Sore tadi sepulang kantor saya mendapati pintu pagar rumah terbuka. Saat memasukan motor ke pekarangan rumah, saya tidak melihat sepeda yang biasa dipakai isteri saya ke pasar. Apa isteri saya pergi? Setelah mengucapkan salam sayapun masuk kedalam rumah dan medapati isteri di kamar.
"Lho bu...sepeda kemana? " tanya saya. "Bukannya didepan, ditempat biasa?" jawab isteri saya. "Tidak ada tuh" jawab saya lagi. Isteri sayapun bergegas ke depan, dan mendapati sepeda kesayangannya sudah tidak ada di tempat biasa.
Tanya kerumah mertua pun kami lakukan dan ternyata tidak ada yang memakai sepeda itu.
Akhirnya kamipun menyadari bahwa sepeda itu sudah raib. Isteri pun menerima dan menganggap mungkin yang mengambil sedang ada kebutuhan mendesak.
Search...
Kehilangan sepeda
Labels: akhir jaman, Hati-hati, info
Kisah Krisis Finansial AS
Kisah Krisis Finansial AS
Nurul Qomariyah - detikFinance
Washington - Krisis finansial AS 'diakhiri' dengan keluarnya UU Penyelamatan Ekonomi Darurat melalui bailout senilai US$ 700 miliar. Bailout yang menyerupai Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di era 1997 itu diharapkan bisa menyelamatkan ekonomi AS dari jurang resesi.
Namun perekonomian AS diperkirakan tidak akan segera pulih, setelah UU tersebut ditandatangani. Perlu beberapa saat sebelum ekonomi AS bisa pulih seperti sediakala. Tapi setidaknya, pasar finansial diharapkan bisa stabil setelah adanya UU ini.
"(UU) Ini akan kita terapkan sebisa mungkin, namun tidak dapat berfungsi secara sempurna dalam satu malam. Perlu waktu beberapa saat untuk mendesain program yang efektif untuk mencapai tujuan dan tidak membuang-buang dolar milik pembayar pajak," ujar presiden George Walker Bush seperti dikutip dari AFP, Sabtu (4/10/2008).
Rencana tersebut memang tidak serta merta mendapat sambutan positif. Saham-saham dan dolar AS justru bergerak melemah. Pada perdagangan Jumat (3/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 156,51 poin (1,49%) ke level 10.326,34. Nasdaq juga melemah 29,33 poin (1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 14,85 poin (1,33%) ke level 1.099,43.
Berikut kronologi krisis finansial AS, seperti dikutip detikFinance dari AFP:
16 Maret:
Bank investasi, Bear Stearns diobral kepada JP Morgan Chase hanya US$ 236 juta. Akuisisi itu dimotori oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve).
7 September:
Depkeu AS mengambil alih 2 perusahaan pembiayaan rumah terbesar AS: Fannie Mae dan Freddie Mac, sekaligus memberikan jaminan atas utang masing-masing institusi sebesar US4 100 miliar.
15 September:
Bank investasi raksasa Wall Street, Lehman Brothers mendaftarkan perlindungan kebangkrutan, setelah gagal mendapatkan investor, termasuk pemerintah AS yang tak mau memberikan bailout.
Di hari yang sama, Merrill Lynch mengumumkan kesepakatan untuk diakuisisi oleh Bank of America dengan nilai transaksi US$ 50 miliar.
Lembaga pemeringkat menurunkan peringkat utang American International Group (AIG). Saham perusahaan asuransi ini juga merosot hingga 60,8%.
Bank Sentral AS menyuntikkan US$ 70 miliar ke pasar.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot hingga 504 poin atau 4,42%. Ini adalah kemerosotan terbesar sejak September 2001. Bursa-bursa Eropa pun ikut bertumbangan.
16 September:
Pemerintah AS akhirnya menyelamatkan AIG melalui suntikan modal hingga US$ 85 miliar, dengan imbalan 79,9% saham perusahaan asuransi raksasa itu. The Fed kembali menyuntik pasar hingga US4 50 miliar.
17 September:
Saham-saham kembali berjatuhan karena ketidakpastian ekonomi. Indeks Dow Jones merosot hingga 449 poin (4,06%). Bapapem AS juga mengeluarkan larangan untuk sejumlah transaksi short-selling.
18 September:
The Fed dan Bank Sentral global menyuntikkan US$ 300 miliar ke psar kredit. Saham-saham kembali menguat setelah diumumkannya rencana bailout.
Menkeu AS Henry Paulson dan Gubernur The Fed Ben Bernanke memulai pembicaraan untuk paket penyelamatan ekonomi melalui pembelian aset-aset beracun dari lembaga keuangan. Indeks Dow Jones sempat menguat hingga 410 poin.
19 September:
Pemerintah AS meminta kongres untuk segera menyetujui rencana penyelamatan US$ 700 miliar, yang merupakan rencana penyelamatan ala 'BLBI' yang terbesar dalam sejarah.
Fed kembali memompakan US$ 20 miliar ke pasar kredit. Saham-saham global kembali menguat.
21 September:
The Fed mengumumkan Goldman Sachs dan Morgan Stanley ---2 bank investasi yang masih tersisa di Wall Street --- akhirnya menanggalkan status bank investasi dan menjadi perusahaan holding bank.
24 September:
Presiden Bush secara nasional memberikan pidato yang menyatakan bahwa perekonomian AS berada dalam bahaya jika kongres tidak memberikan persetujuan atas rencana bailout tersebut. Bush juga mengundang 2 capres: Barrack Obama dan John McCain untuk ikut pertemuan di White House membahas krisis tersebut.
25 September:
Kongres mengumumkan kesepakatan fundamental atas prinsip-prinsip dari rencana penyelamatan tersebut, meski akhirnya pembicaraan mengalami deadlock.
26 September:
Washington Mutual (WAMU), bank terbesar di AS kolaps. JPMorgan Chase selanjutnya membeli sebagian aset WAMU senilai US$ 1,9 miliar.
29 September:
DPR AS menolak rencana bailout melalui voting 228-205, dengan Republik paling banyak menolak rencana tersebut. Indeks Dow Jones pun merosot hingga 778 poin, atau terbesar dalam sejarah.
1 Oktober:
Senat menyetujui paket penyelamatan ekonomi darurat, yang termasuk didalamnya adalah pengurangan pajak dan kenaikan penjaminan untuk simpanan bank dari US$ 100.000 menjadi US4 250.000.
3 Oktober:
DPR AS menyetujui UU Penyelamatan Ekonomi melalui bailout dalam voting 263-171. Presiden Bush selanjutnya menandatangani UU tersebut, sementara Menkeu Henry Paulson diminta segera bergerak cepat membeli aset-aset beracun dari sektor finansial.
