Create your own banner at mybannermaker.com!

Search...

Showing posts with label Negeriku. Show all posts
Showing posts with label Negeriku. Show all posts

Semua ini cuma taktik dagang negara maju saja......

0

Prihatin atas isu susu yang sedang hangat......Dengan begitu...hilang sudah kepercayaan terhadap produk lokal....terutama yang benar2 full modal dalam negeri....akhirnya karena krisis kepercayaan thd produk lokal, masyarakat beramai2 membeli susu merk luar....siapa yang untung?

Bensin begitu juga.....Image Pertamina dibikin buruk...Subsidi bensin dikurangi..harga dinaikan....lalu masuk SPBU luar negeri (asing)...masyarakat berbondong2 beli di SPBU asing...uang mengalir keluar.....siapa yang untung?

Vaksin.....pasien indonesia...sample virus diambil oleh WHO.....kemudian di jual ke perusahaan farmasi asing....vaksinnya di jual lagi ke Indonesia dengan harga sangat mahal....siapa yang untung?

Pasar.... aturan pendirian hypermarket tidak tegas..... punya asing berdiri di dekat pasar tradisional....masyarakat berduyun2 ke hypermarket asing yang nyaman, full AC....dibanding pasar tradisional yang becek namun milik saudara sendiri...siapa yang untung?

Apa kita sudah berpikir sejauh itu? mengurangi keuntungan utk negara asing? dan memberikan keuntungan lebih untuk bangsa sendiri? demi memajukan produksi dalam negeri? serta mengurangi ketergantungan terhadap asing?

Atau kita malah bangga memakai merk2 asing...belanja di tempat2 milik asing....ngopi di warung milik asing?

Tunggulah saatnya kita jadi tergantung kepada asing (atau malah sudah?)...dan negara asing (maju) makin mencekik kita karena kebiasaan kita.....

Jadi, kapan kita berhenti?

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

5 Motor berbarengan Kempes? woowww...

0

Sekitar jam 6.30 pagi tadi dalam perjalanan ke Blok M dari arah Cipinang selepas Fly Over Kampung Melayu (Jl. Basuki Rahmat) ada pemandangan menarik di sebuah tambal ban yang tidak jauh dari Fly Over. Terlihat 5 sepeda motor menanti giliran untuk ditambal, 2 diantaranya harus ganti ban dalam karena sobek yang cukup besar.

Bagus benar rejeki si tukang Tambal Ban hari ini..pagi-pagi sudah dapat 5 pelanggan. Coba kalau tiap hari?

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Hati-Hati: Kasus Penipuan Melalui Struk ATM BCA

0

Assalamualaikum wr.wb....

Baru dapat info dari teman.....Modus baru penipuan.....Semoga bisa lebih berhati-hati bagi yang memiliki usaha....

Wassalam,
dwi
-----------------------------

Yth, All

Just sharing kasus penipuan melalui struk ATM BCA.


