ke lokasi sekolah yang jaraknya sekitar 500 meter dari rumah kami. Lokasi sekolah berada di Perumnas Klender tepatnya di kantor sekeretariat RW.

Sampai disana kegiatan sudah berlangsung.Terdengar riuh rendah suara anak-anak bernyanyi dibimbing beberapa guru. Wah..banyak juga orang tua yang mengantar. Dan anak-anak didalam kelas tampak antusias bernyanyi.
Dikelas terlihat sekitar 60 anak-anak dari usia 2 sampai 4 tahun. Pengajaran di sekolah ini nantinya akan dipecah menjadi beberapa tingkatan berdasarkan usia anak. Hebatnya lagi, anak-anak bukan hanya diajarkan nyanyi, tapi juga diajari menulis dan pengenalan huruf.

Sekolah Pra TK yang dilaksanakan di gedung sekretariat RW ini tampaknya menjadi alternatif orangtua di lingkungan kami untuk mempersiapkan anak-anaknya untuk memasuki dunia pendidikan. Sepertinya program PAUD (Pendidkan Anak Usia Dini) sudah cukup difahami, sehingga program ini mendapatkan respon yang cukup bagus.

Kalau melihat banyaknya orangtua dan anak-anak yang hadir, sepertinya oke juga nih kalau nanti suatu waktu menggelar dagangan sayap bidadari atau baju-baju pesta anak...Lumayan, sambil mengantar anak, bisa berbisnis juga :)

Sayang, saya tidak bisa menemani lebih lama, mengingat harus berangkat ke kantor. Najla dan Fayyadh pun hanya ditemani isteri.

Bagaimana dengan Anda?

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Babies Abortion.....Be Warned....

0

Banyak orang yang menggugurkan janin dengan berbagai alasan....dari menutup malu karena hamil diluar nikah, khawatir anak yang dilahirkan menambah beban hidup, atau belum siap menambah anak serta alasan lain yang tidak diperkenankan.


Banyak yang berdalih, bahwa janin yang berusia 5 atau 10 minggu belum disebut manusia sehingga sah-sah saja bila digugurkan untuk menutupi malu.


Dibawah ini, ada gambar-gambar bayi hasil aborsi..Mudah-mudahan bisa mencegah dan mengurungkan niat anda untuk melakukannya. Kecuali memang anda tidak lagi punya hati nurani!!!!!


----------------------------------

Hukum Aborsi

(sumber : http://www.mui.or.id/mui_in/konsultasi.php?id=4)

Pertanyaan :
Belakangan ini marak sekali diberitakan tentang banyaknya kasus aborsi dilakukan oleh perempuan-perempuan muda kita, termasuk kalangan sebagian mahasiswi. Saya prihatin, bukankah kader-kader bangsa justru datang dari kalangan terdidik. Sedangkan mereka juga mengaku beraga Islam. Bagaimana sesungguhnya hukum aborsi menurut ketentuan agama? Terimakasih atas pencerahannya.
Evi Cindy

Jawaban :


Ketentuan Hukum

  1. Aborsi haram hukumnya sejak terjadinya implantasi blastosis pada dinding rahim ibu (nidasi).

  2. Aborsi dibolehkan karena adanya uzur, baik yang bersifat darurat ataupun hajat.

    1. Keadaan darurat yang berkaitan dengan kehamilah yang membolehkan aborsi adalah:

      1. Perempuan hamil menderita sakit fisik berat seperti kanker stadium lanjut, TBC dengan caverna dan penyakit-penyakit fisik berat lainnya yang harus ditetapkan oleh Tim Dokter.

      2. Dalam keadaan di mana kehamilan mengancam nyawa si ibu.

    2. Keadaan hajat yang berkaitan dengan kehamilan yang dapat membolehkan aborsi adalah:

      1. Janin yang dikandung dideteksi menderita cacat genetic yang kalau lahir kelak sulit disembuhkan.

      2. Kehamilan akibat perkosaan yang ditetapkan oleh Tim yang berwenang yang didalamnya terdapat antara lain keluarga korban, dokter, dan ulama.