(qom/qom)
Hukum Asuransi Jiwa dalam Kacamata Islam
Assalamu'alaikum wr. wb.
Langsung saja ustadz. Bagaimanakah sebenarnya hukum mengikuti asuransi jiwa Prudential Life dalam kacamata Islam? Jazakallah khoiron katsiro.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Muh. Yunan Nurtrianto
nur_yunan
Jawaban
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bila dilihat dari segi bentuk transaksi dan praktek ekonomi, bentuk-bentuk asuransi yang kita kenal sekarang ini umumnya masih merupakan bentuk asuransi konvensional. Lepas dari nama perusahaannya.
Kata konvensional sebenarnya sebuah penghalusan dari maksud sebenarnya. Maksud sebenarnya adalah asuransi yang tidak sesuai dengan hukum halal haram dari kacamata syariah Islam.
Asuransi konvensional adalah sebuah produk sistem perekonomian non-Islam. Sehingga kalau diukur dengan batasan-batasan syariah, harus diakui bahwa di dalamnya banyakterkandungketidak-sesuaian dengan hukum halal haram.
1. Akadnya Banyak Mengandung Gharar
Akad asuransi konvensioal banyak sekali mengandung hal-hal yang kurang pasti alias akad gharar. Maksudnya masing-masing pihak penanggung dan tertanggung tidak mengetahui secara pasti jumlah yang ia berikan dan jumlah yang dia ambil, pada waktu melangsungkan akad.
Orang yang ikut asuransi ini tidak bisa mengetahui dengan pasti berapakah yang akan didapatnya dari ikut sertanya dalam sistem ini. Demikian juga, perusahaan asuransi pun tidak dapat mengetahui dengan pasti, seberapa besar akan mengambil uang dari nasabahnya. Kalau pun ada, semuanya masih berupa perkiraan atau asumsi. Padahal seharusnya akad ini merupakan akad yang jelas, berapa yang harus dibayar dan apa yang akan didapat.
Dan akad yang bersifat gharar ini hukumnya diharamkan di dalam syariah Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:
Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW melarang jual beli dengan cara melempar batu dan jual beli dengan cara gharar. (HR Muslim)
2. Akad Penundukan
Kelemahan kedua dari asuransi konvensional adaah bahwa akad tersebut adalah akad idz'an. Maksudnya akad yang merupakan penundukan pihak yang kuat kepada pihak yang lemah. Pihak yang kuat maksudnya adalah pihak perusahan asuransi karena dialah yang menentukan syarat-syarat yang tidak dimiliki tertanggung. Dan pihak yang lemah adalah para nasabah atau pesertanya.
3. Mengandung Unsur Pemerasan
Dari kebanyakan kasus asuransi yang telah terjadi di tengah masyarakat, memang sering kali terjadi unsur pemerasan. Karena para nasabah atau para pemegang polis itu apabila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, seringkali uang premi yang sudah dibayar jadi hangus atau hilang, paling tidak akan dikurangi.
4. Mengandung Unsur 'Penipuan'
Meski biasanya hal-hal seperti ini sudah tertulis di dalam klausul dan ditanda-tangani oleh pihak peserta asuransi, namun biasanya kurang ditonjolkan saat penawaran. Demikian juga dengan resiko-resiko buruk yang akan terjadi, umumnya disembunyikan.
Fakta di lapangan adalah bukti yang sulit dibantah, karena kasus-kasusnya memang nyata ada. Begitu banyak orang yang kemudian kapok berurusan dengan perusahaan asuransi yang cenderung tidak pernah mau berkompromi. Hanya masih ketika menawarkan di awal.
5. Diinvestasikan pada Lembaga Ribawi
Perusahaan asuransi pada hakikatnya mengumpulkan uang dari masyarakat,lalu uang itu diinvestasikan lagi kepada pihak lain. Pihak lain ini tentu saja lembaga usaha dan bisnis dengan praktek ribawi, di mana pihak asuransi akan mendapat bunga yang nominalnya sangat besar. Bunga inilah yang nanti sebagiannya menjadi uang yang akan dibayarkan kepada peserta asuransi bila ada yang melakukan klaim kepada mereka.
Titik haramnya adalah ketika perusahaan asuransi membenamkan investasinya pada perusahaan dengan cara bunga atau riba. Berarti ketika seorang muslim ikut asuransi konvensional, dia pada hakikatnya sedang melakukan transaksi pembungaan uang alias riba yang mutlak haramnya.
Asuransi yang Dibenarkan dalam Syariah
Suatu bentuk asuransi akan diperbolehkan secara syariah jika tidak menyimpang dari prinsip-prinsip dan aturan-aturan syariat Islam. Untuk itu harus terpenuhi beberapa syarat prinsip, antara lain:
- Sistem asuransi ituharus dibangun atas dasar ta'awun (saling bantu), tolong menolong, saling menjamin, tidak berorentasi bisnis atau keuntungan materi semata. Allah SWT berfirman, "Dan saling tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan."
- Sistem asuransi itu tidak boleh bersifat mu'awadhoh atau akad jual beli yang menguntungkan. Tidak boleh menjadi sebuah perusahaan yang berorientasi kepada keuntungan material. Yang dbolehkan hanyanya sebuah kerja sosial yang bersifat tabarru' (sumbangan). Dan tabarru' itu sama dengan hibah (pemberian), oleh karena itu haram hukumnya ditarik kembali. Kalau terjadi peristiwa, maka diselesaikan menurut syariat.
- Setiap anggota yang menyetor uangnya menurut jumlah yang telah ditentukan, harus disertai dengan niat membantu demi menegakan prinsip ukhuwah. Kemudian dari uang yang terkumpul itu diambillah sejumlah uang guna membantu orang yang sangat memerlukan.
- Tidak dibenarkan seseorang menyetorkan sejumlah kecil uangnya dengan tujuan supaya ia mendapat imbalan yang berlipat bila terkena suatu musibah. Akan tetepi ia diberi uang jamaah sebagai ganti atas kerugian itu menurut izin yang diberikan oleh jamaah.
- Apabila uang itu akan dikembangkan, maka harus diinvestasikan pada lembaga keuangan non ribawi. Tidak boleh dengan menggunakan sistem bunga, melainkan dengan sistem bagi hasil (mudharabah atau murabahah).
Dan untuk terpenuhinya syarat itu, dikembangkanlah asuransi syariah. Sebab pada dasarnya di dalam akad asuransi itu memang ada manfaat yang baik. Namun ada juga transaksi yang haram.
Asuransi syariah adalah sebuah upaya untuk mendapatkan manfaat asuransi tapi dengan membuang semua sisi yang haram.