  • Kejadian terjadi di Toko Emas "Pada Senang" yang berlokasi di Mal Depok, depan BCA KCU Margonda
  • Pelaku datang ke toko tersebut pada hari Minggu, tanggal 23 Desember 2007. Menurut informasi dari karyawan toko, pelaku sudah lumayan sering melihat-lihat perhiasan emas di toko tersebut, tapi t id ak pernah melakukan pembelian, karena t id ak menemukan ukuran gram emas yang diinginkan
  • Pelaku datang 2 orang
  • Setelah menemukan ukuran gram yang kebetulan pada saat itu ada (yaitu gelang emas dengan ukuran 99.93 gram dan 35.75 gram), pelaku melakukan transaksi dengan pemilik toko dengan menggunakan fasilitas Debit BCA. Total nilai pembelian adalah Rp. 27.150.000,- Pelaku memiliki kartu ATM Platinum, namun kartu tersebut gagal di-swipe mesin dengan alasan "swipe card error"
  • Pelaku lalu menawarkan untuk mentransfer ke rekening pemilik toko, yang kemudian diiyakan oleh pemilik toko. Perlu diinformasikan bahwa di Mall Depok sudah t id ak ada mesin ATM BCA lagi, sehingga pelaku jika ingin melakukan transfer harus ke BCA Margonda yang letaknya berseberangan dengan Mall Depok
  • Pelaku pergi sendiri tanpa ditemani oleh pihak pemilik toko, sementara temannya menunggu di toko emas dan mempromosikan jati diri pelaku sebagai anak dari boss tempatnya bekerja
  • Kurang lebih 30 menit kemudian, pelaku datang dengan membawa struk ATM yang lengkap memuat tanggal dan waktu transaksi, no rek transfer dan nama, serta jumlah uang yang sesuai dengan transaksi. Jika dilihat secara kasat mata struk ATM tersebut sangat mirip, bahkan bisa dikatakan sama dengan struk ATM BCA (struk akan kami fax)
  • Berdasarkan bukti transfer tersebut, akhirnya pemilik toko menyerahkan gelang emas yang dibeli pelaku
  • Malam harinya pemilik toko sempat mencoba mengecek lewat ATM, dan memang saldo t id ak bertambah. Hanya saja pemilik merasa transaksi transfer sama dengan transaksi di mesin EDC dimana transaksi hari Minggu baru masuk keesokan harinya ke rekening.
  • Hari Senin, tanggal 24 Desember pemilik rekening datang ke BCA untuk mencetak buku dan menanyakan kenapa transaksi sejumlah di atas t id ak ada. Setelah kami inquiry memang transaksi tersebut t id ak pernah ada dan kami menyimpulkan itu adalah transaksi fiktif. Kami juga telah melakukan investigasi ke pihak ATM Monitoring dengan Bapak Indra, dan dipastikan bahwa transaksi yang ada pada ATM dengan WSID 5127-BCA Depok 3 ,adalah pukul 16.55 berupa penarikan sejumlah 200 ribu rupiah, dan transaksi selanjutnya adalah pukul 17.05 berupa cek saldo. Sedangkan transaksi penipu yang tertera di bukti transfer adalah pukul 16:58:29.
  • Pada hari Kamis, 27 Desember 2007, pihak BCA Margonda yang diwakili oleh Bapak Andi Gozali (KOC) dan Meliana (Ka.Layanan) telah mendatangi pihak korban ke tokonya dan menjelaskan bahwa ini adalah kasus penipuan dan BCA t id ak berjanji untuk melakukan penggantian atas kerugian korban.Pihak korban berkenan untuk menerima penjelasan dari pihak BCA dan memohon agar pihak BCA menindaklanjuti kejadian ini sehingga kasus ini tidak terulang lagi pada korban lainnya.
Note: Untuk diingatkan kembali ke nasabah (merchant), kejadian tersebut diatas merupakan kelalaian nasabah karena t id ak mengikuti dan menyaksikan pelanggan ke ATM untuk memastikan transaksi transfer yang dilakukan.

Dmk & Thanks

VIE
PT. Bank Central Asia , Tbk
Biro Pendukung Operasi
Wisma BCA I Lt. 9
Jl. Jend. Sudirman Kav. 22-23
Jakarta - 12920

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Biaya Tinggi = Mutu Tinggi? (Biaya Pendidikan Anak)

0

Belum lama saya menelepon seorang sahabat saya waktu kuliah dulu. Setelah berbincang kesana kemari, sampailah pembicaraan kami ke soal anak. Sahabat saya cerita kalau baru saja mendaftarkan anaknya untuk masuk SD di salah satu Yayasan Pendidikan Islam yang cukup ternama di Wilayah Kebayoran Baru. Cukup Ternama karena Masjidnya sering sekali di pakai sebagai tempat untuk mengadakan bedah buku, Tabligh Akbar, dan dulu pernah menjadi lokasi rutin Kajian Manajemen Qolbu sebelum pindah ke Masjid Baitul Ihsan.

Sahabat saya mengungkapkan bahwa untuk keperluan masuk SD tersebut diharuskan membayar uang pangkal kurang lebih sebesar Rp 16 juta + biaya SPP dan administrasi 1,5jt, sehingga totalnya kurang lebih Rp 17,5jt. Subhanallah.....Mungkin jumlah itu tidak seberapa buat sahabat saya sebagai Pemilik sebuah Penerbitan Buku...tapi jumlah yang tidak sedikit buat saya...Mungkin biaya masuk SD yang sebesar itu memang sebanding dengan kualitas dan mutu Pendidkan yang diberikan kepada calon siswa di SD tersebut...

