Create your own banner at mybannermaker.com!

Search...

Showing posts with label unbelievable. Show all posts
Showing posts with label unbelievable. Show all posts

Kekerasan sudah merambah SMU

0

Kekerasan tampaknya sudah menjalar ke lingkungan SMU. Egoisitas Senior terhadap Junior menjadikan lingkungan sekolah menjadi tempat yang tidak nyaman. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) yang biasanya ada di lingkungan Universitas, kini mulai ditiru di lingkungan SMU. Kegiatan ini semestinya menjadi waktu untuk lebih mengenal sekolah, menjadi ajang pembantaian. Ospek juga menjadi ajang balas dendam antara Senior (kakak kelas) kepada para junior (adik kelas). Ospek yang seharusnya diisi dengan kegiatan bermanfaat tetapi malah diisi dengan kegiatan yang konyol dan jauh dari edukasi. Korban sudah jatuh dan bisa berlangsung terus kalau tidak segera dihentikan.

Perlu kerjasama semua pihak untuk menghentikan ini semua, murid, orangtua, pendidik perlu mempunyai pemahaman yang sama mengenai manfaat yang semestinya bisa diambil dari Ospek ini.

Berikut cuplikan video yang saya ambil dari liputan 6:






http://www.liputan6.com/video/?program=news&id=166787&m_id=756167




Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Robot bisa shalat?

0

Robot yang dirancang untuk bisa melakukan gerakan seperti shalat...Amazing...
-------------------------------

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Mengapa mengangkat Jari Telunjuk saat bertasyahud ??

0

From: Abu Somah

Dalam sholatku yang sudah sekian kalinya, aku tetap merenung telunjukku dalam setiap tahiyyat awal dan akhir, mengharapkan pahala menurut sunnah mengisi setiap kantung pahala. Berpuluh tahun berbuat demikian, perasaan ingin tahu mengapa Rasulullah s.a.w. berbuat demikian? Mengapa disunatkan merenung telunjuk sewaktu tasyahud? Pasti ada sesuatu sehingga disunatkan berbuat demikian. Bagi yang tak ambil pusing, tetap bagian mereka dengan kantung pahala yang sarat di akhirat, dijamin Allah s.w.t..



Dirujuk persoalan itu kepada yang arif. Kata mereka telunjuk itu satu, diangkat ketika mengucapkan kalimah "Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan Yang disembah melainkan Allah" bagi menandakan keEsaan Allah yang Satu, Yang Maha Esa dan Tiada yang sebanding denganNya. Jawaban yang diberi mententeramkan jiwaku hanya buat seketika. Memang benar apa yang dikatakan yang arif itu tadi, tapi mengapa jiwa mengatakan ada sesuatu yang lain.
Aku senantiasa terganggu dengan persoalan yang ditimbulkan hati yang mendesak mencari rahasia sehingga hatiku puas.

Sehinggalah di suatu senja yang sangat hening. Hujan lebat mulai turun di luar rumah, menghalang langkah insan yang beriman lemah ini untuk ke tempat azan digaungkan. Ditunaikan tanggungjawabku kepada Yang Maha Pencipta dalam kamar di rumah. Maghrib itu membuka persoalan lama itu kembali. Ketika tasyahud awal, telunjukku direnung dan membangkitkan kembali persoalan yang sering bermain dijiwaku.

Kekhusyukan dalam ibadatku sedikit terganggu, lalu kembali kepada bacaan sholat supaya hatiku tetap khusyuk rasa syukurku kepada Yang Menciptakan diriku dengan segala kesempurnaan. Tapi semua itu terganggu kembali saat aku berada dalam tasyahud akh
ir. Sekali lagi aku mengucapkan kalimah " Ashhadu allaa ilaa ha illallah (Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan Yang disembah melainkan Allah) sambil jari telunjukku diangkat menandakan aku mengakui keEsaan Allah s.w.t..