Wallahu a'lam bishshawab. wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.
Sumber : eramuslim
Labels: akhir jaman, asuransi, edukasi, Hati-hati, info, islam, Istiqomah, Kajian Islam, Qolbun Salim, quran, renungan
Mendadak Baik..Mendadak Peduli....
Kalau judulnya agak mirip-mirip acara TV yang kontes-kontesan itu memang disengaja...Intinya sih tulisan kali ini ingin mengomentari sesuatu yang instan.. hm.. bahasa Indonesianya apa ya? dadakan...
Perilaku dadakan yang dimaksud disini adalah sikap mendadak baik...sikap mendadak peduli...baik itu sebagian orang atau beberapa partai politik..terutama menjelang Pemilu 2009.
Semenjak telah di tetapkannya nomor urut Partai Peserta Pemilu 2009 maka spanduk-spanduk "kepedulian " kepada rakyat segera muncul disegenap antero. Spanduk yang mengatasnamakan partai tertentu beserta slogan-slogannya berlomba-lomba menarik simpati masyarakat dan berusaha menunjukan bahwa partai yang bersangkutan "berpihak" kepada masayarakat.
Begitupun di layar TV (meski nggak punya TV) saat bersilaturahim kerumah tetangga, saya melihat pemunculan beberapa tokoh yang menujukan bahwa dirinya dekat dengan rakyat..dekat dengan masyarakat.
Senang juga sih melihat hal itu, namun sangat disayangkan kalau "kepedulian" kepada rakyat tersebut hanya muncul saat mendekati Pemilu. Kenapa tidak dari dulu ? Kemana mereka 4 tahun yang lalu? Mana kepeduliannya saat masyarakat ditimpa beberapa musibah?
Layaknya kontes-kontesan serba mendadak di TV, para kontestan dikenal saat acara berlangsung, tapi langsung tenggelam dan dilupakan masyarakat saat kontes berakhir. Begitupun para tokoh dan partai instan, yang hanya terlihat kegiatan dan kepeduliaannya saat mendekati Pemilu. Namun saat Pemilu usai dan mereka mendapatkan kekuasaan langsung asyik dengan urusan pribadinya.
Semoga rakyat semakin dewasa dalam memilih Partai dan Calon Pemimpin Indonesia di masa mendatang. Semoga bisa memilih Partai yang benar-benar Peduli kepada Rakyat ..bukan cuma saat Pemilu..tapi selama kurun waktu berjalan...
Dan bukan juga Tokoh yang cuma berpura-pura peduli pda rakyat kecil, pura-pura hidup sederhana.
Semoga Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi.
Labels: akhir jaman, dunia, edukasi, Hati-hati, Ilusi, Istiqomah, pemilu 2009, renungan
"Katanya Gratis...kok Bayar? " (keluhan Ortu tentang biaya masuk Sekolah Dasar)
" aq mao curhat nih...anakku tadinya sekolah di swasta di Bxxxxi...lalu kenaikkan kelas kemaren,aq pindahin ke SDN di jxxxxx xxxxx,dengan alasan biar nantinya gampang ke SMP jakarta dan gratis (karena SDN skg dah canggih2...nga kalah dengan swasta)....ternyata,tidak seindah yang dibayangkan...waktu aq ke sana,mau dafta..langsung ketemu kepala sekolah..dia langsung tembak minta uang masuk 1,5jt saja...itu pun harus diem2..nga boleh bilang2..soalnya banyak wartawan yg akan tanya2...pada saat menyerahkan raport & surat pindah ke SDN aku nga bawa uang 1,5jt...karena mikirnya bisa cicil, taunya kata kepala sekolahnya...nga boleh dicicil cash...ya udah balik lagi ambil duit sisanya. Ternyata nga hanya disitu masalahnya...buku..!! setau saya,dan info dari tetangga yg anaknya di SDN (beda dgn anakku) buku paket dipinjamkan dari sekolah,sisanya kita hrs cari sendiri...aq pikir itu fair dong...jadinya orangtua bisa cari alternatif mencari bukunya bisa di gramedia, tokok buku,ato senen (pusat buku murah)...tapi disekolah anakku nga begitu modelnya...buku paket harus beli ditoko buku sebelah sekolah,bukunya sudah sepaket sepaket,nga boleh beli eceran,harus beli disitu...udah gitu nga ada buku yg dipinjamkan dari sekolah...harganya bukunya mulai 400rb/paket/tahun/siswa...
waktu semalam ke toko buku tsb mau beli buku,aq kaget bgt...kok mahal bgt...tp kt yg jual,kl mau komplain ke sekolah aja..dan alasan sekolah ktnya sekolah nga boleh jualan buku,takut ada wartawan yg meliput...
Ddduuuhhh....pusing deh...ternyata tetep aja SDN cari duitnya dengan berbagai cara...itu belom aq beli seragam yang +/- aq perkirakan sama hampir 500rb...blm lagi uang komputer,uang air minum...malah ada dikelas yang lain diminta tiap siswa bawa spidol 2buah..
Sedih banget melihat kenyataan ini,maksud hati ingin masukkin ke sekolah anak krn biaya juga...tapi apa daya...sekolahnya nga mau rugi dengan gratis !!!
Ini masukkan untuk ortu yg niat masukkin anaknya ke SDN...coba cari info nya yg jelas...jgn "terjebak" dgn gratis uang sekolah. Emang sih Uang sekolahnya gratis, tapi yang lain tetep harus bayar,bahkan yang harusnya gratis malah disuruh bayar juga...
itu cerita dari saya...ortu yg baru aja masukkin anakknya ke SDN...."
Diatas adalah email yang dikirim seorang anggota milist keluarga yang saya ikuti...
Sangat memprihatinkan..disaat Pemerintah menggalakan program pendidikan..dan disaat Pemerintah DKI mengratiskan biaya pendidkan SD..ada oknum Kepala Sekolah yang mengutip biaya masuk ke orang tua calon murid....
Sigh...ada yang bilang..mungkin oknum itu melakukannya karena gajinya kecil....
Apa bener? karena denger-denger gaji guru sudah naik ya? udah lumayan kan sekarang?
Kalau bener sudah gede gajinya..terus buat apa lagi ya uanganya? buat benerin sekolah? buat beli bangku-bangku baru?
Jangan Lupa tanggal 20 Juli 2008 : Hari Tanpa TV..... !!!!