Terbayang tahun depan Insya Allah Najla sudah masuk ke TK dan tahun depannya SD... Untunglah sudah ikut Asuransi Takaful...walau mungkin masih harus mencari kekurangannya...Tapi paling tidak sudah lebih ringan......Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan segala sesuatunya...

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Hati-hati separator busway antara Pondok Indah sampai Permata Hijau

0

Malam Rabu kemarin (1 Januari 2008) sekitar pukul 19.30 dari Bintaro saya meluncur melewati underpass Pondok Indah kearah Kebayoran Lama. Hujan lumayan deras mengguyur wilayah tersebut. Pandangan mata terhalang derasnya hujan.

Sampai di depan Kampus USNI (Universitas Satya Negara Indonesia?) kendaraan yang saya tumpangi hampir saja menabrak separator busway. Wuih...tidak terlihat....Separator yang warnanya kusam itu makin tidak kelihatan karena kurangnya penerangan (lampu jalan) dan juga ditambah turunnya hujan.....Untunglah saya tidak melaju dengan kecepatan tinggi hingga bisa terhindar dari kecelakaan...

Namun pengendara lain rupanya ada yang kurang beruntung, sebuah motor dan dua penumpangnya tidak bisa menghindar dan jatuh tepat didepan saya...

Tampaknya perlu perhatian dari Pemprov DKI dan instansi terkait mengenai separator busway ini..Agar tidak terjadi kecelakaan dikemudian hari..Entah itu dengan memberi warna yang menyala di kegelapan...menambah lampu jalan agar lebih terlihat....

Mudah-mudahan menjadi perhatian....

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

TDA Peduli Banjir di Jawa Tengah & Jawa Timur

0

Assalamualaikum Wr. Wb.


Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun..


“Dan dalam hitungan menit pun air sudah mencapai langit-langit rumah. Tidak ada harta yang bisa diselamatkan. Semua habis, ludes. Semua
barang dagangan yang sudah siap dikirim ke beberapa kota tidak selamat. Semua catatan bisnis, cek, uang tunai, komputer, motor, barang elektronik
tidak bersisa. Mirip Tsunami tapi lebih lambat kejadiannya. Alhamdulillah tidak ada kurban jiwa.

"Saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi kalau dua anak saya belum diungsikan. Tidak mungkin saya bisa membawa 3 anak sekaligus mengarungi
banjir," ceritanya sambil terus menangis. Dia menangis bukan karena kehilangan harta tapi lebih pada rasa 'sukur' karena dua anaknya sudah
diungsikan lebih dulu”. (“Tanggul Bengawan Solo Jebol” Sumber : http://abduh1.blogspot.com/2007/12/pabrik-kami-pun-tenggelam.html -
Weblog Anggota Komunitas TDA)

“Korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur, terus bertambah. Hingga saat ini jumlah korban tewas mencapai
89 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang sebanyak 38 orang”. (Sumber : http://www.kickandy.metrotvnews.com/berita.asp?id=51372)



“Banjir yang melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kian meluas hingga wilayah perkotaan. Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo
ini telah merendam tidak kurang dari 20 ribu rumah warga di 114 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Selain Bojonegoro, banjir juga
melanda tujuh kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur, yakni Ngawi, Ponorogo, Jombang, Madiun, Trenggalek dan Magetan”. (Sumber :
http://www.kickandy.metrotvnews.com/berita.asp?id=51414)


Demikian sedikit dari beberapa berita banjir yang telah kita baca & kita lihat serta dengar di beberapa media elektronik, betapa para korban
banjir telah kehilangan harta, benda, pekerjaan, sumber penghasilan, serta keluarga yang mereka sayangi, lalu apakan kita disini hanya bisa
berdiam diri & belum berbuat sesuatu untuk sedikit memberikan senyum bahagia & meringankan penderitaan baik lahir maupun bathin bagi yang
mengalami bencana banjir serta pasca banjir yang diakibatkan tingginya curah hujan hingga meluapnya Sungai Bengawan Solo. Kami yakin rekan-rekan
pasti akan berbuat sesuatu untuk meringankan penderitaan para korban.