    3. Kebolehan aborsi sebagaimana dimaksud huruf b harus dilakukan sebelum janin berusia 40 hari.

  3. Aborsi haram hukumnya dilakukan pada kehamilan yang terjadi akibat zina.



Janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah, kecuali dengan cara yang haq. (QS al-An‘am [6]: 151).


Wassalam,

dwi


Email: dwiwahyono.mail@gmail.com

Blogspot: http://dwiwahyono.blogspot.com/

Multiply: http://dwahyono.multiply.com/


------------------------------





Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Anak Bayi mengandung seorang Bayi di Arab Saudi? Subhanallah......

0

One year old child found Pregnant in Saudi Arabia. Doctors say its unique case for this world!!!

Medical Science report says: When the mother of this child was pregnant, she had two foetuses inside her, but one of the foetus grew inside the other, this is why this girl was born with the other foetus inside her womb.

Any way doesn't prove that Allah SWT is the only MIGHTY POWER who
says "Kun Faya Kun" (So be it) and it really happens !!!!!









Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Semua ini cuma taktik dagang negara maju saja......

0

Prihatin atas isu susu yang sedang hangat......Dengan begitu...hilang sudah kepercayaan terhadap produk lokal....terutama yang benar2 full modal dalam negeri....akhirnya karena krisis kepercayaan thd produk lokal, masyarakat beramai2 membeli susu merk luar....siapa yang untung?

Bensin begitu juga.....Image Pertamina dibikin buruk...Subsidi bensin dikurangi..harga dinaikan....lalu masuk SPBU luar negeri (asing)...masyarakat berbondong2 beli di SPBU asing...uang mengalir keluar.....siapa yang untung?

Vaksin.....pasien indonesia...sample virus diambil oleh WHO.....kemudian di jual ke perusahaan farmasi asing....vaksinnya di jual lagi ke Indonesia dengan harga sangat mahal....siapa yang untung?

Pasar.... aturan pendirian hypermarket tidak tegas..... punya asing berdiri di dekat pasar tradisional....masyarakat berduyun2 ke hypermarket asing yang nyaman, full AC....dibanding pasar tradisional yang becek namun milik saudara sendiri...siapa yang untung?

Apa kita sudah berpikir sejauh itu? mengurangi keuntungan utk negara asing? dan memberikan keuntungan lebih untuk bangsa sendiri? demi memajukan produksi dalam negeri? serta mengurangi ketergantungan terhadap asing?

Atau kita malah bangga memakai merk2 asing...belanja di tempat2 milik asing....ngopi di warung milik asing?

Tunggulah saatnya kita jadi tergantung kepada asing (atau malah sudah?)...dan negara asing (maju) makin mencekik kita karena kebiasaan kita.....

Jadi, kapan kita berhenti?

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Fayyadh hilang 1,5 jam

0

Kemarin sore saat sedang dikantor mendadak isteri menelpon dari rumah..."Yah...mohon doanya, mudah-mudahan Fayyadh ketemu. Sudah 1/2 jam dicari disekitar rumah nggak ada. Kayaknya ada yang buka pintu pagar tapi lupa menutup" terdengar suara isteri.

Deghh.... buru-buru telpon kututup. Minta ijin ke atasan untuk pulang lebih awal. Cepat-cepat kupacu motor mengejar waktu. Maklum jarak yang lumayan jauh antara kantor ke rumah.

Sekitar 1,5 jam perjalanan. Sampailah dirumah. Suasana sepi. Tak lama munculah wajah yang dicari-cari dari balik... "Ayahhhhh.... " sambut Fayyadh sambil berlari ke arahku. Wuih..lega sekali...langsung kusambut dan menggendongnya. "Kamu dari mana nak?" tanyaku. "Sepeda...muter" jawab Fayyadh.