Bagaikan hendak tersembur meledak dadaku tatkala aku merenung jari telunjukku pada kali ini. Serta merta airmataku mencurah keluar tak tertahan, ditahan sebak dadaku supaya tidak terbatal sholatku. Allahuakbar! Allah Maha Besar! Ampunkanlah segala dosa yang telah kulakukan dengan tanganku ini... Ya Allah! Betapa Engkau memuliakan kami manusia dengan kalimah NamaMu pada jasad kami yang kotor ini.. Ampunkanlah kami, ampunkanlah aku... Mulai maghrib hari itu, perbuatan mengangkatkan dan merenung telunjuk dalam tasyahud tidak lagi mengganggu kekhusyukan solatku, tapi ia membuatkan hatiku sentiasa gentar dan sayu...


Sayu mengenangkan dan merindui Allah s.w.t., gentar kerana aku melihat aku ini milik Allah... Ya! Benar... akhirnya jawaban bagi persoalan it
u telah kutemui bila terpandang kalimah Allah ditelunjuk kananku.. Subhanallah! Maha Suci Allah! Ampunilah aku sekiranya tangan yang membawa kalimah namaMu yang Maha Suci dan Mulia ini telah aku gunakan untuk melakukan dosa dan maksiat melanggar perintahMu.. Ampunkanlah HambaMu ini Ya Allah.....

taken from www.gilaupload.com




Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Cute Combination..Subhanallah....

0

Subhanallah....

-------------------------












Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Siswa Miskin Dibariskan di Lapangan

0

Turut Prihatin.... :(

---------------------------------------

Siswa Miskin Dibariskan di Lapangan

SUDAH beberapa kali Siti Maesaroh dipanggil oleh pihak sekolah, dibariskan di lapangan basket bersama siswa miskin lainnya, lalu diberi tahu bahwa mereka tidak bisa mengikuti ujian sekolah, karena mereka belum melunasi SPP, DSP, dan lain-lain. Setiap sesudah menerima peringatan yang menyakitkan itu, siswa kelas X sebuah SMA negeri di Cicalengka itu, pulang ke rumah sambil menangis, dan mengadukan rasa malu yang ditanggungnya kepada kedua orang tuanya.

Untuk bisa mengikuti ujian tengah semester dan ujian akhir semester, orang tua Maesaroh harus datang ke sekolah. Setelah berdebat dan mengiba, kartu ujian untuk Maesaroh baru bisa didapatkan orang tuanya.

Bukan itu saja yang dilakukan sekolah itu, kepada Maesaroh dan siswa miskin lainnya. Sejak semester pertama sampai semester kedua, mereka tidak diberi buku rapor. Alasannya sama, mereka belum menyelesaikan pembayaran uang ke sekolah.

"Padahal, saya memasukkan anak saya ke sekolah itu dengan menyertakan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan kecamatan. Kenapa anak saya masih terus ditagih uang dan tidak diberi hak untuk mendapatkan buku rapor?" kata ayah Maesaroh, Wawan Setiawan (53), saat ditemui, Rabu (16/7).

Warga Kp. Cikopo, Desa Babakan Peuteuy, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung itu merasa heran dengan sikap pengelola sekolah. Sejak awal memasukkan anaknya ke sekolah itu, dia sudah mendaftarkan diri sebagai orang tidak mampu, dan menyertakan semua dokumen yang mengesahkannya sebagai orang tidak mampu. Namun, pihak sekolah menutup mata atas keadaannya, dan terus menagih uang atas biaya pendidikan Siti Maesaroh di sekolah itu. Jumlah tagihannya saat ini mencapai Rp 2, 428 juta.

"Sudah berkali-kali saya menghadap ke sekolah, dan mengatakan kalau saya orang tidak mampu, dan memasukkan anak saya ke sekolah itu melalui jalur orang tidak mampu, tetapi pihak sekolah tidak mau mendengar. Kata mereka, kalau saya ingin mendapatkan raport anak saya, saya harus melunasi semua tunggakan yang ditagihkan sekolah kepada saya," kata Wawan.

Wawan sangat menyesalkan sikap pengelola sekolah yang sangat arogan. Setiap kali dia meminta untuk bertemu dengan kepala sekolah, selalu ditolak. Bahkan, ketika berbicara dengan seorang staf tata usaha sekolah itu, dia diberi tahu, wajar jika anaknya tidak bisa mendapatkan raport karena belum melunasi semua tagihan dari sekolah. Perkataan yang sangat menyakitkan hati Wawan.