Ajakan Koalisi Nasional HTT: TV memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. TV dapat menjadi sumber informasi dan edukasi yang sangat handal. Namun TV juga dapat menjadi sumber hiburan yang tiada henti. Aktivitas menonton telah TV memangkas waktu interaksi dalam keluarga, menimbulkan dampak negatif berupa peniruan dan penanaman nilai pada anak-anak dan remaja, berkontribusi pada gaya hidup yang tidak sehat, konsumtif, dsb. Dukungan masyarakat akan disampaikan kepada industri penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia, Departemen Komunikasi dan Informatika, Komisi I DPR-RI, dan berbagai pihak terkait. Jakarta, 11 Juli 2008 Guntarto,
Mari kita dukung Ajakan yang Insya Allah membawa kebaikan bagi keluarga kita... TV bukanlah satu-satunya sumber informasi, tanpa TV pun kita tetap bisa hidup normal...semoga dimasa mendatang para pengelola TV bisa membuat program acara yang bukan saja mengandung sisi pendidikan tapi juga mengandung pesan moral... Kalau dirumah kami bukan cuma sehari, tapi sudah hampir setahun ini tidak ada TV.... lihat artikelnya: http://dwiwahyono.blogspot.com/2007/12/tak-ada-lagi-televisi-di-rumah-kami.html
-----------------------------------
Ikuti "HARI TANPA TV 2008"
"Sebagian besar anak Indonesia menonton TV sekitar 1.600 jam setahun, padahal hanya 740 jam mereka belajar di bangku sekolah"
Fungsi siaran TV sebagai hiburan jauh lebih menonjol dibanding dengan fungsi yang seharusnya bisa diperankan berupa informasi dan edukasi. Keluarga yang mengalokasikan waktu yang lebih sedikit untuk menonton TV, akan mempunyai lebih banyak waktu untuk aktivitas-aktivitas yang lebih posistif, interaktif dan mempererat hubungan kekeluargaan.
Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) tahun 2006 menunjukkan bahwa jumlah jam menonton TV pada anak-anak usia sekolah dasar berkisar antara 30-35 jam seminggu, ditambah dengan sekitar 10 jam untuk bermain video game. Ini adalah jumlah waktu yang terlalu besar untuk hiburan yang kurang sehat bagi anak dan remaja. Dalam setahun, jumlah jam menonton TV ini mencapai lebih dari 1.600 jam. Bandingkan dengan jumlah jam belajar di sekolah dasar negeri selama setahun yang hanya sekitar 740 jam untuk kelas rendah.
Secara umum dapat dikatakan bahwa ketergantungan anak pada tayangan TV sudah sangat tinggi dan mencapai titik yang mengkhawatirkan. Ada beberapa fakta yang dapat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya ketergantungan itu:
Pertama, belum terbentuk pola kebiasaan menonton TV yang sehat. TV masih menjadi hiburan utama keluarga yang dikonsumsi setiap hari dalam waktu yang panjang tanpa seleksi yang ketat terhadap pilihan acara yang mereka tonton.
Kedua, kebanyakan isi acara TV kita tidak aman dan tidak sehat untuk anak. Banyak acara TV dengan kandungan materi untuk orang dewasa yang ditayangkan pada jam-jam anak biasa menonton dan kemudian disukai dan ditiru oleh anak-anak. Contoh yang ekstrim, peniruan adegan laga dalam tayangan TV oleh anak telah menimbulkan beberapa korban jiwa.
Ketiga, lemahnya peraturan bidang penyiaran dan penegakannya. Sejak indutri televisi berkembang pesat, permasalahan yang terkait dengan isi tayangan makin membesar. Hingga kini masalah tersebut belum dapat diatasi dengan efektif.
Oleh karena itu, Koalisi Nasional HARI TANPA TV 2008 menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk mematikan pesawat televisi selama sehari penuh pada hari MINGGU 20 JULI 2008.
Dengan mematikan TV selama sehari penuh dan mengajak anak-anak untuk memiliki kegiatan lain selain menonon TV, dapat menjadi langkah awal kita untuk mengurangi ketergantungan anak pada televisi. Dengan bersedia mematikan TV seharian, maka hal itu menjadi bukti bahwa kita sadar mengenai perlunya pengaturan dalam menonton TV bagi anak-anak kita.
Selain itu, perlu dilakukan upaya bersama seluruh komponen masyarakat untuk mendesak dan mempengaruhi industri penyiaran agar lebih memperhatikan isi tayangan dan pola penyiaran yang memperhatikan perlindungan terhadap anak. Tekanan yang paling efektif bagi industri televisi adalah apabila masyarakat secara bersama-sama tidak menonton TV sama sekali, atau secara selektif tidak menonton acara tertentu dalam waktu yang panjang.
Sampaikan dukungan anda melalui e-mail ke haritanpatv@kidia.org;
SMS ke nomor 0812-1002.4009;
dan fax: 021-8690.5680; website http://www.kidia.org
Ketua SC Koalisi Nasional HTT 2008
Labels: akhir jaman, Anak, edukasi, Elektronik, info, Istiqomah, Keluarga Sakinah, renungan, Rumah, TV
Bahaya Lidah (Bag ke-1): Prolog
Al-Afaatul Lisan (Bahaya Lidah)
(Bag ke-1)
DUA hal penting yang sering diingatkan Islam kepada kita-manusia-
adalah menjaga dan memelihara dengan baik lidah dan tingkah laku.
Rasulullah saw. berpesan kepada kita semua yaitu,\"Barangsiapa beriman
kepada Allah dan hari Qiyamat hendaklah berkata yang baik atau diam.\"
Pesan ini menekankan tentang pentingnya menjaga tutur kata, tidak
mengucapkan hal yang buruk dan menyakiti hati, karena bertutur
sembarang tanpa pikir akan membawa kepada krisis lain yaitu
permusuhan, kekacauan bahkan pertumpahan darah.
Maka dengan menjaga lidah dan tutur kata, dapat dipastikan akan
terjalinnya kehidupan yang tenteram, damai dan sejahtera di tengah
masyarakat sepanjang masa. Dalam konteks inilah Rasulullah saw
berpesan supaya menjaga lidah dan tingkah laku agar tidak mengganggu
dan melampaui batas atau menyentuh hak dan maruah orang lain.
Inilah nilai keadaban yang tinggi yang amat dibutuhkan masyarakat
kini. Disaat pengaruh kebendaan dimana nafsu manusia semakin meluap
dan telah meminggirkan sifat santun dan adab bertutur. Perbuatan
mereka tampak semakin cablak, ganas dan tanpa tedeng aling-aling
mengamburkan kata-kata kotor, jijik berupa umpatan ataupun celaan.
Orang-orang tertentu kini kelihatan tidak lagi menjungjung tinggi adab
sopan dalam berbicara. Seakan yang mereka ke depankan saat ini
hanyalah memenangkan persaingan hidup. Di bidang ekonomi manusia
berlomba-lomba mencari peluang untung diri sendiri. Di bidang politik
juga tidak kalah hebatnya demi mendapatkan kekuasaan, demikian juga di
dalam bidang kehidupan yang lain, manusia sering melupakan diri dan
martabatnya, semata-mata karena mengejar sesuatu kemudian merebutnya
untuk dirinya sendiri.