Dipenghujung Tahun 2007, TDA Peduli Banjir Jawa Tengah & Jawa Timur menghimbau & mengajak rekan-rekan yang dirahmati Allah SWT untuk
menyisihkan sebagian rejekinya & mengulurkan tangan dalam bentuk sumbangan dana TDA Peduli Banjir Jateng & Jatim, dengan mentransfer ke :

1. BCA KCP Cibubur, Rek No. : 6280402956 a/n Roesmijati
2. Bank MANDIRI KCP
Jakarta Thamrin, No.Rek: 103 000 444 1461, a/n :
Eko Junaedi

Insya Allah, amanah dari rekan-rekan akan kami salurkan melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap – http://aksicepattanggap.com yang bekerja sama
dengan Komunitas Tangan Diatas) dan salah satu keluarga Rekan Anggota Komunitas TDA.

Beberapa jam lagi kita semua akan meninggalkan Tahun 2007 & akan berganti Tahun Baru 2008. Didalam pergantian malam tahun baru nanti &
disetiap berdoa, mari kita bersama-sama untuk menyempatkan diri mendoakan para korban banjir kepada-Nya, semoga Allah SWT meringankan penderitaannya,
memberikan pertolongan bagi para korban yang masih terjebak banjir, diluaskan ketabahan serta ikhlas dalam menghadapi cobaan ini & diampuni
dosa-dosanya bagi yang telah meninggal dunia. Hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui Hikmah dibalik peristiwa bencana banjir di penghujung Tahun
2007..Amin.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan serta kebaikan yang berlipat ganda atas kedermawanan rekan-rekan sekalian. Amin.

Terima kasih atas waktu & kesempatannya.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 31 Desember 2007

*Tim TDA Peduli – Ekojune, Anria, Roes, Kosi, Dwi Wahyono*
http://tangandiatas.com

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Keamanan di Bandung terusik oleh Geng Motor

0

Astaghfirullahaladzim......

------------------------
Disumpah, Geng Motor Berani Merampok Dan Membunuh

Kamis 25 Oktober 2007, Jam: 9:37:00

BANDUNG (Pos Kota) - Awalnya geng motor hanya kumpulan anak-anak remaja yang hobi ngebut dengan motor, baik siang maupun malam hari di Kota Bandung. Mereka melakukan balapan motor alias trek-trekan di jalanan umum. Tapi kini, geng motor kini sudah meresahkan masyarakat, karena sepak terjangnya makin beringas.

Kelompok ini sekarang sudah menyebar ke berbagai wilayah, meski organisasi induknya tetap berada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Untuk mengetahui, kenapa mereka berubah brutal dan jahat, kita mesti lebih dulu mengetahui latarbelakang organisasinya dan doktrin yang diterapkan saat mereka direkrut yang disebut sumpah.


Setiap anggota geng motor dalam sumpahnya,
harus berani melawan polisi berpangkat komisaris ke bawah. Anggota harus berani melawan orangtuanya sendiri. Sumpah terakhir, anggota harus bernyali baja dalam melakukan kejahatan .

Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam 'buku putihnya' yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Dokumen setebal 20 halaman yang diamankan Kapolwiltabes Bandung saat itu, Kolonel (Kombes-Red) Yusuf Mangga Barani, nampaknya menjadi 'sumpah' atau patokan geng motor selama ini.

4 GENG TERKENAL

Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng terkenal di Kota Bandung, yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GRB), Brigadir Seven (Briges) dan Moonraker yang pada hakikatnya memiliki 'ideologi' sama, mencetak anggota dari kalangan siswa SMP dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan tak lepas dari tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi banyak juga remaja putri yang senang ngumpul-ngumpul, berbaur dengan putra.

Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat dimaklumi kalau mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi doktrin yang ada di kumpulanya itu. Hanya saja, aksi kejahatan mereka kini semakin membabi buta. Bukan saja sebatas tawuran atau merampas sepeda motor, tapi mereka sudah berani merampok dan membunuh. Masalah kejahatan inilah yang kini jadi 'momok' warga Bandung untuk keluar pada malam hari. Dan sering membuat kewalahan polisi untuk memberantasnya.

POTONG JARI

Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung. Dengan menancapkan bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di kota ini. Rekruitmen anggota terus digenjot kelompok ini. Sehingga pada usia belasan tahun geng ini mampu menarik anak sekolah dan dengan cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa Barat.