Informasi dari ipar yang ikut mencari. Fayyadh ditemukan lagi asyik bermain sepeda sendirian di Taman sebuah komplek real estate tak jauh dari rumah kami.

Untunglah ketemu. Mudah-mudahan dimasa mendatang kami bisa lebih berhati-hati menjaga buah hati kami. Atau Fayyadh memang sudah kepengen sekali tinggal di komplek ya?

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Rumah Impian Kami

0

Memasuki Tahun 2008 ini saya dan isteri mempunyai sebuah rencana strategis, apa itu? Memiliki sebuah rumah... tidak usah yang besar cukup type 36 (2 KT) dengan luas tanah minimal 60m2.



Rencana ini kami susun dengan pertimbangan tempat yang kami tinggali sekarang sudah kurang memenuhi kebutuhan keluarga kami. Kamar tidur yang kami miliki sekarang hanya 1 buah, sehingga kurang nyaman untuk dipakai untuk 2 orang dewasa (saya dan isteri) + 3 orang balita. Sementara untuk menambah jumlah kamar tidur, tidak memungkinkan karena sudah tidak ada lahan tersisa.



Lokasi yang kami inginkan adalah perumahan di sekitar Wilayah Bintaro atau Pondok Aren dengan harga tunainya sekitar 100 - 130jutaan.



Adapun pertimbangannya :



1. Wilayah tersebut udaranya masih segar dan lingkungannya masih asri.

2. Akses jalan tol yang dekat.

3. Banyak terdapat Yayasan Pendidikan Islam dari TK Islam , SD Islam Terpadu dan seterusnya.

4. Dekat dengan pusat-pusat kegiatan Keislaman.

5. Potensi untuk berbisnis masih sangat menjanjikan.




Sangat berharap rumah Impian Kami ini bisa kami raih melalui KPR Syariah. Jadi apabila ada teman-teman yang memiliki info perihal ini, jangan sungkan-sungkan meneruskannya ke kami.



Semoga Allah SWT memperkenankan dan mengabulkan keinginan kami. Amin...



Wassalam,
dwi

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Biaya Tinggi = Mutu Tinggi? (Biaya Pendidikan Anak)

0

Belum lama saya menelepon seorang sahabat saya waktu kuliah dulu. Setelah berbincang kesana kemari, sampailah pembicaraan kami ke soal anak. Sahabat saya cerita kalau baru saja mendaftarkan anaknya untuk masuk SD di salah satu Yayasan Pendidikan Islam yang cukup ternama di Wilayah Kebayoran Baru. Cukup Ternama karena Masjidnya sering sekali di pakai sebagai tempat untuk mengadakan bedah buku, Tabligh Akbar, dan dulu pernah menjadi lokasi rutin Kajian Manajemen Qolbu sebelum pindah ke Masjid Baitul Ihsan.

Sahabat saya mengungkapkan bahwa untuk keperluan masuk SD tersebut diharuskan membayar uang pangkal kurang lebih sebesar Rp 16 juta + biaya SPP dan administrasi 1,5jt, sehingga totalnya kurang lebih Rp 17,5jt. Subhanallah.....Mungkin jumlah itu tidak seberapa buat sahabat saya sebagai Pemilik sebuah Penerbitan Buku...tapi jumlah yang tidak sedikit buat saya...Mungkin biaya masuk SD yang sebesar itu memang sebanding dengan kualitas dan mutu Pendidkan yang diberikan kepada calon siswa di SD tersebut...

Terbayang tahun depan Insya Allah Najla sudah masuk ke TK dan tahun depannya SD... Untunglah sudah ikut Asuransi Takaful...walau mungkin masih harus mencari kekurangannya...Tapi paling tidak sudah lebih ringan......Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan segala sesuatunya...

