Prihatin atas isu susu yang sedang hangat......Dengan begitu...hilang sudah kepercayaan terhadap produk lokal....terutama yang benar2 full modal dalam negeri....akhirnya karena krisis kepercayaan thd produk lokal, masyarakat beramai2 membeli susu merk luar....siapa yang untung?
Bensin begitu juga.....Image Pertamina dibikin buruk...Subsidi bensin dikurangi..harga dinaikan....lalu masuk SPBU luar negeri (asing)...masyarakat berbondong2 beli di SPBU asing...uang mengalir keluar.....siapa yang untung?
Vaksin.....pasien indonesia...sample virus diambil oleh WHO.....kemudian di jual ke perusahaan farmasi asing....vaksinnya di jual lagi ke Indonesia dengan harga sangat mahal....siapa yang untung?
Pasar.... aturan pendirian hypermarket tidak tegas..... punya asing berdiri di dekat pasar tradisional....masyarakat berduyun2 ke hypermarket asing yang nyaman, full AC....dibanding pasar tradisional yang becek namun milik saudara sendiri...siapa yang untung?
Apa kita sudah berpikir sejauh itu? mengurangi keuntungan utk negara asing? dan memberikan keuntungan lebih untuk bangsa sendiri? demi memajukan produksi dalam negeri? serta mengurangi ketergantungan terhadap asing?
Atau kita malah bangga memakai merk2 asing...belanja di tempat2 milik asing....ngopi di warung milik asing?
Tunggulah saatnya kita jadi tergantung kepada asing (atau malah sudah?)...dan negara asing (maju) makin mencekik kita karena kebiasaan kita.....
Jadi, kapan kita berhenti?
Search...
Semua ini cuma taktik dagang negara maju saja......
Labels: Anak, Cerita Kehidupan, Ghirah, info, Kajian Islam, mandiri, Negeriku, Pendidikan, Qolbun Salim
AS-Israel Beli Peta Satelit Google Earth, Sembunyikan Peta Israel
Dari Eramuslim
-------------------
AS-Israel Beli Peta Satelit Google Earth, Sembunyikan Peta Israel
Senin, 7 Jan 08 16:44 WIB
Pernah mencoba fasilitas Google Earth? Umumnya orang yang sehari-hari berselancar di internet, sudah tahu fasilitas ini. Dan mungkin sebagian besar sudah mencobanya.
Kemarin lusa, kolumnis terkenal Muhammad Hasanain Haikal menyinggung soal Google Earth yang diduga kuat dikendalikan oleh orang-orang Israel.
Pasalnya, peta yang ditampilkan dalam Google Earth itu, tidak menggambarkan lokasi penting yang ada di Israel. Tidak ada lokasi militer dan berbagai tempat strategis Israel, selain gambar petanya juga cenderung buram, bila dibandingkan tampilan gambar daerah lain.
Hal ini memunculkan tanda tanya soal kredibilitas Google Earth sebagai fasilitas satelit yang bisa memantau cukup detail seluruh tempat di dunia ini, sejak beberapa bulan lalu.
Dalam forum "Bersama Haekal" yang ditayangkan oleh Aljazeera setiap hari Kamis sore, dikatakan, "Sekarang ada satelit yang bisa memotret semua tempat. Dan Google menjual peta satelit itu untuk menggambarkan lokasi seluruh dunia. "
Benarkah seluruh dunia bisa tampil di layanan Google Earth? Ternyata tidak. Hanya peta Israel saja yang tidak tampil di sana. Sesuai ketetapan Kongres Amerika dan Google, pihak Google tidak boleh menampilkan dan menjual peta apapun tentang Israel. Karena peta Israel khusus hanya dimiliki Departemen Pertahaan AS.
Masih menurut Haikal, "Saya tidak tahu ada satu negara yang bisa terlindung dari peta satelit yang disajikan Google Earth. Kita semua sudah mencoba untuk masuk ke wilayah Israel tapi lokasi itu buram saja tampilanya dalam fasilitas Google Earth. "
Berbeda dengan bila kita mencoba mengakses fasilitas yang sama untuk melihat peta Mesir, yang bertetangga dengan Zionis Israel. Dalam peta itu, bisa terlihat lokasi strategis apapun di Mesir. "Saya bisa melihat istana, dan berbagai tempat penting lainnya, termasuk lokasi penting Mesir secara militer, " ujar Haikal.