Lihat saja ketika 'musim kampanye', saban waktu dan saban hari, siang
dan malam, kita mendengar ceramah dan ucapan yang dipenuhi dengan
kata-kata liar, kasar dan amat menyakitkan telinga. Tuduhan dan
hasutan yang tidak mengandung kebenaran. Kata-kata dalam bentuk
fitnah, makian yang biadab, dan berbagai 'kalimat sampah' kerap
dijelmakan dalam kesempatan berbicara dan dimainkan oleh orang-orang
yang pandai bersilat dengan kata-kata dan retorika.
Masyarakat tidak terkecuali senang mendengar dan menelannya
mentah-mentah. Kadang-kadang dalam bentuk lucu dan humor, tetapi penuh
kepedihan dan kepalsuan. Unsur lucu atau jenaka yang diselipkan dalam
ceramah dan pidato politik amat menarik perhatian orang yang
mendengarnya, tapi amat memalukan bahwa objek lucu itu kadang-kadang
ditujukan kepada musuh politiknya secara amat sinis dan hina, malah
menyentuh keturunan dan nenek moyang seseorang yang tidak ada kaitan
dengan sesuatu yang diutarakan dalam lawak jenakanya yang menyakitkan
itu.
Di parlemen, agenda pertama yang dilihat dalam persidangan ialah
'medan laga mulut' yang tidak mengikuti adab kesopanan dan adab Islam
atau bahkan aturan moral sekalipun. Dewan Perwakilan Rakyat berubah
menjadi medan laga yang penuh permusuhan seolah-olah manusia sekarang
sudah kembali ke zaman yang tidak beradab.
Harus diakui bahwa manusia memang berbeda pandangan dan pendirian,
bebas membuat pentafsiran terhadap sesuatu yang dirasakan benar
baginya, tetapi manusia juga mempunyai akal dan pertimbangan secara
etis dan berperadaban. Kalau tidak prihatin kepada hal itu , maka
selanjutnya kita selalu dalam petaka.
Lidah memang tak bertulang, pepatah itu menggambarkan betapa sulit
mengatur lidah ini. Terkadang dalam tempat-tempat perkumpulan, keadaan
menjadi semakin seru bahkan akan menjadi segar, bila seseorang
menyodorkan gosip 'baru'. Terlebih bila sang pencetus 'gosip' pernah
merasa dirugikan oleh 'sang calon' pesakitan. Yang ini bisa jadi akan
tambah seru. Dia pernah disakiti, disinggung, dipermalukan, dijahili,
ataupun yang serupa dengan itu. Maka rem lidah benar-benar sering
blong.
Bila menghadapi kondisi 'menarik' seperti ini ungkapan cucu Rasulullah
saw, Al-Husain ra mungkin bisa menjadi mizan (pertimbangan) bagi kita,
"Seseorang yang menceritakan keburukan orang lain di hadapanmu, boleh
jadi dia akan menceritakan keburukanmu (juga) pada orang lain."
***
Dalam sebuah perjalanan ke suatu daerah, para sahabat diatur agar
setiap dua orang yang mampu, membantu seorang yang tak mampu (tentang
makan-minum). Kebetulan Salman Al Farisi diikutkan pada dua orang,
tetapi ketika itu ia lupa tidak melayani keperluan keduanya. Ia
disuruh minta lauk pauk kepada Rasulullah saw. Dan setelah ia
berangkat, keduanya berkata, "Seandainya ia pergi ke sumur, pasti
surutlah sumurnya."
Sewaktu Salman menghadap, beliau bersabda, "Sampaikan kepada kedua
temanmu bahwa kalian sudah makan lauk pauknya." Setelah ia
menyampaikan kepada mereka berdua, lalu keduanya menghadap kepada Nabi
saw dan katanya, "Kami tidak makan lauk pauk dan seharian kami tidak
makan daging." Kemudian Rasulullah bersabda, "Kalian telah mengatakan
saudaramu (Salman) begini-begitu. Maukan kalian memakan daging orang
mati?" Mereka menjawab, "Tidak!" "Jika kalian tidak mau makan daging
orang mati, maka janganlah kalian ghibah mengatakan kejelekan orang
lain, sebab yang demikian itu berarti memakan daging saudaranya
sendiri."
Menurut Ibnu Abbas, kisah tersebut yang melatarbelakangi diturunkannya
surat Al-Hujarat: 12. "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan prasangka (buruk), karena setengahnya itu dosa, dan
janganlah menyelidiki kesalahan orang lain, dan jangan pula setengah
kamu menggunjing (ghibah) atas sebagian yang lainnya. Maukah seseorang
di antara kamu makan daging saudaranya yang mati? Pasti kamu jijik
(tidak mau). Bertaqwalah kepada Allah, bahwasannya Allah menerima
taubat lagi Penyayang."
***
Imam Sya'bi adalah salah seorang syekh di kota Basrah, pada suatu hari
beliau berceramah di hadapan murid²nya, tersebutlah seorang murid
duduk disampingnya, yang mulai sejak awal Imam Sya'bi berbicara tidak
pernah ia bertanya atau berkata-kata sepatah katapun, tidak seperti
murid-muridnya yang lain, maka bertanyalah Imam Sya'bi kepada muridnya
yang satu ini ;
"Mengapa engkau tidak berkata sepatah katapun .....?"
Anak muda itu menjawab, dengan sebuah kalimat bijak," Oo, Aku diam,
maka aku selamat. Aku mendengarkan, maka aku tahu. Sesungguhnya
manusia itu mempunyai bagian masing-masing, di telinganya, bagian itu
untuknya, di lidahnya bagian itu untuk orang lain. Seseorang justru
tertimpa celaka karena terpeleset lidahnya, dan tidaklah ia terkena
bahaya lantaran terpeleset kakinya, apabila ia terpeleset kakinya ia
akan sembuh kembali dalam waktu yang tidak lama, tetapi apabila ia
terpeleset gara-gara perkataannya bisa saja ia kehilangan kepalanya."