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Tantrum

0

Oleh Martina Rini S. Tasmin, SPsi.
Jakarta, 29 April 2002


Andi menangis, menjerit-jerit dan berguling-guling di lantai karena menuntut ibunya untuk membelikan mainan mobil-mobilan di sebuah hypermarket di Jakarta? Ibunya sudah berusaha membujuk Andi dan mengatakan bahwa sudah banyak mobil-mobilan di rumahnya. Namun Andi malah semakin menjadi-jadi.

Ibunya menjadi serba salah, malu dan tidak berdaya menghadapi anaknya. Di satu sisi, ibunya tidak ingin membelikan mainan tersebut karena masih ada kebutuhan lain yang lebih mendesak. Namun disisi lain, kalau tidak dibelikan maka ia kuatir Andi akan menjerit-jerit semakin lama dan keras, sehingga menarik perhatian semua orang dan orang bisa saja menyangka dirinya adalah orangtua yang kejam. Ibunya menjadi bingung....., lalu akhirnya ia terpaksa membeli mainan yang diinginkan Andi. Benarkah tindakan sang Ibu?



Temper Tantrum


Kejadian di atas merupakan suatu kejadian yang disebut sebagai Temper Tantrums atau suatu luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Temper Tantrum (untuk selanjutnya disebut sebagai Tantrum) seringkali muncul pada anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun.


Tantrum biasanya terjadi pada anak yang aktif dengan energi berlimpah. Tantrum juga lebih mudah terjadi pada anak-anak yang dianggap "sulit", dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1.. Memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur.

2.. Sulit menyukai situasi, makanan dan orang-orang baru.

3.. Lambat beradaptasi terhadap perubahan.

4.. Moodnya (suasana hati) lebih sering negatif.

5.. Mudah terprovokasi, gampang merasa marah/kesal.

6.. Sulit dialihkan perhatiannya.

Tantrum termanifestasi dalam berbagai perilaku. Di bawah ini adalah beberapa contoh perilaku Tantrum, menurut tingkatan usia:

1. Di bawah usia 3 tahun:

a.. Menangis
b.. Menggigit
c.. Memukul
d.. Menendang
e.. Menjerit
f.. Memekik-mekik
a.. Melengkungkan punggung
b.. Melempar badan ke lantai
c.. Memukul-mukulkan tangan
d.. Menahan nafas
e.. Membentur-benturkan kepala
f.. Melempar-lempar barang

2. Usia 3 - 4 tahun:
a.. Perilaku-perilaku tersebut diatas
b.. Menghentak-hentakan kaki
c.. Berteriak-teriak
a.. Meninju
b.. Membanting pintu
c.. Mengkritik
d.. Merengek

3. Usia 5 tahun ke atas
a.. Perilaku- perilaku tersebut pada 2 (dua) kategori usia di atas

b.. Memaki

c.. Menyumpah

d.. Memukul kakak/adik atau temannya

e.. Mengkritik diri sendiri

f.. Memecahkan barang dengan sengaja

g.. Mengancam


Faktor Penyebab
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya Tantrum. Diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Terhalangnya keinginan anak mendapatkan sesuatu.

Setelah tidak berhasil meminta sesuatu dan tetap menginginkannya, anak mungkin saja memakai cara Tantrum untuk menekan orangtua agar mendapatkan yang ia inginkan, seperti pada contoh kasus di awal.

2. Ketidakmampuan anak mengungkapkan diri.

Anak-anak punya keterbatasan bahasa, ada saatnya ia ingin mengungkapkan sesuatu tapi tidak bisa, dan orangtuapun tidak bisa mengerti apa yang diinginkan. Kondisi ini dapat memicu anak menjadi frustrasi dan terungkap dalam bentuk Tantrum.