Menurut koresponden Islamonline bidang Teknologi, awal tahun 2007, saat Google Earth baru dilaunching, lokasi Israel menampilkan peta lama. Memang ada sejumlah kota Israel dan juga peta sejumlah gedung industri di Israel, serta kota-kota Israel. Tapi itu semua adalah peta lama yang saat ini sudah banyak berubah. Setelah itupun, kini peta Israel menjadi buram. Mungkin terkait dengan kesepakatan dengan Amerika seperti yang disebutkan Haikal tadi.
Sementara dari pihak Google sendiri, mengatakan mereka tetap peduli memberikan yang terbaik bagi pengguna fasilitas yang ditawarkan. Hanya saja, peta satelit yang menggambarkan lokasi Israel telah dibeli oleh pihak tertentu yang kemudian mengatur tampilan Israel melalui kerjasama AS-Israel. (na-str/iol)
Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....Rumah Impian Kami
Memasuki Tahun 2008 ini saya dan isteri mempunyai sebuah rencana strategis, apa itu? Memiliki sebuah rumah... tidak usah yang besar cukup type 36 (2 KT) dengan luas tanah minimal 60m2.
Rencana ini kami susun dengan pertimbangan tempat yang kami tinggali sekarang sudah kurang memenuhi kebutuhan keluarga kami. Kamar tidur yang kami miliki sekarang hanya 1 buah, sehingga kurang nyaman untuk dipakai untuk 2 orang dewasa (saya dan isteri) + 3 orang balita. Sementara untuk menambah jumlah kamar tidur, tidak memungkinkan karena sudah tidak ada lahan tersisa.
Lokasi yang kami inginkan adalah perumahan di sekitar Wilayah Bintaro atau Pondok Aren dengan harga tunainya sekitar 100 - 130jutaan.
Adapun pertimbangannya :
1. Wilayah tersebut udaranya masih segar dan lingkungannya masih asri.
2. Akses jalan tol yang dekat.
3. Banyak terdapat Yayasan Pendidikan Islam dari TK Islam , SD Islam Terpadu dan seterusnya.
4. Dekat dengan pusat-pusat kegiatan Keislaman.
5. Potensi untuk berbisnis masih sangat menjanjikan.
Sangat berharap rumah Impian Kami ini bisa kami raih melalui KPR Syariah. Jadi apabila ada teman-teman yang memiliki info perihal ini, jangan sungkan-sungkan meneruskannya ke kami.
Semoga Allah SWT memperkenankan dan mengabulkan keinginan kami. Amin...
Wassalam,
dwi
Labels: Anak, Cerita Kehidupan, Ghirah, Impian, Istiqomah, Keluarga Sakinah, mandiri, My Lovely Kids, Rumah
TDA Peduli Banjir di Jawa Tengah & Jawa Timur
Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun..
“Dan dalam hitungan menit pun air sudah mencapai langit-langit rumah. Tidak ada harta yang bisa diselamatkan. Semua habis, ludes. Semua
barang dagangan yang sudah siap dikirim ke beberapa kota tidak selamat. Semua catatan bisnis, cek, uang tunai, komputer, motor, barang elektronik
tidak bersisa. Mirip Tsunami tapi lebih lambat kejadiannya. Alhamdulillah tidak ada kurban jiwa.
"Saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi kalau dua anak saya belum diungsikan. Tidak mungkin saya bisa membawa 3 anak sekaligus mengarungi
banjir," ceritanya sambil terus menangis. Dia menangis bukan karena kehilangan harta tapi lebih pada rasa 'sukur' karena dua anaknya sudah
diungsikan lebih dulu”. (“Tanggul Bengawan Solo Jebol” Sumber : http://abduh1.blogspot.com/2007/12/pabrik-kami-pun-tenggelam.html -
Weblog Anggota Komunitas TDA)
“Korban meninggal dunia akibat banjir yang melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur, terus bertambah. Hingga saat ini jumlah korban tewas mencapai
89 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang sebanyak 38 orang”. (Sumber : http://www.kickandy.metrotvnews.com/berita.asp?id=51372)
“Banjir yang melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kian meluas hingga wilayah perkotaan. Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo
ini telah merendam tidak kurang dari 20 ribu rumah warga di 114 desa di 14 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Selain Bojonegoro, banjir juga
melanda tujuh kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur, yakni Ngawi, Ponorogo, Jombang, Madiun, Trenggalek dan Magetan”. (Sumber :
http://www.kickandy.metrotvnews.com/berita.asp?id=51414)
Demikian sedikit dari beberapa berita banjir yang telah kita baca & kita lihat serta dengar di beberapa media elektronik, betapa para korban
banjir telah kehilangan harta, benda, pekerjaan, sumber penghasilan, serta keluarga yang mereka sayangi, lalu apakan kita disini hanya bisa
berdiam diri & belum berbuat sesuatu untuk sedikit memberikan senyum bahagia & meringankan penderitaan baik lahir maupun bathin bagi yang
mengalami bencana banjir serta pasca banjir yang diakibatkan tingginya curah hujan hingga meluapnya Sungai Bengawan Solo. Kami yakin rekan-rekan
pasti akan berbuat sesuatu untuk meringankan penderitaan para korban.
Dipenghujung Tahun 2007, TDA Peduli Banjir Jawa Tengah & Jawa Timur menghimbau & mengajak rekan-rekan yang dirahmati Allah SWT untuk
menyisihkan sebagian rejekinya & mengulurkan tangan dalam bentuk sumbangan dana TDA Peduli Banjir Jateng & Jatim, dengan mentransfer ke :
1. BCA KCP Cibubur, Rek No. : 6280402956 a/n Roesmijati
2. Bank MANDIRI KCP Jakarta Thamrin, No.Rek: 103 000 444 1461, a/n :
Eko Junaedi
Insya Allah, amanah dari rekan-rekan akan kami salurkan melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap – http://aksicepattanggap.com yang bekerja sama
dengan Komunitas Tangan Diatas) dan salah satu keluarga Rekan Anggota Komunitas TDA.
Beberapa jam lagi kita semua akan meninggalkan Tahun 2007 & akan berganti Tahun Baru 2008. Didalam pergantian malam tahun baru nanti &
disetiap berdoa, mari kita bersama-sama untuk menyempatkan diri mendoakan para korban banjir kepada-Nya, semoga Allah SWT meringankan penderitaannya,
memberikan pertolongan bagi para korban yang masih terjebak banjir, diluaskan ketabahan serta ikhlas dalam menghadapi cobaan ini & diampuni
dosa-dosanya bagi yang telah meninggal dunia. Hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui Hikmah dibalik peristiwa bencana banjir di penghujung Tahun
2007..Amin.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan serta kebaikan yang berlipat ganda atas kedermawanan rekan-rekan sekalian. Amin.
Terima kasih atas waktu & kesempatannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 31 Desember 2007
*Tim TDA Peduli – Ekojune, Anria, Roes, Kosi, Dwi Wahyono*
http://tangandiatas.com Klik Judul Artikel untuk Baca Selengkapnya....
Labels: Cerita Kehidupan, Ghirah, Istiqomah, Kajian Islam, Negeriku, Qolbun Salim, Tangan Di Atas
Kalau Cinta Bersemi di Tempat yang Salah
Oleh : KH A Hasyim Muzadi
Allah SWT adalah Lumbung Cinta Abadi. Tak ada satu pun kehendak-Nya yang tercurahkan, kecuali atas dasar cinta. Bahkan ketika Dia hendak menciptakan alam semesta, semuanya juga berasal dari cinta-Nya yang begitu agung. Maka, untuk tetap menumbuhkan rasa cinta, Dia menularkan benih-benih luhur ke jantung hati alam semesta melalui Baginda Rasul Muhammad SAW.