Di Basrah pernah kedatangan seorang pria yang disangka wali dan
tampaknya sangat alim. Penduduk kota itu memuja-muja sang wali
lantaran melihat pakaiannya yang serba taqwa, jubahnya tebal,
sorbannya panjang, dan biji tasbihnya besar-besar, ia begitu
dihormati, dan penduduk banyak memberikan sedekah kepadanya. Hingga
dalam tempo singkat wali itu menjadi kaya raya, tetapi sebutirpun
belum pernah wali itu memberikan ilmu kepada penduduk Basrah sampai
saatnya ia akan meninggalkan kota itu. Sehingga Imam Hasan Al Bashri
ingin tahu, siapa gerangan dia, dan sejauh mana ketakwaan dan
kealimannya. Maka didatanginya wali tersebut di penginapannya, kepada
sang wali Imam Hasan Al Bashri bertanya ," Dari mana Tuan memperoleh
derajat kewalian?"
Orang itu dengan congkak menjawab," dari Allah ". Dengan ucapan
seringkas itu tahulah Imam Hasan Al Bashri bahwa orang tersebut bukan
wali, melainkan seorang penipu belaka. Seyogyanya ia berkata, "Maaf,
saya bukan wali." Sebab tidak ada seorangpun yang mengaku dirinya wali
adalah benar-benar wali. Derajat kewalian tidak pernah disadari oleh
yang bersangkutan, derajat kewalian hanya dirasakan oleh orang-orang
yang memahami betapa beratnya menjadi orang saleh, yang memilih
kebajikan bagi orang lain daripada keuntungan buat diri sendiri.
(Bersambung...)
Sent by: Mariah Agustina
Labels: akhir jaman, Hati-hati, islam, Istiqomah, Kajian Islam, Qolbun Salim, quran, renungan, tanda
THE BIGGEST ROBBERY OF THE 20TH CENTURY IS
THE BIGGEST ROBBERY OF THE 20TH CENTURY IS
Please forward this to everyone who don't know about this fact, Most of us don't even know the actual situation.
Labels: akhir jaman, dunia, islam, Istiqomah, Kajian Islam, kiamat, Qolbun Salim, renungan, unbelievable
Bioskop di Jakarta Pun Dulu Pisahkan Pria dan Wanita
Di zaman sekarang, bukan hal yang mengejutkan lagi jika ada yang mengatakan jika bioskop merupakan salah satu wahana yang sering disalahgunakan sebagai tempat melakukan kemaksiatan. Namun tahukah Anda jika di zaman dahulu, di Jakarta, bioskop sesungguhnya sudah mengantisipasi hal ini, agar tidak disalahgunakan, dengan memisahkan tempat duduk antara yang pria dengan wanita.
Dalam buku kecilnya berjudul “Nostalgia di Jakarta: Cuplikan Kisah-Kisah ‘Edan’ Seputar Jakarta di Masa Lalu” (Javamedia: Juni 2008) yang ditulis oleh Zaenuddin HM, seorang jurnalis senior kelahiran Betawi yang kini aktif di salah satu harian nasional, ditulis salah satu fakta yang sangat menarik tentang bioskop di Djakarta Tempo Doeloe.
Pada halaman 31 dengan judul tulisan “Pulang Nonton Bioskop, Suami-Isteri Berpisah” ditulis bahwa dahulu kala di Jakarta belum banyak berdiri bioskop seperti sekarang ini. Zaenuddin HM menulis, “Sejak tahun 1900-an dunia film Indonesia sudah ada dan mulai tumbuh. Di Jakarta khususnya, film diputar melalui bioskop keliling. Waktu itu memang belum ada gedung bioskop permanen. Lagi pula film-film yang diputar kala itu masih jenis film gagu alias tidak ada suara dan dialog di dalam ceritanya…”
Suatu waktu, di dekat Lapangan Ikada (kini kawasan Monas), didirikanlah sebuah bioskop yang sangat sederhana. Lalu kemudian berdiri pula beberapa bioskop dengan kondisi yang lebih baik.
“Yang unik dari bioskop-bioskop di Jakarta tempo dulu itu adalah tempat duduknya. Kenapa? Sebab tempat duduknya dipisah, untuk penonton pria ataupun wanita. Pemisahannya berupa lorong yang membelah sepanjang tengah-tengah bangsal dari depan dan belakang. Mengapa sampai dipisah, mungkin karena pertimbangan moral saat itu, ” lanjut Zaenuddin HM.
Uniknya lagi, dan ini bisa bikin kita tertawa, seringkali ketika bioskop bubar, banyak pasangan suami-isteri saling mencari dan terpaksa teriak-teriak, bahkan tak jarang ada yang pulang sendiri-sendiri lantaran tidak bersua juga. “Akibatnya bisa fatal, setelah pulang dari bioskop, di rumah bukannya tambah mesra justru bertengkar dan saling menyalahkan. Wah, bisa gawat. Itulah nostalgianya, ” tulis Zaenuddin HM sebagai penutup tulisan tersebut. Lucu? Memang.
Namun sebenarnya dari tulisan itu kita bisa memetik hikmah bahwa sebenarnya jika pemerintah memiliki niat baik, tidak ada salahnya meneladani sistem gedung bioskop di zaman baheula ini. Di bidang transportasi pernah diuji coba pemisahan antara penumpang pria dan wanita di gerbong kereta api listrik yang berbeda, walau tidak maksimal, karena memang tidak dipersiapkan secara matang oleh pemerintah. Jika dipersiapkan secara matang akan lain soalnya.
Kerusakan moral masyarakat kita ini sudah kelewat batas. Sebab itu, pemerintah hendaknya mau lebih giat bersikap pro-aktif dalam memberantas penyakit masyarakat ini dengan langkah-langkah yang nyata. Tentunya dengan juga didukung oleh kesadaran masyarakat di mana kesadaran itu hendaknya berangkat dari upaya pencerahan, bukan pemaksaan atau malah kekerasan. Mungkin ada di antara partai politik yang akan bertarung di Pemilu 2009 yang memiliki agenda seperti di atas jika menang nanti? Wallahu’alam.(rz)
Sumber: eramuslim.com
Labels: akhir jaman, info, Istiqomah, jakarta
13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan
Oleh: DR. Amir Faishol
dakwatuna.com - *Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang juga mempunyai hak tidak suka kepada laki-laki karena beberapa sifa-sifatnya. Karena itu kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa benar. Melainkan juga harus memperhatikan dirinya, sehingga ia benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah, pun baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di surga. Karena itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum sangat tidak disukai oleh para istri atau kaum wanita. Semoga bermanfaat.