3. Tidak terpenuhinya kebutuhan.

Anak yang aktif membutuh ruang dan waktu yang cukup untuk selalu bergerak dan tidak bisa diam dalam waktu yang lama. Kalau suatu saat anak tersebut harus menempuh perjalanan panjang dengan mobil (dan berarti untuk waktu yang lama dia tidak bisa bergerak bebas), dia akan merasa stres. Salah satu kemungkinan cara pelepasan stresnya adalah Tantrum.
Contoh lain: anak butuh kesempatan untuk mencoba kemampuan baru yang dimilikinya. Misalnya anak umur 3 tahun yang ingin mencoba makan sendiri, atau umur anak 4 tahun
ingin mengambilkan minum yang memakai wadah gelas kaca, tapi tidak diperbolehkan oleh orangtua atau pengasuh. Maka untuk melampiaskan rasa marah atau kesal karena tidak diperbolehkan, ia memakai cara Tantrum agar diperbolehkan.

4. Pola asuh orangtua

Cara orangtua mengasuh anak juga berperan untuk menyebabkan Tantrum. Anak yang terlalu dimanjakan dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan, bisa Tantrum ketika suatu kali permintaannya ditolak. Bagi anak yang terlalu dilindungi dan didominasi oleh orangtuanya, sekali waktu anak bisa jadi bereaksi menentang dominasi orangtua dengan perilaku Tantrum. Orangtua yang mengasuh secara tidak konsisten juga bisa menyebabkan anak Tantrum.
Misalnya, orangtua yang tidak punya pola jelas kapan ingin melarang kapan ingin mengizinkan anak berbuat sesuatu dan orangtua yang seringkali mengancam untuk menghukum tapi tidak pernah menghukum. Anak akan dibingungkan oleh orangtua dan menjadi Tantrum ketika orangtua benar-benar menghukum. Atau pada ayah-ibu yang tidak sependapat satu sama lain, yang satu memperbolehkan anak, yang lain melarang. Anak bisa jadi akan Tantrum agar mendapatkan keinginannya dan persetujuan dari kedua orangtua.

5. Anak merasa lelah, lapar, atau dalam keadaan sakit.

6. Anak sedang stres (akibat tugas sekolah, dll) dan karena merasa tidak aman (insecure).


Tindakan

Dalam buku Tantrums Secret to Calming the Storm (La Forge: 1996) banyak ahli perkembangan anak menilai bahwa Tantrum adalah suatu perilaku yang masih tergolong normal yang merupakan bagian dari proses perkembangan, suatu periode dalam perkembangan fisik, kognitif dan emosi anak. Sebagai bagian dari proses perkembangan, episode Tantrum pasti berakhir. Beberapa hal positif yang bisa dilihat dari perilaku Tantrum adalah bahwa dengan Tantrum anak ingin menunjukkan independensinya, mengekpresikan
individualitasnya, mengemukakan pendapatnya, mengeluarkan rasa marah dan frustrasi dan membuat orang dewasa mengerti kalau mereka bingung, lelah atau sakit. Namun demikian bukan berarti bahwa Tantrum sebaiknya harus dipuji dan disemangati (encourage). Jika orangtua membiarkan Tantrum berkuasa (dengan memperbolehkan anak mendapatkan yang diinginkannya setelah ia Tantrum, seperti ilustrasi di atas) atau bereaksi dengan hukuman-hukuman yang keras dan paksaan-paksaan, maka berarti orangtua sudah menyemangati dan memberi contoh pada anak untuk bertindak kasar dan agresif (padahal sebenarnya tentu orangtua tidak setuju dan tidak menginginkan hal tersebut). Dengan bertindak keliru dalam menyikapi Tantrum, orangtua juga menjadi kehilangan satu kesempatan baik untuk mengajarkan anak tentang bagaimana caranya bereaksi terhadap emosi-emosi yang normal (marah, frustrasi, takut, jengkel, dll) secara wajar dan bagaimana bertindak dengan cara yang tepat sehingga tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain ketika sedang merasakan emosi tersebut.