Melalui Sang Nabi inilah, maka meluncur deras ikhtisar cinta di bentangan dunia, khususnya di kalangan ummat manusia. Demikianlah! Nabi Muhammad merupakan sosok perlambang dunia cinta. Kelembutan hatinya, telah meluluhkan hati terdalam banyak manusia dan karena keluhuran budinya, banyak angkara murka luluh mencair. Belaian tangannya yang halus, mampu membungkam kecongkakan dunia. Sentuhannya yang tulus, menyebabkan lawan takluk tanpa merasa dikalahkan. Maka, melalui Nabi Muhammad-lah, suri teladan cinta begitu mudah ditemukan.
Kini, sebagian besar bangsa kita tengah merindukan kehadiran sosok para pecinta yang sesungguhnya. Cinta hanya dapat dirasakan kalau terjadi interaksi yang intens. Kalau menjelang wafatnya, Nabi Muhammad masih berat meninggalkan umat Islam, maka sosok seperti apakah Baginda ini?
''Ummaty! Ummaty (Umatku! Umatku!),'' demikian beliau mendesah pada detik-detik terakhir kehidupannya. Adakah cara paling menyentuh untuk menunjukkan kecintaan seseorang selain menyebut nama orang yang dicintainya, bahkan di saat ajal menjelang? Adakah pecinta seagung Baginda Muhammad? Begitu kabar wafatnya Rasulullah menyebar, semua isi alam ini menangis.
Mendung bergelayut, burung-burung saling bertasbih, para malaikat menumpahkan air mata kesedihan yang mendelam. Umat manusia seperti ditenggelamkan dalam kegundahan yang teramat sangat. Begitu Nabi Muhammad wafat, maka alam terus menerus berada dalam dunia lara duka yang tak berbatas.
Banyak cara dilakukan orang untuk menyatakan bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan dengan Sang Rasul. Mereka yang terdekat secara zaman dengan Baginda, akan selalu mamatut-matutkan dirinya dengan pola kehidupan Rasulullah. Para sahabat terdekat dan sezaman dengan beliau, juga akan meneladani serta menapaktilasi semua kebiasaan yang dilakukan Baginda Rasul semasa hidup.
Bagaimana dengan umatnya yang tak pernah bersua beliau? Bagaimanakah cara meneladani kebiasaan seseorang ketika yang dicinta tak pernah secara fisik dirasakan kehadirannya? Bagaimanakah cara mencintai seseorang yang kita tak pernah bertemu dengannya? Bahkan lukisan tentang dirinya pun tak ada? Kita sebagai umat Islam yang hidup ribuan tahun setelah kehadiran beliau di dunia ini, bisa mengadopsi bentuk-bentuk cinta Rasul melalui sirahnya yang sampai kepada kita. Bisa juga melalui keterangan-keterang an para cerdik cendekia yang sampai kepada kita serta bisa pula lewata kisah-kisah abadi tarikh masa lalu.
Kini, kita sebagai umat Islam, bagian terbesar bangsa Indonesia, tengah mengharapkan lahirnya sosok pecinta sejati. Bangsa-bangsa di dunia, begitu cinta kepada pejuang mereka, maka mereka bangun sebuah patung besar untuk mengenang kepahlawanannya. Begitu gandrungnya anak-anak kita kepada sosok pujaan mereka, tak ada ruang dinding kamarnya yang tersisa selain tempelan foto-foto bintang kesukaan mereka. Kalau anak kita menggemari sepak bola, maka gambar superstar sepak bola akan meramaikan semua sisi-sisi biliknya.
Mereka berikhtiar berperilaku seperti David Beckham, kalau mereka menyukai pemain besutan Manchester United ini. Kalau anak kita menggemari seorang penyanyi, maka kemana pun sang penyanyi ''manggung'' ia akan berusaha keras untuk bisa berdekatan dengannya. Kalau setiap saat televisi kita hanya menanyangkan sinetron yang kualitasnya tidak memadai, maka jangan harap anak kita akan meninggalkan tabung bergambar itu sebelum acara usai.
