Prihatin atas isu susu yang sedang hangat......Dengan begitu...hilang sudah kepercayaan terhadap produk lokal....terutama yang benar2 full modal dalam negeri....akhirnya karena krisis kepercayaan thd produk lokal, masyarakat beramai2 membeli susu merk luar....siapa yang untung?
Bensin begitu juga.....Image Pertamina dibikin buruk...Subsidi bensin dikurangi..harga dinaikan....lalu masuk SPBU luar negeri (asing)...masyarakat berbondong2 beli di SPBU asing...uang mengalir keluar.....siapa yang untung?
Vaksin.....pasien indonesia...sample virus diambil oleh WHO.....kemudian di jual ke perusahaan farmasi asing....vaksinnya di jual lagi ke Indonesia dengan harga sangat mahal....siapa yang untung?
Pasar.... aturan pendirian hypermarket tidak tegas..... punya asing berdiri di dekat pasar tradisional....masyarakat berduyun2 ke hypermarket asing yang nyaman, full AC....dibanding pasar tradisional yang becek namun milik saudara sendiri...siapa yang untung?
Apa kita sudah berpikir sejauh itu? mengurangi keuntungan utk negara asing? dan memberikan keuntungan lebih untuk bangsa sendiri? demi memajukan produksi dalam negeri? serta mengurangi ketergantungan terhadap asing?
Atau kita malah bangga memakai merk2 asing...belanja di tempat2 milik asing....ngopi di warung milik asing?
Tunggulah saatnya kita jadi tergantung kepada asing (atau malah sudah?)...dan negara asing (maju) makin mencekik kita karena kebiasaan kita.....
Jadi, kapan kita berhenti?
Search...
Semua ini cuma taktik dagang negara maju saja......
Labels: Anak, Cerita Kehidupan, Ghirah, info, Kajian Islam, mandiri, Negeriku, Pendidikan, Qolbun Salim
Bismillah...soft launching Buku Kami dot com (mohon doanya ya)
Buku adalah Jendela Ilmu..begitu kata pepatah. Orang yang berilmu Insya Allah tidak akan salah jalan. Dan orang yang berilmu akan mendaptkan hadiah derajat yang tinggi di masyarakat.
Adalah salah satu impian saya untuk memudahkan orang lain yang mempunyai hobby membaca buku. Yaitu mempunyai sebuah bisnis yang memperjual-belikan buku-buku bermutu. Impian akhirnya sih punya Toko Buku yang besar seperti Gramedia atau Gunung Agung. Namun impian besar itu mesti dimulai dari yang kecil kan?
Nama yang saya pilih adalah Buku Kami. Nama yang singkat dan menggambarkan dengan jelas produk apa yang dijual. Alhamdulillah saat ini sudah bergabung penerbit dan ada penerbit lain yang masih dalam negosiasi.
Sehubungan dengan ilmu yang masih terbatas sehingga belum bisa bikin website sendiri. Dan juga belum mampu bayar web developer. Jadilah cari yang gratisan dulu... dua media yang saya pilih adalah blogspot dan multiply.
Buku Kami dot com bisa anda capai di alamat:
bukukami.multiply.com atau bukukami.blogspot.com
Dengan mengucapkan bismillahhirrahmannirrahim...bersama ini soft launching Buku Kami dot com - Book Shop Online secara resmi di luncurkan.
Mohon doa dari saudaraku sekalin semoga buku kami dot com bisa memberikan alternatif dalam memenuhi kebutuhan khalayak ramai akan buku-buku bermutu.
Dan kepada para penerbit yang ingin menitipkan produknya dan mengadakan kerjasama, kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya.
apabila ada pertanyaan yang ingin diajukan, silahkan mengirim email ke:
infobukukami@gmail.com atau infobukukami@yahoo.com
Wassalam,
Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....
Labels: Cerita Kehidupan, daganganku, Iklan, Istiqomah, Kiat Bisnis, mandiri, usaha
Rumah Impian Kami
Memasuki Tahun 2008 ini saya dan isteri mempunyai sebuah rencana strategis, apa itu? Memiliki sebuah rumah... tidak usah yang besar cukup type 36 (2 KT) dengan luas tanah minimal 60m2.
Rencana ini kami susun dengan pertimbangan tempat yang kami tinggali sekarang sudah kurang memenuhi kebutuhan keluarga kami. Kamar tidur yang kami miliki sekarang hanya 1 buah, sehingga kurang nyaman untuk dipakai untuk 2 orang dewasa (saya dan isteri) + 3 orang balita. Sementara untuk menambah jumlah kamar tidur, tidak memungkinkan karena sudah tidak ada lahan tersisa.
Lokasi yang kami inginkan adalah perumahan di sekitar Wilayah Bintaro atau Pondok Aren dengan harga tunainya sekitar 100 - 130jutaan.
Adapun pertimbangannya :
1. Wilayah tersebut udaranya masih segar dan lingkungannya masih asri.
2. Akses jalan tol yang dekat.
3. Banyak terdapat Yayasan Pendidikan Islam dari TK Islam , SD Islam Terpadu dan seterusnya.
4. Dekat dengan pusat-pusat kegiatan Keislaman.
5. Potensi untuk berbisnis masih sangat menjanjikan.
Sangat berharap rumah Impian Kami ini bisa kami raih melalui KPR Syariah. Jadi apabila ada teman-teman yang memiliki info perihal ini, jangan sungkan-sungkan meneruskannya ke kami.
Semoga Allah SWT memperkenankan dan mengabulkan keinginan kami. Amin...
Wassalam,
dwi
Labels: Anak, Cerita Kehidupan, Ghirah, Impian, Istiqomah, Keluarga Sakinah, mandiri, My Lovely Kids, Rumah
Aa Gym menjawab di Kick Andy

Inilah pemunculan pertama Aa Gym di TV setelah berpoligami... Acara yang bertajuk Kick Andy : Aa Gym menjawab (www.kickandy.com) dengan bintang tamu Aa Gym ini disiarkan oleh Metro TV pada hari Kamis 6 Desember 2007 pukul 22.05 WIB dan Minggu 9 Desember 2007 pukul 15.05 WIB..
Dalam kesempatan itu, dikupas tentang kondisi bisnis Aa Gym dengan MQ Coorporation pasca poligami, kilas titik balik kehidupan Aa, juga tampilnya "sang Peniru" Aa Jimy yang kerap muncul di banyak acara TV memerankan Aa Gym.
Buat yang tidak sempat melihat via Metro TV, silahkan menikmati video pada tulisan ini, atau silahkan mengunjungi link berikut: http://www.radiodakwah.or.id/ Semoga bermanfaat... Wassalam,