Pertanyaan sebagian besar orangtua adalah bagaimana cara terbaik dalam menyikapi anak yang mengalami Tantrum. Untuk menjawab pertanyaan tersebut kami mencoba untuk memberikan beberapa saran tentang tindakan-tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua untuk mengatasi hal tersebut. Tindakan-tindakan ini terbagi dalam 3 (tiga) bagian, yaitu:

1.. Mencegah terjadinya Tantrum

2.. Menangani Anak yang sedang mengalami Tantrum

3.. Menangani anak pasca Tantrum


Pencegahan

Langkah pertama untuk mencegah terjadinya Tantrum adalah dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan anak, dan mengetahui secara pasti pada kondisi-kondisi seperti apa muncul Tantrum pada si anak. Misalnya, kalau orangtua tahu bahwa anaknya merupakan anak yang aktif bergerak dan gampang stres jika terlalu lama diam dalam mobil di perjalanan yang cukup panjang. Maka supaya ia tidak Tantrum, orangtua perlu mengatur agar selama perjalanan diusahakan sering-sering beristirahat di jalan, untuk memberikan waktu bagi
anak berlari-lari di luar mobil.

Tantrum juga dapat dipicu karena stres akibat tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan anak. Dalam hal ini mendampingi anak pada saat ia mengerjakan tugas-tugas dari sekolah (bukan membuatkan tugas-tugasnya lho!!!) dan mengajarkan hal-hal yang dianggap sulit, akan membantu mengurangi stres pada anak karena beban sekolah tersebut. Mendampingi anak
bahkan tidak terbatas pada tugas-tugas sekolah, tapi juga pada permainan-permainan, sebaiknya anak pun didampingi orangtua, sehingga ketika ia mengalami kesulitan orangtua dapat membantu dengan memberikan petunjuk.

Langkah kedua dalam mencegah Tantrum adalah dengan melihat bagaimana cara orangtua mengasuh anaknya. Apakah anak terlalu dimanjakan? Apakah orangtua bertindak terlalu melindungi (over protective), dan terlalu suka melarang? Apakah kedua orangtua selalu seia-sekata dalam mengasuh anak?
Apakah orangtua menunjukkan konsistensi dalam perkataan dan perbuatan?

Jika anda merasa terlalu memanjakan anak, terlalu melindungi dan seringkali melarang anak untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya sangat dibutuhkan anak, jangan heran jika anak akan mudah tantrum jika kemauannya tidak dituruti. Konsistensi dan kesamaan persepsi dalam mengasuh anak juga sangat berperan. Jika ada ketidaksepakatan, orangtua sebaiknya jangan berdebat dan beragumentasi satu sama lain di depan anak, agar tidak
menimbulkan kebingungan dan rasa tidak aman pada anak. Orangtua hendaknya menjaga agar anak selalu melihat bahwa orangtuanya selalu sepakat dan rukun.


Ketika Tantrum Terjadi

Jika Tantrum tidak bisa dicegah dan tetap terjadi, maka beberapa tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua adalah:

1.. Memastikan segalanya aman.
Jika Tantrum terjadi di muka umum, pindahkan anak ke tempat yang aman untuknya melampiaskan emosi. Selama Tantrum (di rumah maupun di luar rumah), jauhkan anak dari benda-benda, baik benda-benda yang membahayakan dirinya atau justru jika ia yang membahayakan keberadaan benda-benda tersebut. Atau jika selama Tantrum anak jadi
menyakiti teman maupun orangtuanya sendiri, jauhkan anak dari temannya tersebut dan jauhkan diri Anda dari si anak.

2.. Orangtua harus tetap tenang, berusaha menjaga emosinya sendiri agar tetap tenang. Jaga emosi jangan sampai memukul dan berteriak-teriak marah pada anak.

3.. Tidak mengacuhkan Tantrum anak (ignore). Selama Tantrum berlangsung, sebaiknya tidak membujuk-bujuk, tidak berargumen, tidak memberikan nasihat-nasihat moral agar anak menghentikan Tantrumnya, karena anak toh tidak akan menanggapi/mendengarkan. Usaha menghentikan Tantrum seperti itu malah biasanya seperti menyiram bensin dalam api, anak akan semakin lama Tantrumnya dan meningkat intensitasnya. Yang terbaik adalah membiarkannya. Tantrum justru lebih cepat berakhir jika orangtua tidak berusaha menghentikannnya dengan bujuk rayu atau paksaan.