Kini, 150 juta lebih penduduk Indonesia menikmati tayangan televisi. Seperti sebuah virus, demam tontonan televisi sudah menyebar hingga ke ruang-ruang privat masyarakat. Banyak di antara anak-anak kita yang jauh lebih suka meneladani bintang pujaannya dari pada kita sendiri. Sampai kita sendiri bertanya-tanya, mau jadi apakah anak kita kelak. Banyak di antara anak-anak kita yang lebih cinta bintang kegemarannya dari pada cintanya kepada kita sebagai orangtua. Tetapi, begitu sibuknya kita dengan urusan sehari-hari, hingga kita tidak sadar sudah begitu jauh anak kita melangkah.
Menggemari seorang pujaan tentu tidak salah karena mereka tengah mencari sosok panutan sebelum mereka benar-benar menemukan jati diri. Menjadi salah, kalau anak kita sampai meniru pola hidup para bintang pujaannya, terutama yang negatif. Jujur kita akui, pada sebagian besar waktu, cinta anak-anak kita bersemi di tempat yang salah. Atau, jangan-jangan cinta kita semua, para penikmat tayangan televisi, juga mengalami hal serupa? Bersemi di tempat yang salah. Duh Gusti!
Dalam beberapa dekade terakhir, dunia tontonan yang bergejala hedonis ini, telah merasuk sangat jauh hingga ke tulang sumsun terdalam kita. Begitu menumpuknya beban masyarakat, sebagian besar karena kualitas tontonan yang yang hanya mengejar rating belaka. Makhluk macam apakah rating ini sesungguhnya, sehingga begitu kuat membius sebagian besar televisi kita?
Begitu banyak stasiun televisi yang kita miliki, tetapi begitu sedikit yang serius berkomitmen menaburkan nilai-nilai luhur kepada masyarakat penikmatnya. Betapa banyak penelitian dilakukan untuk mengukur kualitas tayangan tertentu, tetapi begitu banyak hasilnya yang menunjukkan betapa besar impact negatif yang ditularkan oleh begitu banyak acara-acara di televisi kita. Memercayakan pendidikan anak-anak bangsa ini kepada tayangan di televisi, sungguh merupakan sebuah pertaruhan teramat berani. Tentu kita tidak bisa menampik kehadiran televisi dalam kehidupan kita sehar-hari. Tetapi tentu saja kita juga harus siap memberikan daya tangkal dari anasir-anasir negatif yang ditimbulkannya.
Kalau kita cinta anak-anak kita, anak-anak bangsa ini, mari semua berkomitmen memberikan yang terbaik. Kalau kita kurang begitu yakin atas kemampuan kita karena kemampuan yang terisisa jauh lebih minim efeknya dibanding jumlah persoalan yang ada, maka cukuplah bagi kita memberikan perhatian yang serius kepada anak-anak kita. Sudah terlalu banyak survei dilakukan dan sudah begitu banyak pula penjelasan seputar dampak negatif dari serangkaian tontonan yang disuguhkan kepada kita.
Tak perlulah semua kita berhasrat membenahi semua keruwetan bangsa ini, tetapi cukuplah bagi kita mengurus satu persoalan ini dulu. Ini merupakan tanggung jawab semua anak bangsa; pemerintah sebaga regulator, pemilik televisi sebagai pemodal, pekerja televisi sebagai penanggung jawab rubrikasi, pemilik production house sebagai produser tayangan hiburan serta kita sebagai penonton.
Marilah kita segera sadar! Ini persoalan serius. Hidup kita hari ini tak lebih dari sekadar pinjaman dari sebagian hak-hak anak-anak kita. Kehidupan akan terus berlanjut, dan kehidupan anak-anak kita sudah menunggu di pintu gerbang masa depan. WalLaahu A'lamu Bishshowaab.
Sumber: http://www.republika.co.id/
Aa Gym menjawab di Kick Andy

Inilah pemunculan pertama Aa Gym di TV setelah berpoligami... Acara yang bertajuk Kick Andy : Aa Gym menjawab (www.kickandy.com) dengan bintang tamu Aa Gym ini disiarkan oleh Metro TV pada hari Kamis 6 Desember 2007 pukul 22.05 WIB dan Minggu 9 Desember 2007 pukul 15.05 WIB..