"Katanya, saya hanya berhak untuk mendapatkan fotokopi dari raport anak saya, jika saya belum melunasi tagihan itu. Padahal setahu saya, saat daftar ulang anak saya harus mengembalikan buku raport yang sudah diketahui orang tuanya. Ini sama saja dengan memberi tahu bahwa anak saya tidak bisa mendaftar ulang di sekolah itu," ujar Wawan.

Dengan perasaan kecewa, Wawan membuat surat terbuka kepada Bupati Bandung, Obar Sobarna. Surat itu dia serahkan langsung ke tangan bupati, seusai salat Zuhur di Gedung Moh. Toha, Pemkab Bandung, Rabu (16/7). Tetapi, Obar belum bisa menjanjikan apa pun kepada Wawan.

DPRD geram

Wawan juga mengadukan nasibnya ke DPRD Kab. Bandung. Mendengar kisah Wawan, Ketua DPRD Agus Yasmin dan anggota Komisi B Tb. Raditya, merasa geram atas sikap sekolah. "Kepala sekolahnya harus ditarik ke Dinas Pendidikan dan dibina kembali. Melakukan diskriminasi terhadap siswa miskin sangat menyakitkan hati rakyat," kata Agus Yasmin.

Pada saat yang bersamaan, Raditya menelefon Kabid SMA Dinas Pendidikan Kab. Bandung, Hudaya, untuk menanyakan persoalan itu. Hudaya menjawab, pihaknya akan segera mengatasi persoalan itu, dan menanyakan nomor induk Siti Maesaroh untuk penanganan lebih lanjut.

"Menjejerkan siswa tidak mampu di lapangan itu tindakan yang sangat tidak manusiawi. Apa sekolah tidak memiliki cara lain dalam memperlakukan siswa tidak mampu? Saya curiga kejadian ini tidak hanya terjadi pada Siti Maesaroh dan teman-temannya," tutur Raditya.

Agus Yasmin menegaskan, DPRD Kab. Bandung akan menerjunkan anggotanya ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. "Saya sendiri akan ikut turun ke lapangan," kata Agus Yasmin. (Zaky Yamani/"PR")***

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=23357

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Ngasih Info, Malah dituduh....

0

Belum lama ini saat mengantar paket pesanan sayap bidadari di ekspedisi langganan. Ada kejadian yang menurut saya cukup lucu.

Kantor Ekspedisi cukup ramai malam itu, banyak motor parkir di area yang tidak terlalu luas. Beberapa lama setelah saya, ada motor keluaran terbaru yang masih kinclong banget parkir di dekat motor saya.

Setelah urusan kirim paket selesai, sayapun segera menghampiri motor saya. Belum sampai... tiba-tiba motor baru yang ada di dekat motor saya rubuh dan menimpa mobil disebelahnya. Tampaknya Karena parkiran penuh, motor baru itu diparkir di tempat yang agak miring serta tidak pakai standar ganda.

Sayapun bergegas kembali kedalam dan memberitahukan ke si pemilik bahwa kendaraannya rubuh. Sang pemilik segera keluar dan melihat motor barunya sukses berpelukan dengan mobil.

Saya menjelaskan kejadian yang saya lihat menimpa motornya. Jawaban Sang Pemilik enteng saja: Bukan Mas yang nyenggol?

Sayapun merespon: "kalau saya yang nyenggol, untuk apa saya repot-repot manggil mas ke dalam... tinggalin aja motor dalam keadaan terbalik. toh Mas nggak ngeliat... "

Sang pemilik tidak menjawab...

Sayapun segera melanjutkan perjalanan saya kerumah.....

Ngasih Info, Malah dituduh.... :)

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

THE BIGGEST ROBBERY OF THE 20TH CENTURY IS

0

THE BIGGEST ROBBERY OF THE 20TH CENTURY IS





Please forward this to everyone who don't know about this fact, Most of us don't even know the actual situation.

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Link Melihat Kabah secara Live

0

Assalamualaikum wr.wb..

