Waktu berjalan begitu cepat..
Tak terasa..2 tahun sudah usiamu....
Semakin pintar..semakin lucu....
Bercanda bersama kakak...
Meski terkadang menangis...
Tumbuhlah....
Jadilah anak yang sholeh...
Yang Rendah hati....
Yang mampu mewarnai hati....
Yang mampu menjadi Qurrataayun bagi keluarga...
Maafkan...
Kalau ayah dan ibu baru dapat memberikan sesuatu yang sederhana
Bukan berupa kado yang mahal..
Hanya sebuah kue berbentuk hati
Sebagai pertanda...
Serta untaian doa....
Barrakallahu buat Fadlan Zaidan Hanif....
Happy Milad yang ke-2
12 Agustus 2008
Search...
Waktu Tak terasa beranjak....buat Fadlan...
Fayyadh hilang 1,5 jam
Kemarin sore saat sedang dikantor mendadak isteri menelpon dari rumah..."Yah...mohon doanya, mudah-mudahan Fayyadh ketemu. Sudah 1/2 jam dicari disekitar rumah nggak ada. Kayaknya ada yang buka pintu pagar tapi lupa menutup" terdengar suara isteri.
Deghh.... buru-buru telpon kututup. Minta ijin ke atasan untuk pulang lebih awal. Cepat-cepat kupacu motor mengejar waktu. Maklum jarak yang lumayan jauh antara kantor ke rumah.
Sekitar 1,5 jam perjalanan. Sampailah dirumah. Suasana sepi. Tak lama munculah wajah yang dicari-cari dari balik... "Ayahhhhh.... " sambut Fayyadh sambil berlari ke arahku. Wuih..lega sekali...langsung kusambut dan menggendongnya. "Kamu dari mana nak?" tanyaku. "Sepeda...muter" jawab Fayyadh.
Informasi dari ipar yang ikut mencari. Fayyadh ditemukan lagi asyik bermain sepeda sendirian di Taman sebuah komplek real estate tak jauh dari rumah kami.
Untunglah ketemu. Mudah-mudahan dimasa mendatang kami bisa lebih berhati-hati menjaga buah hati kami. Atau Fayyadh memang sudah kepengen sekali tinggal di komplek ya?
Biaya Tinggi = Mutu Tinggi? (Biaya Pendidikan Anak)
Belum lama saya menelepon seorang sahabat saya waktu kuliah dulu. Setelah berbincang kesana kemari, sampailah pembicaraan kami ke soal anak. Sahabat saya cerita kalau baru saja mendaftarkan anaknya untuk masuk SD di salah satu Yayasan Pendidikan Islam yang cukup ternama di Wilayah Kebayoran Baru. Cukup Ternama karena Masjidnya sering sekali di pakai sebagai tempat untuk mengadakan bedah buku, Tabligh Akbar, dan dulu pernah menjadi lokasi rutin Kajian Manajemen Qolbu sebelum pindah ke Masjid Baitul Ihsan.
Sahabat saya mengungkapkan bahwa untuk keperluan masuk SD tersebut diharuskan membayar uang pangkal kurang lebih sebesar Rp 16 juta + biaya SPP dan administrasi 1,5jt, sehingga totalnya kurang lebih Rp 17,5jt. Subhanallah.....Mungkin jumlah itu tidak seberapa buat sahabat saya sebagai Pemilik sebuah Penerbitan Buku...tapi jumlah yang tidak sedikit buat saya...Mungkin biaya masuk SD yang sebesar itu memang sebanding dengan kualitas dan mutu Pendidkan yang diberikan kepada calon siswa di SD tersebut...
Terbayang tahun depan Insya Allah Najla sudah masuk ke TK dan tahun depannya SD... Untunglah sudah ikut Asuransi Takaful...walau mungkin masih harus mencari kekurangannya...Tapi paling tidak sudah lebih ringan......Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan segala sesuatunya...
Ketika Waktu Terhenti... (Untuk Adikku Tercinta)
15 Hari sudah Adikku Tercinta Hery Kurniawan kembali kepada Sang Pencipta dalam usia 28 tahun, tepatnya pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2007 jam 14.00 di RS Fatmawati setelah kurang lebih selama seminggu dirawat di ruang High Care Unit karena menderita Stephen Johnson Syndrome Akut.
Syndrome ini adalah penyakit yang disebabkan karena alergi terhadap salah satu jenis antibiotik. Almarhum memang dalam tahap penyembuhan penyakit Meningitis sehingga harus meminum beberapa antibiotik. Gejala yang muncul saat Stephen Johnson ini menyerang adalah mata yang kelihatan berkabut (belekan) , kemudian kulit bintik2 seperti tampek. Karena kurangnya pemahaman akan Stephen Johnson ini kami hanya mengira efek pengobatan meningitis. Sampai akhirnya hanya dalam hitungan hari (kurang lebih 3 hari setelah gejala awal muncul) kulit Almarhum melepuh spt terbakar dan kesadaran langsung menurun dengan drastis. Dan terus menurun sampai akhirnya berpulang ke Rahmatullah.
Almarhum meninggalkan seorang isteri dan seorang putri yang berusia 1 tahun 2 bulan.
Semoga almarhum dilapangkan kuburnya, diampuni segala dosanya dan mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT.
Selamat jalan Adikku Tercinta.....
"ALLAAHUMMAGFIRLAHU WARHAMHU WA'AAFIHI WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI' MADKHOLAHU WAGHSILHU BI MAAITS TSALJI WAL BARODI WA NAQQIHI MINAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MIND DANASI WA ABDILHU DAARON KHOIRON MIN DAARIHI WA AHLAN KHOIRON MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHOIRON MIN JAUJIHI WA QIHI FITNATAL QOBRI WA 'ADZABAN NAAR." (HR. Muslim)
Tak ada lagi Televisi di rumah kami....
Benda itupun kubungkus rapi dengan kotak kardus....lakban kutempelkan untuk memperkuat kardusnya ...ditambah lagi tali rapiah melingkat kuat.... Remote dan buku manualnya tak lupa dimasukan ke kantong plastik terpisah....
Kotak kaca ajaib itupun diangkat dari ruang tamu kami...dikirim kepada orang yang telah membelinya.....diiringi pandangan heran anak sulung kami... "Kenapa TV kakak dibungkus kardus dan dibawa Pakde, Ayah?" tanya Najla kepadaku. Aku hanya menjawab singkat, "karena ayah sudah jual nak...".
Najla mungkin belum mengerti alasannya kenapa TV itu dijual. Yang sebenarnya merupakan usaha kedua orang tuanya (aku dan isteri) untuk melindungi dirinya dan adik-adiknya dari acara-acara yang tidak mendidik yang kerap muncul dalam siaran TV. Mengingat, hampir seluruh tayangan televisi sudah melupakan sisi pendidikan dan moral.
Mudah-mudahan langkah yang kami ambil akan mendapatkan ridho dari Allah SWT. Meski cukup sulit melupakan kebiasaan memencet tombol remot yang telah mengakar bertahun-tahun. Insya Allah.
Bermain Air......
Kemarin (Sabtu 22 Desember 2007) kami sekeluarga pergi berenang ke kolam renang yang lumayan dekat dari rumah...
Meski cuaca mendung..anak-anak senang bermain air....
Lumayan lama.....sekitar 3 jam-an anak berendam dan bermain-main dengan air....he..he..sampe kedinginan......
Acara basah2 an pun harus dihentikan karena hujan deras mengguyur lokasi kolam renang itu......
Nasib si ayah...cuma bisa moto sambil jagain tas.... :)