Dalam kesempatan itu, dikupas tentang kondisi bisnis Aa Gym dengan MQ Coorporation pasca poligami, kilas titik balik kehidupan Aa, juga tampilnya "sang Peniru" Aa Jimy yang kerap muncul di banyak acara TV memerankan Aa Gym.
Buat yang tidak sempat melihat via Metro TV, silahkan menikmati video pada tulisan ini, atau silahkan mengunjungi link berikut: http://www.radiodakwah.or.id/ Semoga bermanfaat... Wassalam,
Tak ada lagi Televisi di rumah kami....
Benda itupun kubungkus rapi dengan kotak kardus....lakban kutempelkan untuk memperkuat kardusnya ...ditambah lagi tali rapiah melingkat kuat.... Remote dan buku manualnya tak lupa dimasukan ke kantong plastik terpisah....
Kotak kaca ajaib itupun diangkat dari ruang tamu kami...dikirim kepada orang yang telah membelinya.....diiringi pandangan heran anak sulung kami... "Kenapa TV kakak dibungkus kardus dan dibawa Pakde, Ayah?" tanya Najla kepadaku. Aku hanya menjawab singkat, "karena ayah sudah jual nak...".
Najla mungkin belum mengerti alasannya kenapa TV itu dijual. Yang sebenarnya merupakan usaha kedua orang tuanya (aku dan isteri) untuk melindungi dirinya dan adik-adiknya dari acara-acara yang tidak mendidik yang kerap muncul dalam siaran TV. Mengingat, hampir seluruh tayangan televisi sudah melupakan sisi pendidikan dan moral.
Mudah-mudahan langkah yang kami ambil akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Meski cukup sulit melupakan kebiasaan memencet tombol remot yang telah mengakar bertahun-tahun. Insya Allah.
Tembok Pemisah di Palestina Dua Kali Tinggi Tembok Berlin
Imperium Komunisme di Eropa Timur telah lama hancur. Kebesaran ‘Beruang Merah’ Uni Soviet pun telah tumbang. Tembok Berlin yang sangat legendaris, yang dibangun pasca Perang Dunia II membelah Kota Berlin jadi dua: Berlin Jerman Barat dan Berlin Jerman Timur, juga sudah diruntuhkan. Oleh Barat, Amerika Serikat dan Sekutunya, peristiwa-peristiwa di atas dianggap sebagai kemenangan Dunia Bebas, Demokrasi dan HAM, terhadap kediktatoran, penindasan, dan rezim represif. Benarkah demikian?
Kenyataannya tidak. Boleh jadi Imperium Komunisme di Eropa Timur dan Uni Soviet memang tiada lagi berdaya. Boleh jadi Perestroika memang telah menghancurkan sendi-sendi Marxisme di Soviet. Namun Barat, yakni Amerika Serikat dan sekutunya, setelah itu malah meniru habis kelakuan rezim represif, kediktatoran, tiranik, dan kekejaman, dengan membangun Tembok Pemisah, lewat tangan Zionis-Israel, yang berdiri angkuh membelah Tanah Palestina.
Tembok pemisah dengan ketinggian delapan meter ini, dua kali tinggi Tembok Berlin, dibangun secara ilegal di atas negara berdaulat bernama Negara Palestina, membujur sepanjang 730 kilometer.
Tembok pemisah yang dibangun teroris Zionis-Israel ini memakan biaya yang sangat besar yang tidak pernah diumumkan ke publik jumlah total biaya pembangunannya. Hanya saja, sekadar untuk biaya perawatannya, perkilometer tembok menghabiskan dana sebesar US$4. 7 juta (lebih dari Rp 42. 5 miliar!).Jadi, keseluruhan dana yang dibutuhkan untuk perawatan tembok pemisah sepanjang 730 kilometer tersebut adalah sebesar US$3. 4 miliar! Jika Anda mencoba menghitung jumlah uang ini dan dikurskan ke rupiah dengan kalkulator biasa, maka kalkulator Anda tidak akan sanggup menghitungnya karena sangat besar jumlahnya.
Darimana sumber pembiayaan yang begitu fantastis tersebut berasal?