Baru dapat link yang menggambarkan suasana di Masjidil Haram secara langsung....
silahkan klik: http://live.gph.gov.sa/index.html

Apabila tidak ada gambarnya, kemungkinan sedang sholat.


Semoga bermanfaat..


Wassalam,

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Hati-hati: Call Center / Hallo BCA Palsu kembali menelan Korban!!!

0

Call Center BCA Palsu kembali menelan Korban... kali ini menimpa Mbak Milla (http://milla3l6.multiply.com/) mengalami musibah pada tanggal 10 Juni 2008 ... Semoga kita semua bisa lebih waspada....

Saya sertakan juga Foto Hallo BCA Palsu yang pernah terlihat di wilayah Kranggan dan Cibubur...




Berikut kutipannya:

Postingan ini bukan dari forwardan email. Ini murni pengalaman saya pribadi sebagai korban sindikat kejahatan/penipuan. Saya merasa berkewajiban menyebarluaskan kasus ini untuk menghindari adanya korban-korban lain dengan kasus yang sama.

Postingan ini saya copy dari email yang saya sebarkan ke teman-teman. Si gw ini adalah saya sendiri, Milla.



Dalam kasus ini gw sendiri yang jadi korban. Uang di ATM abis disikat sama tukang tipu Halo BCA jadi-jadian.



Kejadiannya 2 hari yang lalu, gw mau narik duit di ATM BCA deket rumah. Pas masukin kartu, yang terjadi adalah si kartu nyangkut, keluar nggak....ketelen juga nggak, karena penarik kartunya seret.



Sebelumnya, di antrian sebelum gw ada mas-mas dan dia bilang,”kayanya nggak bisa deh mbak. Tapi coba aja deh”.

Dan gw coba karena di monitornya nggak ada tulisan “Maaf, ATM tidak dapat digunakan”. Tulisan itu baru keluar setelah kartunya nyangkut. Si mas-mas itu masih ada di situ pas gw berusaha ngeluarin kartu dan dia ikut bantuin. Karena susah...dicongkel nggak bisa, didorong pake kartu lain juga nggak bisa, dia bilang,”telpon ke pengaduan aja mbak, nih telpon ke sini aja” sambil nunjuk sticker Halo BCA yang tertempel di mesin ATM itu.



Saat itu gw dalam kondisi kesel dan terburu-buru karena sangat butuh ngambil uang saat itu juga untuk disetor ke bank lain, dan waktunya udah mepet, jam 2an. Akhirnya karena nggak tau mesti diapain kartunya dan pingin cepet2 diurus, gw telpon deh Halo BCA itu.



Seperti layaknya CS, verifikasi data nama, alamat, nama ibu kandung, dsb, dia bilang kartu gw mau diblokir. Dia minta nomer rekening, gw nggak hafal. Minta nomor seri kartu ATM, ya nggak bisa lah karena kartunya nyangkut. Trus minta nomer seri buku tabungan, gw nggak bawa. Trus minta nomer PIN ATM (awalnya nggak secara langsung bilang minta nomor PIN, tapi bilangnya "nomor 6 digit terakhir yang biasa dipake", tapi mungkin dia tau saya agak bingung, baru deh bilang maksudnya nomor PIN) sambil bilang,”tapi ngomongnya pelan-pelan aja ya mbak, jangan sampai kedengeran orang di sekitar mbak”. Sempet sih kepikiran dan ragu-ragu,”kok minta PIN ya?kasih nggak ya?” tapi karena gw dalam kondisi agak panik, buru-buru pengen beres dan gw meyakinkan diri sendiri kalo gw nelpon Halo BCA, ya gw kasih.

Setelah itu dia bilang kartunya udah diblokir, jadi gpp kalo ditinggal. Setiap pagi ada pegawai yang suka ngecek ATM, biasanya kalau ada kartu yang nyangkut akan dikembaliin ke cabang BCA tempat kita buka kartu, gitu katanya. Karena yakin udah diblokir, pergilah gw dari situ.