Exalt To Coitus tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang. Anggota ini tersebar mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Ciamis, Garut, Tasikmlaya, Sumedang, Cianjur, Subang, hingga Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan tipe lebah, anggota geng tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang disakiti anggota geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus memburu musuh-musuhnya yang menggangu kenyaman hidup mereka.

"Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung dibanding tiga geng lainnya. Kekuatan semakin besar egonya pun tak ketulungan. Walau geng lain tak menggangu, XTC selalu membuat masalah," kata sejumlah pentolan geng motor yang menolak ditulis namanya.

XTC geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin bertambah, sehingga 'daerah jajahan' nya pun semakin luas. Semula XTC hanya menguasai sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai Jalan Peta, Buahbatu, Gatot Subroto dan Jalan Diponogoro. Namun, belakangan, daerah kekuasaan geng ini semakin bertambah dan mampu mencaplok daerah Jalan Dago, Pasteur hingga Kiaracondong.

Dengan adanya eksvansi daerah kekuasaan ternyata banyak menyinggung kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung. Buntunya, percikan pertengkaran dan saling serang menyerang terus terjadi meski harus menumbalkan nyawa anggotanya.

"Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya. Ini bukan impian tapi kenyataan," kata para remaja di Bandung.

Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para anggota yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu digodok di daerah Lembang selama empat hari untuk mengikuti training loyalitas.

Polisi jajaran Polwiltabes Bandung mencatat, training loyalitas yang diterapkan bukan berupa pelajaran sekolah, melainkan berupa penggojlokan fisik mulai ditendang diinjak dan dipukul. "Penyiksaan ala IPDN terhadap praja lebih ringan dibanding penyiksaan di XTC. Dan cuplikan gambar tersebut ada di "CD" yang berhasil diamankan Polwiltabes," kata sejumlah anggota polisi.

Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji loyalitas, harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke rumah.
Tes itu berupa mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung tanpa harus menggunakan rem . "Latihan ini yang kini terus dikembang dalam aksi kejahatan perampasan perampokan dan penyerangan di tengah jalan," kata dia. Anggota XTC memiliki keunikan tersendiri dalam organisasinya.

Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang bersangkutan diharuskan potong jari kelingking
. Upacara ini menandakan kesetiaan seseorang terhadap geng. Luar biasa !

MINUM DARAH ANJING

Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven (Briges) dalam merekrut anggota barunya. Tiga doktrin utama seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang semula beranggotakan siswa SMA 7 Bandung. Terhadap anggota baru, Komandan Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan dalam beraksi hingga
mereka diharuskan minum darah anjing dan ayam. Konon, dua darah ini bisa menumbuhkan rasa berani pada diri seseorang.

Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami perkembangan cukup lumayan. Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan kelelawar hitam, Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia geng hingga mengalami kekuatan kedua setelah XTC.

Dalam dunia 'pergengan' di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun 1980-an menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bebuyutan XTC.

Beberapa tahun belakangan, Briges berubah arti. Semula Brigadir Seven, tiba-tiba pada tahun 1999 berubah menjadi Brigadir Gestapu. Ketika nama Gestapu melekat pada kelompok mereka aksi brutalnya pun semakin menjadi-jadi. Setiap hari terus tawuran dan menyerang sekolah-kolah di Bandung. Tak kurang dari seminggu tiga kali, Beriges selalu bentrok dengan XTC.

Dalam pencaturan wilayah kekuasaan, Briges hanya mengendalikan beberapa jumlah ruas jalan yang ada di Bandung. Jalan Lengkong Kecil dan Besar, tempat sekolah mereka berdiri, merupakan daerah kekuasaan utamanya yang tak bisa diganggu siapapun. Ketika nyalinya semakin tinggi, Jalan Asia Afrika berhasil diambilalih termasuk Jalan Sudirman kota Bandung.

Moonraker, geng motor yang beridiri pada tahun 1978. Para pendiri geng ini merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu sendiri diambil dari judul film James Bond yang sedang naik daun pada waktu itu. Dalam pencaturan jumlah anggota geng ini di bawah Briges. Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia kejahatan.

Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan selalu siap perang pada malam hari. Di bawah naungan bendera merah putih biru bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu berkuasa di kota ini. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok merupakan wilayah kekuasaanya. Belakangan geng ini sering bentrok dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya telah dieksvansi geng itu.

Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot di Kota Kembang. Anggota mayoritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan setiap malam. Di bawah bendera merah kining hitam, geng tetap berjalan meski anggotanya hanya sedikit dibanding tiga geng lainnya.

Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya.

"Geng ini lamban dalam melakukan perekrutan anggota. Hal itu tertjadi karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola pegembangan organisasdinya cukup lamban. Kejahatan, jangan ditanya. Beringasnya sama saja," kata polisi.


INCAR EMPAT GENG

Empat geng motor yang terus membuat kisruh di Bandung nyatanya turut mengundang 'amarah' polisi. Tak tanggung-tanggung, Kapolrtesta Bandung Tengah AKBP Mashudi menegaskan empat geng motor itu yang menjadi inacaran kepolisian. " Keempat geng ini incaran kami karena selalu bikin ulah," tandasnya.

Polisi mengincar geng motor sangat dimaklumi. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir tercatat tiga warga tewas sia-sia akibat dibantai anggota geng motor. Sebut saja Asep siswa SMA tewas dibantai kemudian mayatnya dibuang ke sungai di Celenyi Kabupaten Bandung. Kemudian sensi anak SMA tewas dibantai geng motor dan mayatnya dibuang diselokan daerah margahayu raya. Korban ketiga PNS Kanwil Bea Cukai Merak Banten. Putu. Korban ini dibantai ketika sedang silaturahmi ke temannya di Bandung.

Aksi kejahatan yang dilakukan geng motor, lanjut Mashudi, sangat monoton. Mereka berkelompok menyergap merampas dan menguras hartanya. Bila melawan korban dihabisi. " Geng ini tak mau bergerak sendirian," tegasnya. Dari fakta yang ada, lanjut dia, korban warga biasa (diluar anak sekolah) dibunuh ketiuka mereka melawan. Alasan melakukan pembunuhan sangat enteng yaitu salah sasaran.

Jika korban menimpa anak SMA itu murni dibantai karena adanya permusuhan antara geng. Korban terpaksa dibantai karena diduga menyakiti anggota geng lain, atau mengkhianati geng yang korban masuki. " Pengunglapan sangat alot karena pelajar yang berhasil ditangkap selalu tutup mulut untuk ketika ditanya masalah gengnya itu,".

Berdasar bukti yang ada, anggota geng motor merupakan anak dari para pejabat yang ada di kota bandung. Melihat status sosial orang tuanya, ada kesan polisi nampak menutup sebelah mata terhadap aksi kejahatan geng motor tadi. Namun, Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko, memberikan sinyal, supaya geng motor yang berulah diproses secara hukum. "Tak peduli anak siapa dan darimana, kalau bersalah proses sesuai hukum," tegas kapolda kemarin.


BISA MEMBAHAYAKAN

KRIMINOLOG Soedjono, berkomentar blak-blakan masalah geng motor ini. Dia mengaku blak-blakan atas keburutalan mereka. "Jangan dibiarkan, bisa-bisa nantinya membahayakan!"

Geng motor kata dia, merupakan wadah yang mampu memberikan gejala watak keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari trend an mode yang sedang berlangsung saat itu. "Aksi brutal itu perlu diredam. Mulanya berbuat jahat dari yang ringan seperti bolos sekolah, lama-lama mencuri, merampok dan membunuh. Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi mereka mengkonsumsi narkoba," kata dia.

Menyikapi masalah ancaman terhadap polisi, demikian Soedjono, perlu dijadikan alat kaji diri untuk kepolisian. Ancaman mereka nampaknya serius karena anggota geng mengakui polisi merupakan penghalang utama dalam melakukan kejahatan. "Mereka berlaku jahat ujung-ujungnya berurusan dengan polisi. Makanya mereka benci polisi," tuturnya.

Begitu pun membenci melawan orang tua. Mereka sadar karena masih sekolah sumber keuangan ada di orang tua. Oleh karenanya, jika orang tua tak memberi uang cukup, mereka terpaksa membenci dan mengancam orangtuanya tadi. Sedang aksi kejahatan berupa perampasan dan perampokan, merupakan jalan lain untuk mendapatkan penghasilan. " Pola pikir seperti harus segera dihentikan,".