Mengingat Zionis-Israel merupakan satu-satunya negeri yang tidak terlalu mementingkan pertumbuhan perekonomian dan terlalu sibuk dengan pertumbuhan kekuatan militer, maka Israel lewat jaringan perusahaan-perusahaan Zionisnya yang tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, merayu warga dunia agar mau membelanjakan uangnya membeli produk-produk pendukung Zionisme (silakan lihat daftar produk pendukung Zionisme di www.inminds. Co. Uk). Dengan membeli produk pendukung Zionis tersebut, kita telah ikut menghidupi Zionis-Israel secara aktif.

Silakan Anda pilih jalan hidup Anda: Tetap membeli produk-produk pro Zionis yang berarti Anda ikut menghidupi Zionis-Israel dan membunuhi rakyat Palestina, atau mulai detik ini juga menyatakan STOP membeli produk-produk tersebut yang berarti Anda telah turut berjihad membantu kemerdekaan rakyat Palestian dalam mengusir penjajah Zionis-Israel. Inilah kenyataan yang terjadi di depan hidung kita. Silakan pilih dan kita akan mempertanggungjawabkan segalanya masing-masing di akhirat kelak.(Rizki)
eramuslim.com
Labels: Ghirah, Kajian Islam, Qolbun Salim
Naif Al-Mutawa Kenalkan Superhero Dalam Komik Islam "The 99"
Komik-komik barat seperti serial Batman, Superman, dan Spiderman, kini kian berat tantangannya. Bila sebelumnya pasar mereka direbut komik-komik Jepang semacam Pokemon, Sinchan, Kungfu Boy, dan sebagainya, maka tahun ini muncul penantang baru. Dr. Naif Al-Mutawa dan Tim kreatifnya dari Teshkeel Media Group Inc yang berbasis di Kuwait menciptakan superhero baru bernama "The 99."
Berbeda dengan Batman Cs yang berbudaya barat dan Pokemon Dkk dengan nuansa negeri sakura, maka "The 99" membawa konsep baru dengan berdasarkan budaya dan tradisi Islam.
Kreator The 99 Naif Al-Mutawa menjelaskan, bahwa komiknya tersebut menawarkan konsep superhero yang membawa tradisi dan budaya Islam namun dikemas secara modern dan pop dengan mengajarkan toleransi dan keberagaman.
"Komik ini menggambarkan kekuatan dan beragamnya latar belakang karakter yang merefleksikan nilai-nilai utama dan keberagaman dalam Islam, "ujar di sela-sela peluncuran dan diskusi "The 99" edisi bahasa Indonesia, di Jakarta.
Menurutnya, selama ini anak-anak muslim mengalami kekurangan figur panutan dan superhero Islam yang positif dalam waktu yang lama. Sehingga, berdampak merugikan bagi pengembangan diri anak-anak dalam memahami budaya Islam.
"Hal ini juga berakibat pada timbulnya kesenjangan budaya yang semakin besar antar generasi, "tambah penulis yang sebelumnya terlibat pada penulisan buku serial anak-anak yang saat ini dipakai pada setiap sekolah di dunia Arab.
Dalam kesempatan itu, Naif menjelaskan, bahwa penamaan 99 tersebut mengambil inspirasi dari kekuatan Asmaul Husna atau nama-nama Allah. Tokoh-tokoh pada komik tersebut terdiri dari 9 orang Muslim dari 9 negara berbeda sehingga terdiri dari 9 karakter yang berbeda pula. Tokoh-tokoh itu antara lain Jabbar (Saudi Arabia), Soora (Inggris), Darr (Amerika), Mumita (Portugal), Noora (Emirat Arab), Fatah(Indonesia), Jami (Hongaria), Hadya (Pakistan) dan Widad (Filipina).
Ia menambahkan, komik "The 99" menceritakan tentang pahlawan-pahlawan super yang mendapat kekuatan dari permata nur yang diciptakan di Baghdad, Irak pada tahun 1258 Masehi. Pahlawan-pahlawan super itu bersatu untuk menciptakan dunia yang damai dan sejahtera melawan tokoh antagonis Rughal dan antek-anteknya (novel)
Sumber: eramuslim.comLabels: Cyber, Ghirah, Kajian Islam, Qolbun Salim