Gw pergi tanpa ada curiga sedikit pun. Kecurigaan baru muncul besoknya (kemaren) pas nyoba nelpon lagi ke “Halo BCA” untuk konfirmasi kartu. Gw telpon beberapa kali tapi nggak aktif. Gw makin curiga setelah merhatiin nomernya….kok ada yang aneh…kok kaya nomer esia ya ?(karena sebelumnya belum pernah nelpon Halo BCA jadi nggak hafal dan nggak ngeh dengan berbagai keganjilan).

Saat itu baru mulai agak panik dan langsung turun ke BCA di gedung itu juga buat ngeprint buku tabungan. Dan ternyata….

Ya Allah…gw langsung lemess…saldonya tinggal 20ribu rupiah! Dan tercetak ada pengambilan berkali-kali (yang tentunya bukan gw yang ngambil) sampe disisain segitu.

Padahal itu bukan duit gw pribadi, tapi pendapatan restoran dan mau dipake buat bayar macem-macem.

Uugghhh…gemesss rasanya…kok gw kena tipu juga yah….

Nyeseeel rasanya..kenapa gw percaya aja ya sama CS Halo BCA jadi-jadian itu?

Kok gw nggak ngeh ya dgn berbagai keganjilan di lokasi ATM atau suara si CSnya sendiri?

Kok gw mau aja ya ngasih PIN yang harusnya menjadi rahasia milik gw seorang?

Kok gw nggak nurut aja ya ma supir gw yang udah ngambil kawat buat nyongkel kartu?

Kok gw nggak ngecek lagi ya apa kartu gw emang bener udah diblokir?

Dan berbagai kok gw-kok gw dan kenapa-kenapa lainnya....

Uuuuuuuuuuuuggggghhhhhhhh! Antara kesel dan nyesel!



Gw udah lapor ke BCA, tapi nggak muluk-muluk berharap duitnya bisa kembali. Seenggaknya mereka tau kalo ada kasus penipuan atas nama Halo BCA. Dan udah menjadi niat gw untuk menyebarkan kasus ini ke temen-temen supaya nggak terjebak dengan kejadian yang sama.

Di balik musibah ini, gw masih bisa bersyukur….kasus ini terjadi bukan pada saat saldonya puluhan juta rupiah, bukan pada saat gw mau bayar uang sewa ruangan, bukan pada saat akhir bulan dimana harus menggaji karyawan, bayar listrik dan tepon, atau tagihan-tagihan besar mendesak lainnya.

Masih bisa mengucap Alhamdulillah…..

Makasih ya maling…masih disisain 20 ribu rupiah……

Semoga 20 ribu itu akan segera dilipatgandakan kembali oleh Allah SWT belipat-lipat.

Dan gw yakin, selama dia masih makan dari uang-uang curian, hidupnya nggak akan tenang!



FYI, nomer yang tertera di stiker “Halo BCA” itu adalah 999-66-889 dan 96888 (dari ponsel).

Kalo Halo BCA yang asli adalah 52-999-888 dan 69888 (dari ponsel).

Nomer pertama yang gw tepon adalah yang kedua (dari ponsel), tapi nggak nyambung. Akhirnya gw nelpon ke yang 999... si maling itu.

Gw udah nggak percaya lagi deh sama contact number darurat yang ditempel-tempel di tempat umum. Mending gw nanya dulu ke 108.



Buat temen-temen, waspadalah! sindikat pencurian kaya gini bisa terjadi di ATM bank apapun, bukan hanya BCA. Kemaren gw lapor ke Halo BCA yang asli (gw yakin asli karena disambungin sama CS yang di Bank BCA), dia bilang belom pernah nerima pengaduan Halo BCA jadi-jadian gini. Tapi pas gw cerita di rumah, kakak gw pernah denger kasus kaya gini tapi ATM Mandiri.

Tolong ya temen-temen, ingatkan ke temen-temen yang lain, juga ke saudara, keluarga di rumah, tetangga, siapapun deh orang-orang di lingkungan sekitar anda...supaya nggak jadi korban berikutnya.



p.s : semalem gw dateng lagi ke ATM itu dengan niat...kalo stickernya masih terpasang mau gw coret-coret "PENIPU!MALING!" (udah bawa-bawa spidol saking niatnya) dan mau gw foto. tapi ternyata sudah dicopot...entah ATM mana lagi yang jadi sasarannya.
.

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....