Solusi konkret yang perlu ditempuh adalah, kepolisian harus konsisten memberantas mereka. Kemudian Dinas pendidikan dan sekolah harus turut bergandeng tangan dengan polri dalam meminimalisir aksi kejahatan itu. " Jangan ada kesan Diknas cuci tangan Karen ada polisi. Cuci tangan ini yang membahayakan," katanya.

TEMBAK DITEMPAT

Kebrutalan geng motor bukan saja dirasakan pihak kepolisian. Warga pun kini mulai merasa gerah akan ulah mereka. Aksi mereka yang dilakukan tengah malam, membuat rasa takut warga Bandung untuk jalan-jalan di malam hari. " kami merasa tak nyaman malam hari di bandung. Khawatir geng motor nyerang dan merampas motor. Oleh karenanya kami setuju kalau mereka yang berbuat jahat tembak ditempat saja," kata warga, Yunus,45,.

Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat wilayah Bandung Timur. H. Muhamad Husein dengan tegas meminta supaya polisi bertindak tegas kepada geng motor ketika melakukan aksi kejahatan. " kami pikir tak perlu pusing kalau sudah cukup bukti dan tertangkap basah berlaku jahat tembak mati saja," katanya.

Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu untuk memberikan efek jera pada meraka. Namun, action polisi mengarah ke penembakan itu belum, ada, sehingga ada kesan polri sangat menutup mata akan kejahatan geng motor tadi. " Geng motor yang diproses di perngadilan tak akan memberikan efek jera. Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya menyambut dan mengelu-elukan. Jika anggota geng motor ditangjap dan diadili maka anggota itu menjadi pahlawan," tegasnya.

Oleh karenanya, untuk memberikan rasa aman pada warga dan tamu luar kota yang datang ke bandung, tindakan tegas kepada anggota geng motor harus segera dilakukan. " Kami sangat prihatin bila ada tamu ke Bandung kemudian tewas dibantai geng motor. Mereka telah merusak citra kota Bandung," katanya, seraya menambahkan, warga luar kotra yang ada di bandung waspadalah bila jalan-jalan pada tengah malam. (dono)

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....

Asal Usul Nama Indonesia

0

Asal Usul Nama Indonesia
Oleh IRFAN ANSHORY

PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai *Nan-hai* (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini *Dwipantara* (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta *dwipa* (pulau) dan *antara* (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke *Suwarnadwipa* (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.

Bangsa Arab menyebut tanah air kita *Jaza'ir al-Jawi* (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah *benzoe*, berasal dari bahasa Arab *luban jawi*(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon *Styrax sumatrana* yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang".

Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (*Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien*) atau "Hindia Timur" *(Oost Indie, East Indies, Indes Orientales)* . Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (*Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais*).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah *Nederlandsch- Indie* (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah *To-Indo* (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu *Insulinde*, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin
*insula* berarti pulau). Tetapi rupanya nama *Insulinde* ini kurang populer.
Bagi orang Bandung, *Insulinde* mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar, seberang) sebagai lawan dari *Jawadwipa*( Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, *"Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" *(Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.

Nama Indonesia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, *Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia* (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel *On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations*. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (*a distinctive name*), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: *Indunesia*atau
*Malayunesia* (*nesos* dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: *... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians. *

Earl sendiri menyatakan memilih nama *Malayunesia* (Kepulauan Melayu) daripada *Indunesia* (Kepulauan Hindia), sebab *Malayunesia* sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan *Indunesia* bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah *Malayunesia* dan tidak memakai istilah *Indunesia*.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel *The Ethnology of the Indian Archipelago. * Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan.
Logan memungut nama *Indunesia* yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: *Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. * Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku *Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel*sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam *Encyclopedie van Nederlandsch- Indie*tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.

Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama *Indonesische Pers-bureau. *

Makna politis

Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan!
Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa *Handels Hoogeschool* (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama *Indische Vereeniging* ) berubah nama menjadi *Indonesische Vereeniging* atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (*de toekomstige vrije Indonesische staat*) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (*een politiek doel*), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (*Indonesier*) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. "

Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan *Indonesische Studie Club*pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 *Jong Islamieten Bond* membentuk kepanduan *Nationaal Indonesische Padvinderij* (Natipij) . Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota *Volksraad* (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch- Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.

Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku! ***

*Penulis,* *Direktur Pendidikan "Ganesha Operation"*

Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....