1. Laki-laki Tidak Punya Visi
Setiap kaum wanita merindukan suami yang mempunyai visi hidup yang jelas. Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan ada tujuan mulia. Dalam pembukaan surah An Nisa':1 Allah swt. Berfirman: *"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".* Dalam ayat ini Allah dengan tegas menjelaskan bahwa tujuan hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah haramkan benar-benar dijauhi. Dan apa yang Allah perintahkan benar ditaati. Namun yang banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau para suami yang menutup-nutupi kemaksiatan. Istri tidak dianggap penting. Dosa demi dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa takut kepada Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya. Jika tidak di dunia pasti di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal dalam masalah pernikahan Nabi saw. bersabda: *"Pernikahan adalah separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa." *
2. Laki-laki Kasar
Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Ini menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama dengan tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau wanita dipaksa untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan patah. Dan patahnya berarti talaknya. Dari sini nampak bahwa kaum wanita mempunyai sifat ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan secara kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus agar menyikapi para istri dengan lemah lembut: *Wa'aasyiruuhunna bil ma'ruuf* (Dan sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An-Nisa: 19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami yang baik bukan yang bersikap kasar, melainkan yang lembut dan melindungi istri. Banyak para suami yang menganggap istri sebagai sapi perahan. Ia dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan. Mentang-mentang badannya lebih kuat lalu memukul istri seenaknya. Ingat bahwa istri juga manusia.. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja kita harus belas kasihan, apalagi kepada manusia. Nabi pernah menggambarkan seseorang yang masuk neraka karena menyiksa seekor kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.
3. Laki-laki Sombong
Sombong adalah sifat setan. Allah melaknat Iblis adalah karena kesombongannya. *Abaa wastakbara wakaana minal kaafiriin* (Al Baqarah:34). Tidak ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits Qurdsi: *"Kesombongan adalah selendangku, siapa yang menandingi aku, akan aku masukkan neraka."*Wanita adalah mahluk yang lembut. Kesombongan sangat bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong. Sayangnya dalam keseharian sering terjadi banyak suami merasa bisa segalanya. Sehingga ia tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat jasa istri sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang istri. Ingat bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri. Sabar dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui selama dua tahun. Sungguh banyak para istri yang menderita karena prilaku sombong seorang suami.
4. Laki-laki Tertutup
Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya yang tidak diketahui istrinya. Nabi sangat terbuka kepada istri-istrinya. Bila hendak bepergian dengan salah seorang istrinya, nabi melakukan undian, agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang lain. Bila nabi ingin mendatangi salah seorang istrinya, ia izin terlebih dahulu kepada yang lain. Perhatikan betapa nabi sangat terbuka dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang merasa didzalimi. Tidak ada seorang dari para istri yang merasa dikesampingkan. Kini banyak kejadian para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar rumah. Ia tidak mau berterus terang kepada istrinya. Bila ditanya selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau berterus terang mengenai penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan untuk apa saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat tidak disukai kaum wanita. Banyak para istri yang tersiksa karena sikap suami yang begitu tertutup ini.
5. Laki-laki Plinplan
Setiap wanita sangat mendambakan seorang suami yang mempunyai pendirian. Bukan suami yang plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas dalam arti punya sikap dan alasan yang jelas dalam mengambil keputusan. Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan tindakan yang harus dilakukan dengan penuh keyakinan. Inilah salah satu makna *qawwam* dalam firman Allah: *arrijaalu qawwamuun alan nisaa'* (An Nisa':34).
6. Laki-laki Pembohong
Banyak kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong. Tidak mau jujur atas perbuatannya. Ingat sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah.. Kebohongan adalah sikap yang paling Allah benci. Bahkan Nabi menganggap kebohongan adalah sikap orang-orang yang tidak beriman. Dalam sebuah hadits Nabi pernah ditanya: *hal yakdzibul mukmin* (apakah ada seorang mukmin berdusta?) Nabi menjawab: Laa (tidak). Ini menunjukkan bahwa berbuat bohong adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri. Sungguh tidak sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para suami. Ingat bahwa para istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan dunia. Melainkan lebih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah menghancurkan harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.
7. Laki-laki Cengeng
Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu Bakar Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia menangis bukan karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al Qur'an. Namun dalam sikap keseharian Abu Bakar jauh dari sikap cengeng. Abu Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar dan tidak sedikitpun gentar. Suami yang cengeng cenderung nampak di depan istri serba tidak meyakinkan. Para istri suka suami yang selalu gagah tetapi tidak sombong. Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.
8. Laki-laki Pengecut
Dalam sebuah doa, Nabi saw. minta perlindungan dari sikap pengecut (a'uudzubika minal jubn), mengapa? Sebab sikap pengecut banyak menghalangi sumber-sumber kebaikan. Banyak para istri yang tertahan keinginannya karena sikap pengecut suaminya. Banyak para istri yang tersiksa karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Nabi saw. terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi selalu dibarisan paling depan. Ketika terdengar suara yang menakutkan di kota Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi suara tersebut. Para istri sangat tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami yang pemberani. Sebab tantangan hidup sangat menuntut keberanian. Tetapi bukan nekad, melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang matang.
9. Laki-laki Pemalas
Di antara doa Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari sikap malas: *allahumma inni a'uudzubika minal 'ajizi wal kasal* , kata *kasal*artinya malas. Malas telah membuat seseorang tidak produktif. Banyak sumber-sumber rejeki yang tertutup karena kemalasan seorang suami. Malas sering kali membuat rumah tangga menjadi sempit dan terjepit. Para istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas. Sebab keberadaanya di rumah bukan memecahkan masalah melainkan menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan karena malasnya seorang suami..
10. Laki-laki yang Cuek Pada Anak
Mendidik anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih dari itu tanggung jawab seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya. Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup sang anak. Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya kepada sang cucu Hasan Husain adalah contoh nyata, betapa beliau sangat sayang kepada anaknya. Bahkan pernah berlama-lama dalam sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya. Kini banyak kita saksikan seorang ayah sangat cuek pada anak. Ia beranggapan bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti inilah yang sangat tidak disukai para wanita.
11. Laki-laki Menang Sendiri
Setiap manusia mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang selalu merasa benar sendiri. Karena itu Umar bin Khaththab lebih bersikap diam ketika sang istri berbicara. Ini adalah contoh yang patut ditiru. Umar beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan uneg-unegnya sang suami. Sebab hanya kepada suamilah ia menemukan tempat mencurahkan isi hatinya. Karena itu seorang suami hendaklah selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri. Karena itu sebaik-baik sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian dengan penuh kebapakan. Sebab ketika sang istri ngomel ia sangat membutuhkan sikap kebapakan seorang suami. Ada pepetah mengatakan: jadilah air ketika salah satunya menjadi api.
12. Laki-laki yang Jarang Komunikasi
Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar rumah. Sebaik-baik suami adalah yang selalu mengontak sang istri. Entah denga cara mengirim sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak masalah kecil menjadi besar hanya karena miskomunikasi. Karena itu sering berkomukasi adalah sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah tangga. Banyak para istri yang merasa jengkel karena tidak pernah dikontak oleh suaminya ketika di luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan atau tidak dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.