4.. Jika perilaku Tantrum dari menit ke menit malahan bertambah buruk dan tidak selesai-selesai, selama anak tidak memukul-mukul Anda, peluk anak dengan rasa cinta. Tapi jika rasanya tidak bisa memeluk anak dengan cinta (karena Anda sendiri rasanya malu dan jengkel dengan kelakuan anak), minimal Anda duduk atau berdiri berada dekat dengannya. Selama melakukan hal inipun tidak perlu sambil menasihati atau complaint (dengan berkata: "kamu kok begitu sih nak, bikin mama-papa sedih"; "kamu kan sudah besar, jangan seperti anak kecil lagi dong"), kalau ingin mengatakan sesuatu, cukup misalnya dengan mengatakan "mama/papa sayang kamu", "mama ada di sini sampai kamu selesai". Yang penting di sini adalah memastikan bahwa anak merasa aman dan tahu bahwa orangtuanya ada dan tidak menolak (abandon) dia.

Ketika Tantrum Telah Berlalu

Saat Tantrum anak sudah berhenti, seberapapun parahnya ledakan emosi yang telah terjadi tersebut, janganlah diikuti dengan hukuman, nasihat-nasihat, teguran, maupun sindiran. Juga jangan diberikan hadiah apapun, dan anak tetap tidak boleh mendapatkan apa yang diinginkan (jika Tantrum terjadi karena menginginkan sesuatu). Dengan tetap tidak memberikan apa yang diinginkan si anak, orangtua akan terlihat konsisten dan anak akan
belajar bahwa ia tidak bisa memanipulasi orangtuanya.

Berikanlah rasa cinta dan rasa aman Anda kepada anak. Ajak anak, membaca buku atau bermain sepeda bersama. Tunjukkan kepada anak, sekalipun ia telah berbuat salah, sebagai orangtua Anda tetap mengasihinya.

Setelah Tantrum berakhir, orangtua perlu mengevaluasi mengapa sampai terjadi Tantrum. Apakah benar-benar anak yang berbuat salah atau orangtua yang salah merespon perbuatan/keinginan anak? Atau karena anak merasa lelah, frustrasi, lapar, atau sakit? Berpikir ulang ini perlu, agar orangtua bisa mencegah Tantrum berikutnya.

Jika anak yang dianggap salah, orangtua perlu berpikir untuk mengajarkan kepada anak nilai-nilai atau cara-cara baru agar anak tidak mengulangi kesalahannya. Kalau memang ingin mengajar dan memberi nasihat, jangan dilakukan setelah Tantrum berakhir, tapi lakukanlah ketika keadaan sedang tenang dan nyaman bagi orangtua dan anak. Waktu yang tenang dan
nyaman adalah ketika Tantrum belum dimulai, bahkan ketika tidak ada tanda-tanda akan terjadi Tantrum. Saat orangtua dan anak sedang gembira, tidak merasa frustrasi, lelah dan lapar merupakan saat yang ideal.

Dari uraian diatas dapat terlihat bahwa kalau orangtua memiliki anak yang "sulit" dan mudah menjadi Tantrum, tentu tidak adil jika dikatakan sepenuhnya kesalahan orangtua. Namun harus diakui bahwa orangtualah yang punya peranan untuk membimbing anak dalam mengatur emosinya dan mempermudah kehidupan anak agar Tantrum tidak terus-menerus meletup. Beberapa saran diatas mungkin dapat berguna bagi anda terutama bagi para ibu/ayah muda yang belum memiliki pengalaman mengasuh anak. Selamat membaca, semoga bermanfaat.(jp)

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....