13. Laki-laki yang Tidak Rapi dan Tidak Harum
Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi adalah contoh suami yang selalu rapi dan harum. Karena itu para istrinya selalu suka dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha indah dan sangat menyukai keindahan. Maka kerapian bagian dari keimanan. Ketika seorang suami rapi istri bangga karena orang-orang pasti akan berkesan bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan kaharuman adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan tersiksa seorang istri, ketika melihat suaminya sembarangan dalam penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak.
Allahu a'lam.
Labels: akhir jaman, info, islam, Istiqomah, Kajian Islam, Keluarga Sakinah, Psikologi, Qolbun Salim, quran
13 Sifat Perempuan Yang Tidak Disukai Laki-Laki
1. Perempuan yang kelaki-lakian, "mustarjalah"
Perempuan tipe ini menempati urutan pertama dari sifat yang paling tidak disukai laki-laki. Padahal banyak perempuan terpandang berkeyakinan bahwa laki-laki mencintai perempuan "yang memiliki sifat perkasa". Namun survai itu justru sebaliknya, bahwa para peserta survai dari kalangan laki-laki menguatkan bahwa perempuan seperti ini telah hilang sifat kewanitannya secara fitrah. Mereka menilai bahwa perangai itu tidak asli milik perempuan. Seperti sifat penunjukan diri lebih kuat secara fisik, sebagaimana mereka menyaingi laki-laki dalam berbagai bidang kerja, terutama bidang yang semestinya hanya untuk laki-laki… Mereka bersuara lantang menuntut haknya dalam dunia kepemimpinan dan jabatan tinggi! Sebagian besar pemuda yang ikut serta dalam survai ini mengaku tidak suka berhubungan dengan tipe perempuan seperti ini.
2. Perempuan yang tidak bisa menahan lisannya "Tsartsarah"
Tipe perempuan ini menempati urutan kedua dari sifat yang tidak disukai laki-laki, karena perempuan yang banyak omong dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berbicara, menyampaikan pendapatnya, umumnya lebih banyak memaksa dan egois. Karena itu kehidupan rumah tangga terancam tidak bisa bertahan lebih lama, bahkan berubah menjadi "neraka".
3. Perempuan materialistis "Maaddiyah"
Adalah tipe perempuan yang orientasi hidupnya hanya kebendaan dan materi. Segala sesuatu dinilai dengan harga dan uang. Tidak suka ada pengganti selain materi, meskipun ia lebih kaya dari suaminya.
4. Perempuan pemalas "uhmalah"
Tipe perempuan ini menempati urutan keempat dari sifat perempuan yang tidak disukai laki-laki.
5. Perempuan bodoh "ghobiyyah"
Yaitu tipe perempuan yang tidak memiliki pendapat, tidak punya ide dan hanya bersikap pasif.
6. Perempuan pembohong "kadzibah"
Tipe perempuan yang tidak bisa dipercaya, suka berbohong, tidak berkata sebenarnya, baik menyangkut masalah serius, besar atau masalah sepele dan remah. Tipe perempuan ini sangat ditakuti laki-laki, karena tidak ada yang bisa dipercaya lagi dari segala sisinya, dan umumnya berkhianat terhadap suaminya.
7. Perempuan yang mengaku serba hebat "mutabahiyah"
Tipe perempuan ini selalu menyangka dirinya paling pintar, ia lebih hebat dibandingkan dengan lainnya, dibandingkan suaminya, anaknya, di tempat kerjanya, dan kedudukan materi lainnya…
8. Perempuan sok jagoan, tidak mau kalah dengan suaminya
Tipe perempuan yang selalu menunjukkan kekuatan fisiknya setiap saat.
9. Perempuan yang iri dengan perempuan lainnya.
Adalah tipe perempuan yang selalu menjelekkan perempuan lain.
10. Perempuan murahan "mubtadzilah"
Tipe perempuan pasaran yang mengumbar omongannya, perilakunya, menggadaikan kehormatan dan kepribadiannya di tengah-tengah masyarakat.
11. Perempuan yang perasa "syadidah hasasiyyah"
Tipe perempuan seperti ini banyak menangis yang mengakibatkan laki-laki terpukul dan terpengaruh semenjak awal. Suami menjadi masyghul dengan sikap cengengnya.
12. Perempuan pencemburu yang berlebihan "ghayyur gira zaidah"
Sehingga menyebabkan kehidupan suaminya terperangkap dalam perselisihan, persengketaan tak berkesudahan.
13. Perempuan fanatis "mumillah"
Model perempuan yang tidak mau menerima perubahan, nasehat dan masukan meskipun itu benar dan ia membutuhkannya. Ia tidak mau menerima perubahan dari suaminya atau anak-anaknya, baik dalam urusan pribadi atau urusan rumah tangganya secara umum. Model seperti ini memiliki kemampuan untuk nerimo dengan satu kata, satu cara, setiap harinya selama tiga puluh tahun, tanpa ada rasa jenuh! Sehingga, tidak ada pertanyaan lagi oleh para istri mulai saat ini, tentang sebab mengapa para suami mereka lari dari rumah. Karena salah satu Pusat Kajian di Eropa telah mengadakan survai seputar 20 sifat perempuan yang paling tidak disukai laki-laki. Survai ini diikuti oleh dua ribu (2000) peserta laki-laki dari beragam umur, beragam wawasan dan beragam tingkat pendidikan.
Survai itu menguatkan bahwa ada 13 sifat atau tipe perempuan yang tidak disukai laki-laki: Tidak ada seorang istri yang "sempurna". Dan memang ada berbedaan cara penilaian dan cara pandang antara laki-laki satu dengan laki-laki lain. Namun ada kaidah umum yang disepakati oleh samua. Yaitu menolak sikap bohong, penipu, sebagaimana yang disebutkan sebelumnya." Semoga tulisan ini menambah informasi dan pengalaman buat para istri dan calon istri. Dan tentunya bermanfaat bagi laki-laki, sehingga para suami mampu bermuasyarah atau berhubungan dengan istri-istrinya dengan cara makruf, sebagaimana yang digariskan dalam Al qur'an. Allah swt berfirman: "Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. Al Nisa':19) Dan, karena perempuan "syaqaiqur rijal" saudara kembar laki-laki, yang seharusnya saling mengisi dan menyempurnakan, untuk membangun "baiti jannati" sehingga keduanya mampu bersinergi untuk mewujudkan citanya itu dalam pengembaraan kehidupan ini.
Allahu a'lam
Labels: akhir jaman, info, islam, Istiqomah, Kajian Islam, Keluarga Sakinah, Psikologi, Qolbun Salim, quran